<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6056219646150275037</id><updated>2012-02-16T12:42:24.551-08:00</updated><category term='Tante Girang'/><category term='Cerita Dewasa'/><title type='text'>Cerita Dewasa</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Cerita Dewasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10503353024309120878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6056219646150275037.post-1266253133678331705</id><published>2011-12-26T19:47:00.001-08:00</published><updated>2011-12-26T19:47:12.387-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><title type='text'>Sisil, Lia, Shanty dan Dini yang kujumpai</title><content type='html'>&lt;b&gt;Hawa panas kembali menerpa wajahku saat aku membuka pintu taxi.&lt;br /&gt;Rasa yang sama ketika turun dari pesawat tadi. Surabaya memang panas, tapi tidak seperti biasanya seperti ini. Langsung ke lobby sambil berlari kecil aku ingin menikmati AC hotel, tempatku menginap melewatkan malam panjang nanti sendirian, sebelum bertolak ke Malang esok hari.&lt;br /&gt;Di front desk lobby terlihat dua gadis muda cantik front office yang menyambut kedatanganku, yang kutimpali dengan senyum sambil menyebutkan nama dan kode reserfasi yang sudah dipesan. Saat memasukan dompet kembali setelah mengeluarkan kartu-kartu yang diminta, dari arah belakang kanan terdengar ada yang menyapa menyebut namaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ya ? - jawabku bertanya.&lt;br /&gt;- Masih ingat ? Aku Shanty. - sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuperhatikan pegawai senior hotel yang berbaju batik ketat, berbeda dengan dua gadis muda di meja reservasi tadi, sosok di depanku ini lebih pantas disebut wanita. Rambut sebahu, bibir senyum dan kulit lengan dan wajah sedikit coklat ini tak pernah terlintas dalam benakku selama ini. Matanya berbinar terasa nuansa riang ada di dalamnya. Sambil mengangkat alis, dia bertanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Lupa ?&lt;br /&gt;- Pernah main di Universitas Petra kan ? - lanjutnya&lt;br /&gt;- Aku dulu pernah tinggal di Siwalan Kerto. Hihihi. Sudah lupa ? - tanyanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari gigi gingsulnya, aku langsung teringat dengan mahasiswi yang pernah diperkenalkan teman sewaktu singgah di kota ini dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Oh iya, Maafkan aku. sudah lama kita tak ketemu, engkau semakin cantik begini, mana mungkin aku ingat. Apa kabar ?&lt;br /&gt;- Baik, Mas bagaimana kabarnya ?&lt;br /&gt;- Sama, baik2 saja, sekarang sedang tugas kemari. Ah, Enggak nyangka ketemu di sini. Engkau kerja di sini rupanya. - tanyaku&lt;br /&gt;- Yup. Accounting dan Pembukuan di sini.&lt;br /&gt;- Sudah dapat kunci kamarnya ? Mari kutemani ke sana. Mas Yoga, tolong tasnya dibantu. - pintanya kepada anak muda di sampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berbincang ringan kami menyusuri lorong hotel ke arah pintu lift yang sdh terrbuka.&lt;br /&gt;Lalu keluar lift yang terasa sejuk dengan hadirnya wanita disampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Setelah ini kita makan siang sama-sama yuk ? - ajakku memasuki kamar.&lt;br /&gt;- Ow, aku sudah musti balik ruangku, sudah menumpuk tugas bulan ini. - tolaknya.&lt;br /&gt;- Bagaimana kalo makan malam ?&lt;br /&gt;- Okay, kutunggu telponmu ya ? - jawabnya dan menyebutkan sederet nomor.&lt;br /&gt;- Selamat makan siang dan istirahat - salamnya sambil keluar.&lt;br /&gt;- Ya ya, sampai nanti - jawabku sambil menyodorkan lembaran uang ke pemuda yang membantuku membawa tas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengganti baju kutekan tombol ponsel menyimpan nomor telphone Shanty. Nomor cantik, mudah diingat siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki ruang makan di lantai bawah hotel, mulai terdengar musik slow rock yang semakin jelas melantunkan tembang lama Scorpion.&lt;br /&gt;Sambil menarik kursi di meja kosong kuperhatikan dua gadis cantik dengan seragam maskapai penerbangan yang membawaku ke kota ini tadi. Nampak benar mereka memang gadis yang tadi bersama satu pesawat tadi. Aku tidak mungkin lupa dengan yang seorang gadis tinggi dengan rambut sangat pendek memperlihatkan lehernya yang putih mulus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Maaf, mbak tadi yang satu pesawat dengan saya tadi ya ? kalo enggak salah yang duduk di lorong belakang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumulai percakapan setelah melakukan pemesanan makanan buah dan minuman ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Eh, iya pak, saya juga masih ingat bapak, duduk di area belakang tadi.&lt;br /&gt;- Jangan panggil bapak, saya nanti merasa enggak nyaman, merasa terlalu tua. - kulanjutkan sambil berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudekati mereka dan kusalami bergantian sambil menyebutkan namaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mbak lia dan Mbak Sisil sedang off hari ini ?&lt;br /&gt;- Ah. Lia, mas. Jangan pakai Mbak, saya bukan orang jawa, dan saya merasa enggak nyaman, merasa terlalu tua ... Dan dia Sisil. - sambil menunjuk gadis jelita yang tinggi itu.&lt;br /&gt;- Kami memang sedang cuti sebenarnya, tapi kebetulan kantor juga menawari flight ke sini sekalian bonus jika mau menjadi petugas untuk flight yang tadi. Mas tau sendiri kan full occupied beberapa hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan ringan terasa menyenangkan ditemani dua gadis cantik ini ditemani live music romantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa beberapa lagu sudah lewat, ketika Sisil tiba-tiba memotong obrolan Lia yang bercerita sedang menunggu teman sekolahnya di hotel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mas, aku pamit dulu ya, tanganku terasa penat mungkin sekarang memar terantuk kursi saat membantu menurunkan tas penumpang tadi.&lt;br /&gt;- Ah, itu Dini juga sudah datang. - ujar Lia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berdiri menyalaminya dan menyebutkan namaku, kulihat gadis yg baru datang di depanku ini juga tak kalah cantik. Ia memiliki warna mata yang mendekati coklat muda dan kulit kuning, serta rambutnya hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Maaf deh Lia, Surabaya sekarang macetnya mo niru Jakarta, sorry agak telat yo. - ujarnya setelah menyebutkan namanya padaku.&lt;br /&gt;- Kita jadi ke rumahku kan ?&lt;br /&gt;- Aku gak ikut Din, mo berendam dulu, agak penat badan ni. - Sisil kembali pamit mohon diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertiga lagi kami sekarang ngobrol tentang kondisi kota dan rumah Dini, sambil melewatkan beberapa lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Baiklah mas, kami pamit duluan ya, saya ingin segera ke rumah Dini, ingin main2 dengan putrinya yang masih lucu.&lt;br /&gt;- Lia enggak ganti baju dulu, pa boleh pake seragam maen2 ke luar ?&lt;br /&gt;- Ah, kan ke rumahmu, kan gak ke mana2.&lt;br /&gt;- Yuk mas, saya duluan ya, selamat menikmati Surabaya, semoga mendapatkan moment yang asyik di sini.&lt;br /&gt;- Yeah, you too. And nice and glad to meet you two here. Sampai ketemu lagi ya. - salam akhirku pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dalam lift ketika hendak kembali ke kamar, sambil membawa koran lokal hari ini, saat lift berhenti dan pintunya terbuka di lantai 2, muncul Sisil di seberang pintu hendak masuk lift.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ah, ketemu lagi. Kukira sudah berendam.&lt;br /&gt;- Belum mas, sekarang baru mau ke kamar. Ada form yang musti kutulis di kantor akuntan hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, lantai dua lokasi ruang si Shanty. mungkin sebaiknya kapan2 kusempatkan ke sana nanti.&lt;br /&gt;Sisil ini ternyata tinggi juga, memakai sandal hotel tipis tapi dia tingginya hampir sama dengan dahiku. Karene aku sekitar 175cm lebih, mungkin dia 170cm. Rambutnya pendek, leher kuningnya indah dipandang. Kutatap pintu lift yang memantulkan profilnya, terbentuk juga panggul dan pinggul yang indah bersama dada yang membusung indah tertutup seragamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kalau mengurut tangan kananmu Sil, sebaiknya searah dengan jalan darahnya ... kalo nadi tuk ke jantung, mijit ke arah jantung, kalo dari jantung, mijitnya juga menjauhi jantung. - kumulai percakapan dengan obrolan tentang tangannya.&lt;br /&gt;- Iya mas, tadi juga nanya mbak akuntansi barangkali ada yang bisa memijit di sini, tapi aku diminta menunggu sore saja, ada kawannya yang bisa mijit, tapi bersedia kalau diluar jam kantor.&lt;br /&gt;- Ah, memijit lengan memang tidak mudah, ada nadi utama yang bisa langsung ke jantung arahnya. Musti hati2 dan tidak semua tahu itu.&lt;br /&gt;- Mas bisa ?&lt;br /&gt;- Saya pernah diajarkan untuk mengurut arah nadi di tubuh saat mempelajari kempo dan judo. Ada arah2 yang bagus dan ada arah2 yang berlawanan. musti hati2. itu kan untuk repair tubuh kita setelah latihan, kita saling memijit kadang2.&lt;br /&gt;- Kalau mas tidak keberatan terganggu istirahatnya, bisa dong saya dibantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow ... itu situasi yang tak pernah terpikirkan dari tadi. menyentuh lengan jenjang wanita ini ? sedari tadi tak pernah terpikirkan kecuali bersalaman tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Baik, saya bantu memperlancar darah saja. di mana kita melakukan ? - tanyaku saat pintu lift terbuka di lantai kamarku.&lt;br /&gt;- Kamarku di lantai atas lagi mas.&lt;br /&gt;- Okay kita ke sana. - sambil melepaskan tanganku yang menahan pintu lift.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil membuka pintu kamar mandi di kamarnya saat masuk, Sisil mempersilahkanku masuk tuk menunggu di dipan atau kursi yang ada di dalam.&lt;br /&gt;Dengan cepat kuberpikir akal apa yang bisa diterapkan di sini nanti saat berduaan dengannya. Aku ingin bercinta dengannya.&lt;br /&gt;Dengan mengenakan pakaian mandi hotel Sisil keluar sambil tersenyum. Ah! cantik benar ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari bercerita sekilas tentang tangan dan sesekali kusebutkan kecantikan yang terlintas di mataku, agaknya dia mulai percaya saat mulai kusentuh jari kanannya dan sikunya dengan kedua tanganku. Kurubah posisi dudukku mendekat dan duduk di sebelah kanannya di kasur hotel yang empuk itu, kutekan lembut lengan dalam bagian atas sikunya dan mengurutnya ke atas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memang terlihat sedikit merah, sakitnya di dalam, atau di luar ? di otot, atau kulitnya ?&lt;br /&gt;- Di dalam sih mas, yang luar sudah mendingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan kananku memegang jemarinya seolah bersalaman dan tanganku yang kiri menekan lembut ke atas terus menerus ... mencari tonjolan panjang yang sebenarnya nadi besar di lengannya. Kuluruskan tangannya dan tangan kananku mulai bergerak ke arah siku, membantu mencari nadi2 besar di tangannya. Dan kemudian ku urut lembut perlahan ke arah jantung dan juga berlawan secara teratur sesuai arah nadinya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Enak mas, jadi rileks rasanya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya terpejam menyembunyikan pupil hitamnya yang indah, memberiku kesempatan memperhatikan kelopak mata, bulu mata, hidung, bibir dan bulu halus di sekitarnya ... sudah hilang warna perona bibirnya. Sehingga kulihat warna asli bibirnya yang merah muda segar dan dagunya yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Untuk mengimbangi alirannya, tangan kirinya juga lho Sil, tapi nanti ... nikmati dahulu, kalo memang tidak suka engkau bisa menghentikannya sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ehm ... Ah, ni enak kok mas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran darah yang mulai mengalir deras di otakku sedikit mengganggu konsentrasi, tapi untung dengan mengatur nafas bisa menahan gejolak dan deguban jantung yang timbul.&lt;br /&gt;Sambil sesekali memijit sampai ke bahu kanan hingga leher, kutekan lembut kulitnya yang indah itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sebelah kirinya sekarang ya.. -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menyodorkan tangan dan bahu kirinya ia sekarang berhadapan denganku, yang kini bisa mendengar tarikan nafasnya yang dalam. terlihat sedikit belahan bukit dibalik bajunya menyembul menyapaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berganti tangan kirinya kusalami dengan tangan kiriku, semantara tangan kananku mulai mengangkat lengannya menyibakkan lengan bajunya sambil memijit mengurut perlahan. Nafas teratur yang menghembus menerpa wajahku harus segera kurubah ke irama yang kuinginkan. Dengan bersamaan kusentil kedua sikunya yang dapat mengakibatkan rasa seperti tersetrum itu secara berirama bergantian dengan pijatan lembut di lengannya, bahunya, ketiaknya hingga sedikit di bawah bahu bagian depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa menit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hm .. hmm .. - dengungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelopak matanya terbuka memperlihatkan matanya yang sekarang sayu itu tersenyum, kemudian wajahnya mendongak sedikit ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Erhm ... - desahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisil tiba-tiba mengangkat kedua tangannya sehingga tanganku terlepas. Ia merangkul kepalaku sambil berbisik mendesah di telinga kiriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Make love yuuk ... hmmm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengecup bawah telinga kirinya kubisikan lembut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sisil nikmati saja ya. kalo gak suka kasih tau ya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuajak ia berdiri bersama, tanganku mulai melepaskan sabuk pakaian mandinya dan menyingkapnya, memperlihatkan tubuh yang masih terbalut pakaian dalam tanktop tipis halus itu. Kupeluk dan kuteruskan dengan meremas kedua pantatnya sambil mengulum bibirnya dan mempermainkan giginya dengan lidahku, kemudian langit2 mulutnya kutekan ke atas degan lidahku.&lt;br /&gt;Sambil bergerak cepat, kuloloskan celana dan kemejaku hingga tinggal celana dalamku yang sengaja kubiarkan tuk menyimpan senjata pusakaku.&lt;br /&gt;Masih dalam posisi berdiri kuangkat tangannya dan kuputar badannya membelakangiku. Kugenggam tangannya membantu melepaskan pakaian mandinya. Kepalanya yang terkulai ke kanan kusambut dengan sedotan ringan di bawah telinganya hingga lehernya, sembari meremas lembut dadanya yang terlihat kencang dari atas maupun dari cermin di depanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Err ... mas ... sss - desisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian kuturunkan tangan kiriku membiarkan tangan kananku meremas kedua dadanya bergantian. Tangan kiriku menuju pusar dan mengusap lembut sambil menyelipkannya ke dalam baju dalamnya. Dengan cepat kutarik ke bawah baju daster halus yang menutupi kulit halusnya yang putih, disusul dengan usapan lembut di depan pusar, kemudian sesekali kuselipkan ke dalam celana dalamnya, merasakan bulu halusnya tersentuh kulit jemariku. Dengan lembut kutekan perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mmm .. mas ... oooh - nafas Sisil mulai memburu menikmati usapan2ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sediki perlahan ke bawah, jemari kiriku telah mulai menyentuh ujung bawah badannya, yang diiringi dengan condongan panggulnya ke depan dan sedikit melebarkan pangkal pahanya, memberikan kesempatan tanganku semakin bermain di area yang diinginkannya. Tangannya diangkat ke atas merangkul ke balakang memeluk kepalaku sambil berdesis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- sss please ... sss do it soon ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tanganku yang memeluknya dari belakang, sekarang kebawah semua masuk ke dalam selipan celana dalam dan memijit pangkal paha, memijit lempitan bawah tubuhnya dengan jari tengah sedikit bermain mengusap lembaran dalam kulit kemaluannya, sembari ibu jariku mngusap lembut ujung atasnya, menekan tonjolan dagingnya yang menyebabkan Sisil mgengerang terus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Eeerrrghhh ... mmm ... mmm .. sss .. ssss .. pleaseee .. sss&lt;br /&gt;- Ahhh ... hhh ... mmm .. hh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat kulepaskan bra nya, kuputar tubuhnya menghadapku, dan setelah membungkuk sebentar meloloskan celana delamnya ke bawah, kulihat mulutnya, seperti di cermin tadi, terbuka melepaskan hawa nafasnya yang segera kusambar dengan mulut dan kuhisap sambil kulumat dalam2.&lt;br /&gt;Sambil merangkul tubuh dan meremas kedua pantatnya, Sisil kudorong mendekati meja dan segera sedikit kuangkat tubuhnya, kududukan di sana serta kubuka pangkal pahanya.&lt;br /&gt;Kutempelkan pusakaku yang masih tersimpan aman di celana. kugesekkan dan menekan ke depan ke arah miliknya sementara kedua tanganku menekan tubuhnya ke arahku, ku gooyang naik turun searah dengan garis lempitan miliknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- HAHHH ... OOOHHH ... MAASSS ...sss&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irama goyanganku yang teratur, hisapan mulutku di mulutnya, lehernya, pangkal lehernya, remasan lembut tanganku di tubuhnya mulai dari depan dada, pusar, pangkal paha, kedua kakinya yang kuangkat pula ke meja hingga semakin luas area gesekan pusakaku yang masih tersimpan aman, malah membuat Sisil ikut bergoyang cepat2 dan mendekap kepalaku erat2 ke lehernya.&lt;br /&gt;Selang beberapa lama kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- hhaaaAAHH ... MASSS .... I'M COMIIIINGGGG ... SOONNN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segera kedekap erat tubuhnya, kucondongkan kedepan tubuhku mendekap erat dan kutingkatkan kecepatan gerakanku naik turun menggesekkan pusakaku ke miliknya dan kugigit sambil kuhisap lehernya yang indah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- AAAAAAARGGGHHH ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Sisil bergunjang, dekapannya kekepalaku tambah erat, kakiknya sekarang bergetar dari matakaki, lutut, dan yang terasa olehku, pangkal pahanya.&lt;br /&gt;Sekian detik kubuarkan Sisil mencapai situasi yang ingin diraihnya dari tadi. Terasa lemas tubuhnya masih merangkulku saat kuajak turun dan kurebahkan perlahan ke dipan.&lt;br /&gt;Mulutnya terbuka mengatur nafas, memandangku sayu dengan kelopak matanya, tapi berbinar cahaya di pupilnya menyiratkan kepuasan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bagaimana kau bisa melakukannya - katanya terengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil kucium mata, dahi, hidungnya kudesiskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- That's just the begininning ... Sil ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian Sisil bergulir ke samping, menindihku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- It's my time mas ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubiarkan ia turun mengecup putingku, menghisapnya sesaat kemudian kuangkat dagunya kemudian kutarik ketiaknya mendekatkan wajahnya yang cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Aku ingin memandang wajah cantikmu, kuingin terus menciummu, tanganmu sajalah yang beraksi. Aku tak ingin melupakan paras cantikmu Sil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersenyum senang ia mengulum bibirku dan menurunkan tangan kanannya mengelus pusakaku yang mulai agak lemas.&lt;br /&gt;Kemudian tangannya dimasukkan ke dalam celana dalamku, menyentuh ujung pusaka yang tumpul itu, menggengamnya dan mengurutkan naik turun perlahan. Melihat wajah jelitanya, dan buah dadanya yang sekarang menggantung karena mulai mengangkat badannya dan membungkuk mencium ciumku, aku mulai ada tekanan darah yang meningkat seirama dengan tangan kanannya yang sedang beraksi.&lt;br /&gt;Kudorong perlahan bahunya memberiku kesempatan duduk, ia melepaskan pengaman pusakaku, menariknya ke bawah melepaskannya. Kudorong badanku ke belakang, duduk bersandar di dipan dan memperhatikan wajahnya yang jelita sekali lagi, sebelum ia menunduk menciumi putingku, yang kubiarkan turun, ke arah pusakaku yang mulai tinggi tensi nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hmmm - gumamku saat bibirnya mulai mengulum naik turun di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan kanannya yang mengurut perlahan naik turun, lalu membuatku seperti tersengat sesuatu saat giginya ikut main di sekeliling kepala pusakaku, sembari lidahnya di dalam mulutnya memainkan ujungnya yang terkulum di mulutnya.&lt;br /&gt;Ya ampun, belum pernah aku merasakan sensasi seperti ini. Ia tidak melakukan hisapan, tapi terus melakukan usapan dengan lidahnya di dalam membuatku terpejam merasakannya. Sudah merasa yang paling tinggi tekanan darah di pusakaku ketika ia menghentikan kegiatannya sambil tersenyum anggun mendekatkan wajahnya ke wajahku.&lt;br /&gt;Tangan kirinya mangambil bantal di sebelahku dan memintaku bersandar ke situ. Kini terasa dudukku agak condong dengan posisi bantal dipunggung hingga pangkal panggulku.&lt;br /&gt;Sisil kembali mencumbuku, lalu mengangkat paha kanannya menduduki perutku, tangan kanannya mulai mengelus lagi pusakaku membimbing ke arah tujuan dibarengi mengangkat panggul. kurasakan ujung pusakaku menyentuh sesuatu yang lembut, yang berbeda dengan milikku yang keras.&lt;br /&gt;Perlahan di dorong tubuhnya kebelakang, menyebabkan pusakaku kini terjepit sesuatu yang lembut, lunak dan basah. Kutahu ini saat yang kuinginkan dan kubiarkan Sisil saja yang melakukan tugasnya.Ah, nikmat benar miliknya, menggenggam keras kepala pusakaku, menjepitnya dan perlahan tambah dalam...&lt;br /&gt;Panggul, pinggul, pantanya mulai naik turun perlahan sambil merangkul kepalaku dengan kedua tangannya, mencumbui seluruh wajahku dengan bibirnya.&lt;br /&gt;Kuangkat tanganku mulai ikut beraksi.&lt;br /&gt;Kuraih kedua bukit putih indah sedikit padat itu, meremas lembut ke arah ujung, di mana saat di ujung kuusap dan kupilin dengan jemariku, kemudian meremasnya lagi dengan lembut dari pangkalnya hingga keujung ...&lt;br /&gt;Nikmat yang kunikmati dirasakan pula oleh Sisil yang mulai cepat mengangkat dan menurunkan tubuhnya disertai nafas yang mulai memburu ...&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hhmm .. Oh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rintihnya karena kugigit perlahan dan kuhisap lehernya saat ia mulai menyodorkan lehernya ke mulutku. Mungkin ini area yang pas miliknya. Maka kuhisap dalam-dalam. kulepaskan nafasku banyak2 hingga dapat menghisap pangkal lehernya dalam-dalam&lt;br /&gt;serasa tak berkahir ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Aaahh .... hhh ..... ssss ...yess sss yaa .. aahh -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin cepat ia menggoyangkan badannya di atasku, sambil terus kuhisap dalam-dalam lehernya, kuremas dadanya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- UUhgghh ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisil mendorong tubuhku, menarik tubuhnya kebelakang, kini ia duduk tegak dan melakukan gerakan maju mundur. Semakin cepat gerakan maju mundurnya, hingga kumerasakan tekanan, himpitan di pusakaku yang amat sangat tegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- AAAgh ... AAAAGHH ... YEESSS ... COME AGAIN ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriaknya merintih.&lt;br /&gt;Sambil mempercepat gerakannya, yang kubantu sekarang dengan mendorong paha dan pangkal pahanya maju mundur melumat bawah pusarku, Sisil mendesah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- SOON ... ssss ... please .... come ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini aku aku tidak bersandar, tapi duduk sambil meremas kedua pantatnya, mendorongnya maju mundur, dan kuhisap lagi tubuhnya. Kali ini dada kanannya. Kuhisap hisap dalam-dalam lagi seperti di lehernya tadi ...&lt;br /&gt;Terus .. terus ... kupercepat gerakanku, keperdalam dan kuperlama hisapanku ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- YAAAAAARRGGGHHH .... MAAASSSSS SSSSSSSSSS - desis dan desahnya panjaaang, melepaskansemua nafasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannya yang tadi meremas rambutku, kini malah mendekapkan kepalaku dengan amat sangat erat ke dalam buah dadanya. Perutnya bergetar, panggulnya, kakinya yang membuka dan lututnya bertekuk di samping ikut bergetar kelojotan ...&lt;br /&gt;Kubiarkan lagi ia bersandar di tubuhku ... leherku di kecupnya berulang kali ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuremas rambutnya kebelakang kukecup dan kukulum bibirnya, perlahan aku bergeser. Kucabut pusakaku. Beringsut perlahan mengganti posisi.&lt;br /&gt;Kali ini kubiarkan ia telungkup menindih bantal sandaranku tadi, di bagian perutnya. Menghadapinya dari belakang secara perlahan kutindih dan ku usap kepalanya dan kucium lehernya. Kurasakan Sisil sedang mengatur nafas sekarang. Kemudian kuturunkan sedikit tubuhku sehingga terasa pantatnya berhadapan dengan pusakaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- hmm ... - gumamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugesek-gesekan maju mundur di situ, Sisil diam saja, masih menikmati pencapaiannya tadi.&lt;br /&gt;Dengan kedua tanganku kubuka belahan pahanya, kumasukan kepala pusakaku dengan mudah di lubang basah tersebut. Terasa hangat vaginanya berdenyut-denyut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Heh! - pekiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumainkan dengan sedikit mendongakkan pusakaku, dengan arah maju mundur kumasukan secara serong kiri, kemudian kanan ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- aww, masss&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubenamkan sampai habis batangnya. kucabut setengah dan masuk lagi, kali ini kupercepat temponya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- awwww ... www aww - Sisil mengeluarkan suara yang merdu ditelingaku rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupercepat iramaku, tanganku mulai mengusap punggungnya, dari atas ke bawah. Kutekan dari samping menuju ke pantat, kutekan, kupijit, dan kubuka belahan pantanya. Kulihat lubang lain warna merah muda di atas lubang yang sedang kumasuki pusakaku.&lt;br /&gt;Kukeluarkan air ludahku membasahi jari kananku. Kukulum jari kiriku, saat jari kananku mulai ikut ikut masuk kelubang tempat pusakaku beraksi. jari telunjuk dan tengah ikut-ikut melebarkan lubang sementara jari kanan yang lain menggosok pusakaku mengereingkan lendir basah yang terbawa keluar.&lt;br /&gt;Telunjuk kiriku mulai mengusap lubang merah muda kecil itu dengan cairan ludahku yang menempel di jari kiri.&lt;br /&gt;Sisil merintih mengerang, mungkin terasa senang ...&lt;br /&gt;kuusap jari kiriku pada lubang baru itu, kumasukan perlahan, mili demi mili kumasukan.&lt;br /&gt;Sambil mengoyak lubang bawahnya, aku juga ingin mengoyak lubang atas yang lebih kecil ini. Bentuknya bagus, bersih terawat, ada rambut2 halus di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- HHH ... Hahh ... haa..hh - nafas Sisil terdengar jelas. mendesah nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafasku tetap kuatur dengan sesekali menahannya sedikit di bawah pusar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari telunjuk kiri sudah terbenam dua ruasnya. kutarik dan kusertakan jari tengah kali ini. sebelum kumasukkan kuperhatikan mulai agak lebar lubang baru ini. ada bagian dinding dalamnya yang sedikit terlihat keluar.&lt;br /&gt;Perlahan kedua jari kumasukan. Mili demi mili, sedikit demi sedikit. kuperhatikan Sisil kedua tangannya meremas sperai disebelah kepalanya, kedua sikunya terangkat. Entahlah, merasakan nikmat atau tidak Sisil sekarang. Yang kudengar nafasnya terengah, mendesah, sesekali menjerit perlahan saat dua jari kiriku kumasukan, sementara dua dua jari kanan ikut masuk bersama pusakaku. kuselipkan pergelangan tanganku ke bawah pusakaku, sehingga dua jari kananku ikut masuk sembari ibu jari kananku memainkan kelentitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- AAAhhwww ... aaa .... hhh - erangan Sisil kali ini beda, membuatku bersemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jari kiri kini sudah masuk semua hingga ke pangkalnya. terasa sedikit basah di ujung jari2ku itu. kumainkan di dalam, kukoyak dinding-dindingnya, kutarik keluar masuk.&lt;br /&gt;Remasan jari Sisil semakin kencang, erangannya semakin kencang, tapi tidak kudengar ia menolak.&lt;br /&gt;Sudah, aku ingin menyudahinya, kulepas bebas irama nafasku, kupercepat semua gerakanku ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- AAAAHHHHH ... AGAINNN ... COME AGAINNN ..... - teriaknya liar.&lt;br /&gt;- AARRGHHHH ...AAAAHHH, DON'T STOP!! .... AAAARRGHH ...&lt;br /&gt;- Aku juga mau keluar sayaaang ... - eranganku mempercepat irama getaran tubuhnya.&lt;br /&gt;- I'M COMMING NOW ... AAAAAARRRRGHHHHH ..... sssshhh - jeritnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kulihat kepalanya bergetar kebelakang, tangannya menarik seprai kearahnya dengan cepat, dan getaran panggul dan pahanya tertarik ke depan, bergoyang lututnya, menegang semua ototnya, yang membantu pula pencapaian puncakku.&lt;br /&gt;Kulepaskan cairan putih itu di dalam lubang yang basah dan hangat, sambil memeluknya dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah beberapa saat berlalu kami masih pada posisi yang sama saat pencapaian bersama tadi.&lt;br /&gt;Kucabut pusakaku yang sudah tidur lagi itu, kurebahkan badanku di sebelahnya sambil menatap paras jelita Sisil yang terpejam seolah tertidur pulas, terlihat dari nafasnya yang teratur... Kubisikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- You are so beautifulll ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersenyum ia membuka sedikit matanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terima kasih mas ... tangan mas hebat ... aku lelah ... ingin tidur&lt;br /&gt;- Jangan lupa tinggalkan kartu namamu di tasku ya sayang ... - bisiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maghrib aku menutup pintu, masuk ke kamarku, setelah dari lantai atas di kamar Sisil tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandi air hangat sangat kubutuhkan saat ini, sambil melepas semua pakaianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berendam, sayup2 terdengar pintu kamar diketok orang. Kukecilkan suara air keran untuk mendengar lebih jelas.&lt;br /&gt;Ah, sudah Isya', siapa tamuku malam ini ya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuintip dari lubang pintu, pemuda yang mengangkat tasku tadi terlihat jelas mengacungkan sehelai kertas ke atas.&lt;br /&gt;- Room boy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubukakan pintu sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ada undangan makan malam dari Ibu Shanty. Di tunggu di ruang makan jam 8.30 pak.&lt;br /&gt;- Oh okay, thank you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuteruskan mandiku sebentar, sambil mengingat Shanty, kawan lama yang dulu pernah kubuat kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki ruang makan dengan setelan santai jeans dan kaos kerah, kudapati santi berdiri menghadap bar sambil memegang telephone dekat kasir. Tersenyum menghadap cermin kepadaku ia membalikkan badan melambai dan mengisyaratkanku tuk mencari meja.&lt;br /&gt;Sambil memantau sekeliling dan memperhatikan alat2 musik di atas panggung, aku mencari meja paling jauh, dekat dinding. ada dua meja kosong di sana, sementara yang satu sedang ditempati sepasang pria wanita dan remaja pria. Ah, keluarga kecil, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuminta Coke setelah didatangi pramuria wanita yang memintaku menunggu sebentar, karena Shanty sedang berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak lama juga Shanty menelpon, yang kemudian menghampiri meja menyalamiku. Sambil berdiri kutanya lagi kabarnya sore ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rencananya, suamiku kuajak makan malam bersama. Kita bertiga keluar dan mencari makan di luar.&lt;br /&gt;- Oh, okay. - jawabku tak jadi duduk lagi.&lt;br /&gt;- Huh. Tapi batal - dengusnya mendahuluiku duduk.&lt;br /&gt;- Lho ? Knapa ? Telat dikit kan gak apa, toh aku malem ini masih di sini.&lt;br /&gt;- Bukan, apa-apa, karena rencananya mendadak, dia tidak bisa membatalkan jadwal keberangkatannya malam ini ke Situbondo melatih selam anak buahnya besok pagi.&lt;br /&gt;- Oh, pelatih selam ?&lt;br /&gt;- Bukan cuma selam, selancar juga.&lt;br /&gt;- Wow kan asyik tuh.&lt;br /&gt;- Ah udah ah, pesan makan di sini aja yuk. - sambil memberikan kode pada rekan hotelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat makan kami berbincang, dan dia selalu mengalihkan pembicaraan yang berhubungan dengan suaminya. Hanya obrolan ringan saja yang terjadi untuk mengetahui kerjaan masing2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat para pemain band live music mulai datang, kami tengah menikmati minuman ringan hidangan penutup. Ada penyanyi sedikit sexy yang mulai melantunkan lagu2 romantis, saat Shanty menuju cashier dan bercakap sebentar dengan petugasnya. Tak berapa lama ia datang sambil membawa minuman yang bisa kubilang sedikit memabukkan jika dikonsumsi. Tapi dengan enteng dia meminumnya dan kami bercerita lagi, ke arah masa lalu topiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bagaimana istrimu ?&lt;br /&gt;- Belum, masih lajang, ogah nikah ah.&lt;br /&gt;- Lho - sedikit terkejut kemudian bertanya&lt;br /&gt;- Mbak itu mana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusebutkan sebuah nama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ya .. kan dulu saat kau kutelpon, kau sedang berpasangan dengannya.&lt;br /&gt;- Iya, dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuingat saat aku berulang tahun, mendapat telephone pagi2 sekali. sambil mengantuk kujawab terimakasih, saat penelepon seberang mengucapkan selamat kepadaku. Dia ingin surprise, mengucapkan selamat ultah yang paling pagi kepadaku. Dia ingin menjadi yang special buatku, dimulai hari itu. Dasar sedang mengantuk ku jawab terima kasih banyak2.&lt;br /&gt;- Kan semalaman sudah bicara lewat telephone, untuk apa mengucapkan selamat sekali lagi. - kataku&lt;br /&gt;Kemudian kuceritakan rencanaku menjemputnya di airport kalau jadi datang ke Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Lho Mas. Ini Shanty!!&lt;br /&gt;- Hah ?! - Mulai pulih kesadaranku setelah kusadari kesalahanku.&lt;br /&gt;- Eh, mas sudah punya pacar ? Siapa tadi nama yang disebutkan ?&lt;br /&gt;- Err ya. itu pacarku. kupikir dia tadi yang telpone. - jawabku berusaha memulihkan kesadaran.&lt;br /&gt;- Ya sudah kala begitu. Ini Shanty mo mengucapin selamat ultang tahun. Bukan yang pertama, tapi setidaknya aku juga care mas.&lt;br /&gt;Kemudian dilanjutkan salam perpisahan sebelum menutup telephone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, setelah menutup telepon dan sadarku pulih ini, aku bisa merasakan kekecewaan Shanty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Aku sudah tidak bersamanya lagi sekarang - kuterangkan statusku saat ini.&lt;br /&gt;- Jadi, available ? - ia mengernyitkan dahinya.&lt;br /&gt;- Apa maksudmu, kau kan sudah berkeluarga. - godaku&lt;br /&gt;- Not tonight. - desahnya menyandarkan badan ke kursi.&lt;br /&gt;- Ah, wish you are available mas - bisiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian kucondongkan badan ke arahnya. Bertanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ke kamarku ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menatap mataku beberapa detik, kemudian berdiri ke cashier berbicara kembali dengan petugasnya.&lt;br /&gt;Aku menunggu apa yang terjadi sambil melirikkan mata ke penyanyi band yang tersenyum kecil ke arahku, mengetahui aku termasuk tamu dari pegawai senior di sini. Kusambut senyumnya dengan anggukan pelan.&lt;br /&gt;Shanty telah dihadapanku ketika aku memperhatikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Yuk. - ajaknya.&lt;br /&gt;- Bill is on the house. - sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berjalan duluan ke arah lift sambil membawa segelas minuman.&lt;br /&gt;Kususul langkahnya sembari memperhatikannya dari belakang. Shanty sudah menikah, tapi masih memiliki tubuh yang bagus, apalagi belum memiliki keturunan. Sudah terbayang apa yang bakal terjadi di kamar nanti. Tapi masa bodoh dengan semua. Aku tak ingin sendirian malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kututup pintu kamarku dan menguncinya, Shanty langsung menghampiriku setelah meletakan gelas di meja.&lt;br /&gt;Meraih kedua tanganku, tersirat menginginkanku memeluknya. Kuturuti keinginannya, kepeluk erat sambil kukecup keningnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jadilah suamiku malem ni mas. please ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulirik laptopku yang masih menyala di meja, mendownload file musik lewat bit torrent, masih menyala. Kugiring Shanty kesana sambil memagut matanya yang terpejam, kuraih laptopku, kuaktifkan windows media player dan kupilih playlist classic love song. Terdengar intro lagu Phill Collins yang lembut sembari kuangkat dagu Shanty tuk mengecup bibirnya dengan lembut. Mendesah dengan lembut ia memeluk pundakku sambil berbisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Love me mas ... do it tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuangkat sikunya, kupegang kedua pipinya dengan tanganku sambil mengecup bibirnya. Kuturunkan tanganku melepaskan kancing blues seragamnya yang atas satu demi satu ke bawah. Shanty ingin bercinta, atau hanya sekedar sex, aku belum paham. Setelah setelan atasnya tanggal, kulingkarkan tanganku ke belakang mencari resliting rok bawahnya. Tak henti kucium bibirnya dengan lembut, kemudian hidungnya, mata, kening, seluruh wajahnya kukecup perlahan.&lt;br /&gt;Masih berdiri Shanty sekarang tak tertutup sehelai benang pun, sedangkan aku hanya tinggal mengenakan celana dalam, pengaman terakhir penutup pusakaku.&lt;br /&gt;Sambil slow dance mengikuti alunan lagu kami masih berpelukan saling mencium dan mendekap satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Love you mas ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kulanjutkan dengan membimbingnya ke dipan, mengajaknya duduk, tapi mencegahnya berbaring. Dengan berlutut di hadapannya kubuka kedua pahanya yang indah dan berpangkal pada ujung lebat rambut hitam di bawah. Kudekatkan badanku dan meraba lembut kedua buah dadanya yang aduhai jelas terlihat. Ia merangkul kepalaku mengajakku rebahan, tapi kutahan tuk tetap bertahan di posisi ini, sambil menghisap pangkal lehernya perlahan tapi hisapan yang lama, hingga ia merintih lemah.&lt;br /&gt;Kuremas kedua belah dadanya dan mengurut lembut ke arah ujung hingga putingnya, yang empuk itu lama-lama mengeras. Kedua buah dada itu juga lama-lama mengeras, sintal, enak dipegang rasanya. Akhirnya kuturunkan tanganku menguak lebat rambut bawahnya itu yang disambut dengan makin melebarkan pahanya dihadapanku. kuturunkan mulutku menghisap puting kirinya dalam-dalam.&lt;br /&gt;Tanganku memijit lembut pangkal paha yang sekarang terbuka, terkuak dengan posisi duduk Shanty yang menggairahkan. ku usap2 sekitar lubangnya dengan lembut. Dengan ibu jari kumainkan tonjolan daging di bagian atasnya, sementara telunjuk dan jari tengah memutar sekitarnya dengan lembut, membuat Shanty makin merintih.&lt;br /&gt;Dengan mendekapkan kepalaku ke dadanya, Shanty berusaha menarik tubuhnya tuk berbaring.&lt;br /&gt;Kuikuti kemauannya, kutindih tapi tetap tangan kananku bermain di pusat permainan bawah.&lt;br /&gt;Sambil merintih dan mendesah kemudian santi mengangkat kedua pahanya ke atas, menguakkan area yang paling vital itu. Kubiarkan tangannya menggapai tangan kananku mengajakku bermain di sana. Kubiarkan ia mencari sendiri spotnya untukku. Sambil terus mempermainkan ibu jariku, perlahan tapi pasti telunjuk dan jari tengahku mulai mengarah ke lubang pusat itu, memasukinya perlahan.&lt;br /&gt;Lutut Shanty bergoyang, naik turun, membuka paha dan mengesek perlahan pada tanganku, sambil mendesah ia sekarang mendekap erat kepalaku di dadanya yang masih mengecup dadanya bergantian.&lt;br /&gt;Bgeitu kedua jari tanganku sudah masuk semua, kukuak dalamnya dan mempermainkan dalamnya, memutar di dalam tak baraturan, tapi berirama keluar masuk.&lt;br /&gt;Menggeliat Shanty mendesah desah menggoyangkan pangkal pahanya mengejar puncak nikmat yang dicarinya malam ini. Semakin cepat irama tanganku, semakin mendesah Shanty mengeluarkan suara dan kemudian mendorong kepalaku kebawah.&lt;br /&gt;Di depanku terpampang jelas pemandangan indah tuk malem ini, berambut hitam disekitar, tergunting rapi, kuperhatikan tengah dan atasnya tempat jemariku yang sedang bermain saat itu ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- mass ... hiiissaap ... - pintanya memelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kudekatkan mulutku bingung mana dahulu yang musti tersentuh. Akhirnya kupilih lokasi atas, tonjolan daging kecil itu yang kusentuh dengan lidah. sambil menggoyang lidah, aku memainkan ibu jariku di sekitarnya. Tak tahan kuhisap area itu kupermainkan lidahku di dalamnya memutari daging kecil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Awwwaawawawwwaw .... - jerit kecilnya menikmti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumasukan tiga jari sekarang ke dalam lubang bawahnya.&lt;br /&gt;Kualunkan irama yang semakin lama semakin cepat.&lt;br /&gt;Kukuak dalam lubangnya dengan tingkah polah jariku.&lt;br /&gt;semakin cepat Shanty ikut bergoyang.&lt;br /&gt;Semakin cepat gerakanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- saaayaaaaaang ... bentar lagiiii ... terussssss&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupercepat lagi irama semua gerakanku, lidah dan jariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- AAARGHHHH ... HHEEEMMMMMM SSSSSS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergetar, berkelojotan, menegang semua ototnya saat berteriak.&lt;br /&gt;Dengan cepat kepalaku ditarik ke atas, didekap erat ke dadanya, yang tak kusia siakan dengan langsung menghisap putingnya, sementara tanganku belum berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sssssudahha .... keluarrrr .... - pekiknya mengejang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merangkak ke atas tubuhnya, mengecup bibirnya ...&lt;br /&gt;Kubiarkan ia memejamkan mata, tubuh terlentangnya mengatur nafas.&lt;br /&gt;Aku turun dari dipan, mengganti lagu di laptop ke slow rock playlist.&lt;br /&gt;Kemudian mendekatinya. sambil berbisik di telinganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Itu awalku tuk jadi suamimu malem ni.&lt;br /&gt;- Lalu kalau aku membutuhkan istri, seperti apa yang kau berikan padaku Shanty ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membuka matanya perlahan menatapku, tampak berpikir sejenak. Kemudian mendorongku rebah di sampingnya. merangkulku dan mengecup putingku. Tangan kirinya langsung dengan cepat menemukan pusakaku di balik celana dalamku. Meremas, memijitnya, menggesekkan naik turun.&lt;br /&gt;kemudian kepalanya turun mendekati pusar, melewatinya sambil menjilat liar.&lt;br /&gt;kemudian turun menggigit celanaku dalamku, menarik, menanggalkannya di bawah ranjang.&lt;br /&gt;Dengan kedua tangannya memilin pusakaku, memutarnya, perlahan tapi pasti, mendekatkan bibirnya ke ujung atas yang mulai tegang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ambil tissue dulu yang ... - pintaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat Shanty tanpa bertanya mengambil tissue di meja dan melanjutkan kegiatannya yang tadi.&lt;br /&gt;Kubiarkan tissue itu di kasur, sambil menikmati usaha Shanty yang baru saat ini kurasakan darinya. Setelah tegang Shanty merangkak ke atas tubuhku, bagaikan kucing, matanya mulai liar, berbeda saat awal masuk kamar tadi.&lt;br /&gt;Ketika meraih pusakaku untuk dimasukkan ke lubang indah miliknya, aku dengan cepat duduk dan meraih pantat dan paha kirinya ke arahku, mengajaknya posisi 69 dengan dia di atas.&lt;br /&gt;Dengan cepat ia menyodorkan lubangnya yang tampak basah, sedikit merah itu ke mulutku, sambil menerkam pusakaku dengan tangan dan mulutnya.&lt;br /&gt;Kumasukan lagi jemariku ke dalam lubang di depan wajahku itu, sambil berusaha sesekali menjilat daging kecil yang sekarang ada di bawah itu.&lt;br /&gt;Pusakaku terasa tegang bukan main dipermainkan Shanty dengan cepat iramanya. Hampir pasti aku sebentar lagi sampai puncak kalau tidak kuatur nafasku. Terasa sekali Shanty melakukan itu dengan cepat iramanya, ingin segera mengajakku memasukan ke lubangnya.&lt;br /&gt;Kupeluk pinggangnya dan kubanting perlahan kesebelahku, membuatku berada di atasnya.&lt;br /&gt;Pusakaku yang tegang segera kuhujamkan ke mulutnya yang mulai terasa kerepotan dengan panjangnya. Sebetulnya pusakaku tidak terlalu panjang, tapi mana muat seluruhnya di mulut wanita matang ini ? Grafitasi yang membantuku meluruskan pusakaku yang tetap menghujam naik turun ke mulutnya, membantu gayaku menghadapinya.&lt;br /&gt;tanganku yang segera menguak pangkal pahanya setelah bergulir tadi kulanjutkan dengan melahap daging kecil kemaluannya dengan meulutku dengan rakus kuhisap dan kuputar lidahku di dalamnya.&lt;br /&gt;Sambil membantu membuka paha dengan sikuku, tanganku mulai mengelap lubang bagian vagina yang tercium wangi dengan tissue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- MMM! ... MMM!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menjerit tertahan, karena pusakaku masih dalam mulutnya, Shanty sekarang menggoyangkan panggulnya, mengarahkan pangkal pahanya agar tetap dimulutku. Kuputar2 tanganku yang mulai bermain kedalamnya dengan dua jariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- MMMMM! .... MMMMM!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia terus memekik tertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- MMMMM! ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang cepat sekali gerakan pangkal pahanya maju mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- MMM! ... MMM!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tangannya sekarang mencengkram pahaku, mngisyaratkanku sudah waktunya kelangkah selanjutnya.&lt;br /&gt;Tapi makin cepat gerakan lidahku, tangan dan pusakaku bermain.&lt;br /&gt;Cengkeramanya semakin keras, hingga kuakhiri dengan mengangkat pahaku kananku, memutar tubuhku menghadapinya.&lt;br /&gt;Segera kuberada di ujung dipan, berhadapan dengan kedua pahanya yang sudah terbuka cukup lebar itu.&lt;br /&gt;Sambil meraih tissue terakhir, kuusap lendir yang membasahi lubang kemaluannya dengan lembut, sementara Shanty mengerang sudah mununggu dengan tidak sabar untuk melakukan adegan final.&lt;br /&gt;Dengan sedikit kasar kutarik pahanya mendekatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hagh! - pekiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuangkat sedikit panggulnya, dan dengan perlahan aku maju mengarahkan pusakaku ke lubangnya yang kini terbuka ke atas.&lt;br /&gt;Sambil bertopang dengan tanganku, dengan perlahan pusakaku kumasukkan ke dalam, menikmati mulut bawah Shanty yang lebih nikmat itu. kumasukan sampai pangkal pahaku menyentuh miliknya, membuatnya merintih perlahan menikmatinya.&lt;br /&gt;Kemudian kuangkat tubuhku naik hingga setengah kepalanya keluar, tinggal ujung kepala pusakaku yang tersisa didalam.&lt;br /&gt;kemudian kuhunjamkan cepat2 dan dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Argh! - pekiknya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucabut hingga ujung kepala saja yang tertinggal secara perlahan, kemudian mehunjamkan cepat2 ke dalam miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- AArgh! - pekiknya sambil meremas lenganku, memandangiku ingin tahu apa yang akan kulakukan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kucabut cepat dan kuhujam secara cepat tapi agak lama di dalam dan di luar lubang, membuatnya mengangkat alis dan memekik terus saat kulakukan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Argh!&lt;br /&gt;- Argh!&lt;br /&gt;- Ahh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kubuat tempo cepat semuanya, menghujam kedalam, mencabut setengah, berada di dalam atau diluar. tubuhku naik turun karenanya. Semakin cepat gerakanku hingga ia memekik panjang panjang sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- AAAAAAAHHHHHH!!!! AAAAHHHH!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tubuhnya bergoyang juga, ke kanan, kiri, depan, belakang, mencari irama yang sama.&lt;br /&gt;Kupercepat lagi gerakanku seperti mendrill atau membor di lubangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- AAAAAAAAAAAAAAAAARRRGGGHHH!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriakan panjangnya berhenti saat aku menghentikan gerakankusekeika.&lt;br /&gt;Terlihat tubuhnya masih bergerak cepat berusaha mengimbangi gerakanku yang tadi. Lalu mulai ikut berhenti.&lt;br /&gt;Tersengal sengal ia menutup mukanya, perutnya bergoyang naik turun sesuai nafasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuangkat paha kanannya, kusandarkan betisnya kebahu kiriku, membuatnya setengah terguling ke sisi. sambil melirikku, ia tersenyum senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Lakukan sayang ... sesukamu. milikmu semuanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubenamkan pusakaku kemudian menarik bergantian dengan berirama semakin cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mmm! MM!! MMM!! - memekik tertahan seirama gerakanku Shanty kini tidak mengeluarkan suara seperti tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupindahkan pahanya ke bahu kiriku, sambil mengangkat lutut kananku menahan agar tubuhnya tidak menutup ke bawah semua. aku masih ingin memainkan tanganku dilubangnya. dengan sedikit membungkuk, sambil menghujam dan menarik pusaka, kuusap tangan kananku ke bagian depan lubang, tempat daging kecil itu berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- AAARGH!! ARGH!! - bersuara lagi si Shanty&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini kupercepat gerakanku seperti tadi, seirama juga tangan kananku mengusap usap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil memekik keras Shanty meremas seprei, memandangku, menunduk, memandangku lagi dan menunduk lama sambil menarik bantal meremas seolah hendak meremukaannya.&lt;br /&gt;Sudah paling cepat gerakanku ini, tak mungkin lebih cepat lagi, tapi kubiarkan irama ini terus berlangsung, seirama saat aku melakukan lari cepat mengelilingi lapangan saat latihan.&lt;br /&gt;Beberapa saat berlalu...&lt;br /&gt;Tiba2 tubuhnya berkelojotan, bergelinjang, bergetar diiringi teriakan tertahan panjangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- AAAAARGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa sekali otot tubuhnya kencang semua, mengejang, bergoyang tubuhnya bergerak hendak memeluk betis kananku. Tapi seperti kandas di tengah jalan, Shanty sekarang lemass, menutupi wajahnya dengan bantal, otot di pahanya terasa lemas sekarang, tidak kencang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupindahkan betis kanannya ke bahu kiriku, sekarang paha kirinya kuangkat, betisnya kusandarkan ke bahu kananku.Dengan mendorong sedikit, kini aku meraih bantal dan meletakkan di bawah panggulnya.&lt;br /&gt;Terlihat wajah Shanty didepanku terkulai lemas, mulutnya sedikit terbuka, ada buih tipis mengalir keluar, sementar matanya memandangku kelelahan. Ingin ia mennghentikanku tapi kecupan di keningnya menahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tunggu ya sayangku ... sebentar lagi sampai ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisikku. Yang kemudian dibalas dengan senyumnya.&lt;br /&gt;Betisnya yang kini mengapit kepalaku, kuhujamkan pusakaku ke lubang Shanty yang terasa lebih sempit sekarang.&lt;br /&gt;Kuhujam naik turun mencari rasa gesekan di pusakaku, kusilangkan sekarang betisnya di depanku.&lt;br /&gt;Dengan mengerenyutkan dahi dan nafas terengah Shanty menatapku sayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupercepat gerakanku setelah menemukan gesekan yang pas dan nikmat, kulihat tangannya mencengkeram lenganku dan bantal di bawah panggulnya. Kutahu akan sampai.&lt;br /&gt;Kupercepat lagi ... kali ini kupeluk tubuhnya yang berlipat sekarang, sambil mendesah mengikuti gerakanku, aku mulai merasa puncak kenikmatan itu hampir tercapai.&lt;br /&gt;Sambil kupeluk erat tubuhnya, kupercepat gerakanku dan kulepaskan energi di bawah pusarku ke sarang milik Shanty yang sudah siap dari tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- UUrrhgghhh - suara kerongkonganku mengiringi tercapainya puncak malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurebahkan tubuhku di sebelahnya, yang merangkul leherku sambil berbisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Love You mas ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulas kami terlentang, dimana tembang slow rock Chriss Cornell menemani kami tidur. Kulirik jam yang belum mencapai midnight, tapi sudah lelah aku ingin tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suara warning sound di laptop terdengar nyaring membangunkanku. Aku melihat sekeliling kamar yang kosong, aku ingin menuju kamar mandi membasuh badan dan berendam lama di sana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar adzan subuh di ruang lobby saat aku turun ke bawah mencari Shanty. Sekiranya dia masih ada di hotel ini.&lt;br /&gt;Kupandang sekeliling ruangan yang sepi ini lalu aku bergerak ke lift, menuju lantai dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai disana, masih sepi dan kulihat pemuda yang mngisi ember dengan cairan pembersih lantai menyapaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Selamat pagi pak, ada yang bisa dibantu ?&lt;br /&gt;- Bu Shanty mana mas ?&lt;br /&gt;- Oh baru saja pulang, terlihat letih, mungkin semaleman kerja lemburnya membuatnya kelelahan.&lt;br /&gt;- Ow begitu, terima kasih mas.&lt;br /&gt;- Ada yang bisa dibantu pak ?&lt;br /&gt;- Well that's it all mas, thank you ya&lt;br /&gt;- Ya pak, selamat pagi ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah pulang dia, belum berbicara banyak kita semalam, kecuali beraksi banyak.&lt;br /&gt;Kulangkahkan kakiku ke depan pintu lift, menunggu lift datang lagi. Sambil berpikir rencana kegiatan pagi ini.&lt;br /&gt;Pintu lift terbuka, terlihat Lia berdiri menunduk di dalamnya, bersama Dini yang memegang lengan kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Selamat pagi - sapaku.&lt;br /&gt;- Hai - jawab Dini berat.&lt;br /&gt;- Nikmat jalan2nya ? meluangkan waktu semalam di mana tadi ?&lt;br /&gt;- Ah, berakhir di diskotik sebelah, masih area hotel ini juga mas.&lt;br /&gt;- Ikut nginap di hotel sini akhirnya ya ?&lt;br /&gt;- He eh - angguknya.&lt;br /&gt;- Keberatan kutemani ke kamar Lia ?&lt;br /&gt;- Ah, kebetulan mas. bimbing dia juga. agak berat nih.&lt;br /&gt;- Okay kubantu. - kataku bergeser ke sebelah Lia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harum wangi minuman yang tercium membuatku ikut melayang.&lt;br /&gt;Kuantar mereka sampai kamar yang ditunjuk Dini. Ternyata kamar Sisil juga. Kubiarkan Dini masuk sambil memapah Lia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Aku balik ke kamarku ya - pamitku&lt;br /&gt;- Oh ya mas, makasih - sambil meutar badan, kerepotan dengan Lia yang digandengnya dibarengi menutup pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah lift sudah tertutup dan ke bawah lagi. membuatku menuggu lagi di depan pintunya.&lt;br /&gt;Selang beberapa saat dibarengi pintu lift yang terbuka, badanku di dorong masuk dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hei - ujarku&lt;br /&gt;- Mas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Dini. Wanita cantik jelita teman Lia tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mendorongku ke dinding lift, Dini dengan terbelalak tersenyum nakal bertanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sisil masih dalam posisi telah melakukan sesuatu yang heboh semalam. Kulihat sekeliling kamar, dan kudapat kartu nama dengan nama mas di meja. Dan parfum ruangan yang sama dengan yang mas pakai. Hayo mengaku. Apakah heboh semalam ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kujawab dengan mengedipkan mata kananku&lt;br /&gt;- Kau ingin tahu detailnya ? itu kejadian sore. kejadiam malam atau pagi ini, mari ke kamarku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hihihi - tawa Dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannya meraih tanganku, bersamaan dengan dibukanya pintu lift.&lt;br /&gt;Aku mulai terbayang lagi apa yang akan terjadi pagi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menutup kamarku dan menguncinya, aku memeluk Dini, yang dengan renyah tertawa kecil.&lt;br /&gt;Kubuka rompi yang menutupi bajunya, dan dengan bantuan tangannnya melepaskan blueas putih serta bra hitamnya.&lt;br /&gt;Tersembul keluar kedua buah indah di dadanya dengan ujung merah muda.&lt;br /&gt;tersenyum ia melepaskan pakaian dan celanaku sementara rok mininya kusingkap sekilas, dan kutarik kebawah kain hitam segitiga pembungkus pangkal pahanya.&lt;br /&gt;ketika hendak melepas rok mini hitamnya, kutahan tangannya dan kuarahkan ke dadanya.&lt;br /&gt;Sambil memutar tubuhnya menghadap cermin kami berdua yang bertelanjang dada ini tersenyum.&lt;br /&gt;Segera kuremas yang ada di depan tanganku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- OOuugh!! - pekiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuremas sedikit kasar tapi malah membuatnya memekik kesenganan berkelangsungan.&lt;br /&gt;Terus kumelakukannya sampai beberapa saat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Agh! ... Yes! OWh ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuhantar tangannya meremas buah dadanya sendiri, sambil terperjam ia menikmatinya. Kemudian tanganku meninggalkan tangannya, turun ke bawah menyibakkan rock mininya memperliahtkan pangkal paha yang putih indah terbungkus bulu2 pendek bekas dicukur.&lt;br /&gt;segera kusambar dengan kedua tanganku, meremasnya, menyebabkan pekikan nyaring dan terbuka matanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- AAGH!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi Dini tersenyum. bukan main, dia menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Aaaarrrghh ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikmati kesenangan dengan lenguh dan nafas beratnya, kutarik kursi mendekat dan mengangkat paha kirinya, meletakkan kakinya di atas kursi. Semakin jelas pemandangan indah di cermin depanku terlihat.&lt;br /&gt;Dini juga melihat aku menikmati pemandangan itu, segera ia mengarahkan lubangnya ke cermin agar tampak lebih jelas.&lt;br /&gt;Kedua tanganku sudah bermain di situ. yang satu mengusap daging kecilnya, yang satu mengusap lubang vaginanya. rintihnya menikmati usahaku sambil menggoyangkan badan ia meremas dadanya. Ia&lt;br /&gt;masih menatap kaca, saat aku baringsut ke depannya membelakangi cermin dan berlutut menghadapi kemaluannya yang indah itu. segera saja kuangkat wajahku menghisap, memutar daging di dalamnya dengan lidahku.&lt;br /&gt;tangan kananku mulai mencoba menguak lubang vaginanya dengan jari-jariku, sementara tangan kiriku merangkul pahanya dan meremas pantannya.&lt;br /&gt;Ia menengadah ke atas memekik tertahan saat jari kananku masuk ke lubang milik Dini.&lt;br /&gt;Kali ini langsung tiga ujung jariku berusaha menguak menekan masuk ke dalam. kuputar tanganku seperti membor lubangnya dan kutarik dan kumasukan berirama&lt;br /&gt;Dini kini melengking pekiknya mengikuti nikmat gerakan tanganku.&lt;br /&gt;Kupercepat, masuk semua tiga jariku dan dia menunduk memejamkan mata, membukanya sebntar, memekik lagi, sambil mengangkat wajahnya ke atas.&lt;br /&gt;Ah, merasakan nikmat benar wanita ini.&lt;br /&gt;Tangan kiriku manyambar botol minuman di meja yang sudah ketenggak habis tadi isinya. Kupindahkan ke tangan kanan melalui belakang tubuhnya, yang segera kucoba kumasukan kepalanya ke lubang Dini yang mulai lebar dan basah itu.&lt;br /&gt;Kutekan botol itu ke atas perlahan sambil tetap memeluk paha kirinya. Dini menjeri kecil sambil menjinjitkan kaki kirinya di atas kursi.&lt;br /&gt;kumainkan naik turun perlahan dan tambah dalam, Dini memekik sambil mengangkat kaki kirinya ke meja sekarang.&lt;br /&gt;tangannya sekarang meremas kepalaku sambil berteriak kecil memekik tiada henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- ARGH!! kasur!! berbaring!! Argh!! Penat!! Argh ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil perlahan mendorong ke bibir kasur aku tetap melakukan kegiatanku memasukan dan mencabut botol di kemaluannya itu. Setelah terduduk dan kemudian berbaring dengan kaki masih menggantung di pinggir tempat tidur kuteruskan kegiatanku itu.&lt;br /&gt;Mulutku sudah basah oleh lendirku sendiri atau miliknya, kini dengan dengan bertambah cepat, kulakukan usahaku ini mengolah lubang di depanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian kakinya diangkat, bergetar, dibarengi getaran di perutnya dan dibawah perutnya, bersaamaan dengan otonya yang mengejang tegang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- EEERRRGGGGGGGHHHHHH !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak berteriak, tapi telah mencapai apa yang dicarinya tadi.&lt;br /&gt;Tidak kubiarkan istirahat, setelah menurunkan celanaku memperlihatkan pusakaku yang tegang, ku naik tempat tidur melangkahi tubuhnya dengan kaki kiri, kemudian membungkuk mengarahkan pusakaku ke bawah, ke arah mulutnya.&lt;br /&gt;Dini sigap dan menyambar milikku sementara kedua tanganku membuka lagi belahan pangkal paha Dini dan memutar botol ke kanan dan kiri, mencabut setengah dan memasukkannya. aku mengalami sensasi hebat di pusakaku sembari menonton sendiri perbuatanku.&lt;br /&gt;Cukup tegang milikku jika untuk penetrasi ke dalam milik Dini.&lt;br /&gt;Kuturun dipan dan kugulirkan tubuhnya telungkup, dan menarik sediki pahanya sehingga lututnya menyentuh lantai. Kubuka pahanya dan segera kumasukkan pusakaku dalam lubang Dini yang basah semua itu.&lt;br /&gt;Kulakukan gerakan maju mundur dengan cepat. Kubuka belahan pantatnya dan tampak lubang yang kecil yang juga indah, bersih terawat.&lt;br /&gt;Pusakaku yang telah basah kena lendir di vaginanya, mulai ku arahkan ke lubang kecil di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- ARAGHH!! - Dini menjerit nyaring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tetap telungkup dia menikmatinyua.&lt;br /&gt;Tangan kananku yang bkerja lagi di vaginanya menutupi usahaku ke arah lubang kecil pantatnya ini.&lt;br /&gt;Sembari memberi ludah banyak banyak di lubang, pusakaku perlahan tapi pasti berusaha keras melakukan tugasnya menembus elastisitas luang kecil itu.&lt;br /&gt;Dini masih mnjerit, memekik, mendesah, seirama gerakan tangan kananku dan botol yang bersamanya.&lt;br /&gt;Pusakaku sudah setengah kepalanya masuk menunggu tekanan berikutnya.&lt;br /&gt;Sambil perlahan terus menekan, mendengar rintihan Dini, aku mempercepat gerakan tanganku.&lt;br /&gt;Pantat Dini terus kupijat dengan tangan kiri melemaskan otot sekitar lubang yang hendak kumasuki.&lt;br /&gt;Setelah berapa lengkingan dan teriakan Dini, akhirnya kepala pusakaku beserta sebagian lehernya sudah didalam lubang.&lt;br /&gt;Kukeluarkan ludahku banyak2 membasahi lubang pantatnya, mulai kutarik dan kumasukan pusakaku.&lt;br /&gt;Dini menjerit tertahan sambil meremas kasur, seprei, menggigit bantal di depannya, tapi terus kulanjutkan usahaku sampai aku menemukan irama yan tepat untuk si pusakaku.&lt;br /&gt;tidak terbenam seluruhnya tapi rasa pijitan kuat dan remasan di kepala pusakaku sangat-sangatlah terasa nikmat. hingga kupercepat iramanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- HMMM!!! HHHHMMM!!! HHHMMM!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini menjerit sekeras-kerasnya tapi tertahan suaranya oleh bantal yang digigitnya sendiri sambil membenamkan wajahnya kebawah dalam2. Membuat tenang hatiku melakukan hal yang sungguh nikmat ini.&lt;br /&gt;Tangan keluar masuk memutar memainkan botol di lubang vagina, tubuhku naik turun memainkan pusakaku di lubang pantatnya yang putih itu.&lt;br /&gt;Jeritannya yang mengikuti iramaku itu begitu menekan tekanan darahku, mambuatku hampir mencapai tujuan.&lt;br /&gt;akhirnya kupercepat gerakanku di dua lubang Dini, yang diikuti irama jeritannya mengimbangiku.&lt;br /&gt;Badannya tetap bergoyang, pantatnya bergerak tak beraturan, entah merasakan nikmat atau sakit aku tak peduli.&lt;br /&gt;Tiba2 aku dikejutkan dengan ketatnya otot yang mencengkeram pusakaku di pantatnya, memyebabkan aku segera mencapai puncakku. yang segera kupaksa kupercepat tempo iramaku.&lt;br /&gt;Bukan main nikmatnya .... Kuraih nikmatku sekarang ....&lt;br /&gt;Dini menjerit panjang tanpa ditutup bantal, kepalanya mendongak ke atas, otot sekujur tubuhnya mengejang, tangannya meremas sprei dan bantal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan puncakku tercapai seaat setelah itu ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini menoleh menatapku, mengeluarkan air mata, tapi tersenyun ... dan kucabut perlahan pusakaku setelah mengecil. Meskipun telah mengecil, terasa sekali otot yang meremasnya masih tegang di ditu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini mencoba bangkit tapi tertunduk lagi ke depan sedikit menungging sambil melebarkan kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- masss ... aku belum pernah lewat situ mas .... sakittt ... - protesnya berbisik.&lt;br /&gt;- istirahat dulu Din, aku tau, tapi kapan lagi kalau tidak mencobanya. - belaiku menenangkannya.&lt;br /&gt;- tapi nikmat kan ? seperti malam pertamamu dahulu kan sayang .... - kubelai lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tangannya merangkul tubuhku sambil menangis sesenggukan.&lt;br /&gt;Dia berusaha berdiri tapi akhirnya berbaring telungkup lagi ... sambil menggigit bibir bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjalan ke kamar mandi, berusaha membersihkan diri segera, sebelum tiba waktunya menemani client ke Malang setelah sarapan pagi nanti.&lt;br /&gt;Benar benar tak pernah terpikir olehku kejadian yang tidak sampai 24 jam terakhir ini yang kualami. Tidak pernah terpikir sampai akhirnya terjadi.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6056219646150275037-1266253133678331705?l=ceritadewasaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/1266253133678331705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/sisil-lia-shanty-dan-dini-yang-kujumpai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/1266253133678331705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/1266253133678331705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/sisil-lia-shanty-dan-dini-yang-kujumpai.html' title='Sisil, Lia, Shanty dan Dini yang kujumpai'/><author><name>Cerita Dewasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10503353024309120878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6056219646150275037.post-7408948796093516586</id><published>2011-12-26T19:46:00.001-08:00</published><updated>2011-12-26T19:46:23.969-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><title type='text'>Pembantuku Yang Lugu</title><content type='html'>&lt;b&gt;Sebut saja namaku Paul. Aku bekerja di sebuah instansi pemerintahan di kota S, selain juga memiliki sebuah usaha wiraswasta. Sebetulnya aku sudah menikah, bahkan rasanya istriku tahu akan hobiku mencari daun-daun muda untuk “obat awet muda”. Dan memang pekerjaanku menunjang untuk itu, baik dari segi koneksi maupun dari segi finansial. Namun semenjak istriku tahu aku memiliki banyak sekali simpanan, suatu hari ia meninggalkanku tanpa pamit. Biarlah, malah aku bisa lebih bebas menyalurkan hasrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pembantu yang lama keluar untuk kawin di desanya, aku terpaksa mencari penggantinya di agen. Bukan saja karena berbagai pekerjaan rumah terbengkalai, juga rasanya kehilangan “obat stress”. Salah seorang calon yang menarik perhatianku bernama Ningsih, baru berusia (hampir) 16 tahun, berwajah cukup manis, dengan lesung pipit. Matanya sedikit sayu dan bibirnya kecil seksi. Seandainya kulitnya tidak sawo matang (meskipun bersih dan mulus juga), dia sudah mirip-mirip artis sinetron. Meskipun mungil, bodinya padat, dan yang terpenting, dari sikapnya aku yakin pengalaman gadis itu tidak sepolos wajahnya. Tanpa banyak tanya, langsung dia kuterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah beberapa hari, terbukti Ningsih memang cukup cekatan mengurus rumah. Namun beberapa kali pula aku memergokinya sedang sibuk di dapur dengan mengenakan kaos ketat dan rok yang sangat mini. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, aku mendekat dari belakang dan kucubit paha gadis itu. Ningsih terpekik kaget, namun setelah sadar majikannya yang berdiri di belakangnya, ia hanya merengut manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore ini sepulang kerja aku kembali dibuat melotot disuguhi pemandangan yang ‘menegangkan’ saat Ningsih yang hanya berdaster tipis menungging sedang mengepel lantai, pantatnya yang montok bergoyang kiri-kanan. Tampak garis celana dalamnya membayang di balik dasternya. Tidak tahan membiarkan pantat seseksi itu, kutepuk pantat Ningsih keras-keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngepel atau nyanyi dangdut sih? Goyangnya kok merangsang sekali!” Ningsih terkikik geli mendengar komentarku, dan kembali meneruskan pekerjaannya. Dengan sengaja pantatnya malah digoyang semakin keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geli melihat tingkah Ningsih, kupegang pantat gadis itu kuat-kuat untuk menahan goyangannya. Saat Ningsih tertawa cekikikan, jempolku sengaja mengelus selangkangan gadis itu, menghentikan tawanya. Karena diam saja, perlahan kuelus paha Ningsih ke atas, menyingkapkan ujung dasternya.”Eh… Ndoro… jangan..!” cegah Ningsih lirih.&lt;br /&gt;“Nggak pa-pa, nggak usah takut, Nduk..!”&lt;br /&gt;“Jangan, Ndoro… malu… jangan sekarang..!”&lt;br /&gt;Dengan tergesa Ningsih bangkit membereskan ember dan kain pel, lalu bergegas menuju ke dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya lewat intercom aku memanggil Ningsih untuk memijat punggungku yang pegal. Seharian penuh bersidang memang membutuhkan stamina yang prima. Agar tenagaku pulih untuk keperluan besok, tidak ada salahnya memberi pengalaman pada orang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu muncul masih dengan daster merah tipisnya sambil membawa minyak gosok. Ningsih duduk di atas ranjang di sebelah tubuhku.&lt;br /&gt;Sementara jemari lentik Ningsih memijati punggung, kutanya, “Nduk, kamu sudah punya pacar belum..?”&lt;br /&gt;“Disini belum Ndoro…” jawab gadis itu.&lt;br /&gt;“Disini belum..? Berarti di luar sini sudah..?”&lt;br /&gt;Sambil tertawa malu-malu gadis itu menjawab lagi, “Dulu di desa saya pernah, tapi sudah saya putus.”&lt;br /&gt;“Lho, kenapa..?”&lt;br /&gt;“Habis mau enaknya saja dia.”&lt;br /&gt;“Mau enaknya saja gimana..?” kejarku.&lt;br /&gt;“Eh… itu, ya… maunya ngajak gituan terus, tapi kalau diajak kawin nggak mau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membalikkan badan agar dadaku juga turut dipijat.&lt;br /&gt;“Gituan gimana? Memangnya kamu nggak suka..?”&lt;br /&gt;Wajah Ningsih memerah, “Ya… itu… ngajak kelonan… tidur telanjang bareng…”&lt;br /&gt;“Kamu mau aja..?”&lt;br /&gt;“Ih, enggak! Kalau cuma disuruh ngemut burungnya saja sih nggak pa-pa. Mau sampai selesai juga boleh. Tapi yang lain Ningsih nggak mau..!”&lt;br /&gt;Aku tertawa, “Lha apa nggak belepotan..?”&lt;br /&gt;“Ah, enggak. Yang penting Ningsih juga puas tapi tetep perawan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin terbahak, “Kalau kamu juga puas, terus kenapa diputus..?”&lt;br /&gt;“Abis lama-lama Ningsih kesel! Ningsih kalau diajak macem-macem mau, tapi dia diajak kawin malah main mata sama cewek lain! Untung Ningsih cuma kasih emut aja, jadi sampai sekarang Ningsih masih perawan.”&lt;br /&gt;“Main emut terus gitu apa kamu nggak pengin nyoba yang beneran..?” godaku.&lt;br /&gt;Wajah Ningsih kembali memerah, “Eh… katanya sakit ya Ndoro..? Terus bisa hamil..?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Ningsih berlutut mengangkangi tubuhku sambil menggosokkan minyak ke perutku. Saat gadis itu sedikit membungkuk, dari balik dasternya yang longgar tampak belahan buah dadanya yang montok alami tanpa penopang apapun.&lt;br /&gt;Sambil tanganku mengelus-elus kedua paha Ningsih yang terkangkang, aku menggoda, “Kalau sama Ndoro, Ningsih ngasih yang beneran atau cuma diemut..?”&lt;br /&gt;Pipi Ningsih kini merah padam, “Mmm… memangnya Ndoro mau sama Ningsih? Ningsih kan cuma pembantu? Cuma pelayan?”&lt;br /&gt;“Nah ini namanya juga melayani. Iya nggak?”&lt;br /&gt;Ningsih hanya tersenyum malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaah! Itu kan cuma jabatan. Yang penting kan orangnya..!”&lt;br /&gt;“Ehm.., kalau hamil gimana..?”&lt;br /&gt;“Jangan takut Nduk, kalau cuma sekali nggak bakalan hamil. Nanti Ndoro yang tanggung jawab..”&lt;br /&gt;Meskipun sedikit ragu dan malu, Ningsih menuruti dan menanggalkan dasternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil meletakkan pantatnya di atas pahaku, gadis itu dengan tersipu menyilangkan tangannya untuk menutupi kemontokan kedua payudaranya. Untuk beberapa saat aku memuaskan mata memandangi tubuh montok yang nyaris telanjang, sementara Ningsih dengan jengah membuang wajah. Dengan tidak sabaran kutarik pinggang Ningsih yang meliuk mulus agar ia berbaring di sisiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seumur hidup mungkin baru sekali ini Ningsih merasakan berbaring di atas kasur seempuk ini. Langsung saja kusergap gadis itu, kuciumi bibirnya yang tersenyum malu, pipinya yang lesung pipit, menggerayangi sekujur tubuhnya dan meremas-remas kedua payudaranya yang kenyal menggiurkan. Puting susunya yang kemerahan terasa keras mengacung. Kedua payudara gadis itu tidak terlalu besar, namun montok pas segenggaman tangan. Dan kedua bukit itu berdiri tegak menantang, tidak menggantung. Gadis desa ini memang sedang ranum-ranumnya, siap untuk dipetik dan dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mmmhh… Oh! Ahhh! Oh… Ndorooo… eh.. mmm… burungnya… mau Ningsih emut dulu nggak..?” tanya gadis itu diantara nafasnya yang terengah-engah.&lt;br /&gt;“Lepas dulu celana dalam kamu Nduk, baru kamu boleh emut.”&lt;br /&gt;Tersipu Ningsih bangkit, lalu memelorotkan celana dalamnya hingga kini gadis itu telanjang bulat. Perlahan Ningsih berlutut di sisiku, meraih kejantananku dan mendekatkan wajahnya ke selangkanganku. Sambil menyibakkan rambutnya, gadis itu sedikit terbelalak melihat besarnya kejantananku. Mungkin ia membayangkan bagaimana benda berotot sebesar itu dapat masuk di tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera merasakan sensasi yang luar biasa ketika Ningsih mulai mengulum kejantananku, memainkan lidahnya dan menghisap dengan mulut mungilnya sampai pipinya ‘kempot’. Gadis ini ternyata pintar membuat kejantananku cepat gagah.&lt;br /&gt;“Ehm… srrrp… mmm… crup! Ahmm… mmm… mmmh..! Nggolo (ndoro)..! Hangang keyas-keyas (jangan keras-keras)..! Srrrp..!”&lt;br /&gt;Gadis itu tergeliat dan memprotes ketika aku meraih payudaranya yang montok dan meremasinya. Namun aku tak perduli, bahkan tangan kananku kini mengelus belahan pantat Ningsih yang bulat penuh, terus turun sampai ke bibir kemaluannya yang masih jarang-jarang rambutnya. Maklum, masih perawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu tergelinjang tanpa berani bersuara ketika jemariku menyibakkan bibir kemaluannya dan menelusup dalam kemaluannya yang masih perawan. Merasa kejantananku sudah cukup gagah, kusuruh Ningsih mengambil pisau cukur di atas meja, lalu kembali ke atas ranjang. Tersipu-sipu gadis perawan itu mengambil bantal berusaha untuk menutupi ketelanjangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malu-malu gadis itu menuruti perintah majikannya berbaring telentang menekuk lutut dan merenggangkan pahanya, mempertontonkan rambut kemaluannya yang hanya sedikit. Tanpa menggunakan foam, langsung kucukur habis rambut di selangkangan gadis itu, membuat Ningsih tergelinjang karena perih tanpa berani menolak. Kini bibir kemaluan Ningsih mulus kemerahmerahan seperti kemaluan seorang gadis yang belum cukup umur, namun dengan payudara yang kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sigap aku menindih tubuh montok menggiurkan yang telanjang bulat tanpa sehelai benang pun itu. Tersipu-sipu Ningsih membuang wajah dan menutupi payudaranya dengan telapak tangan. Namun segera kutarik kedua tangan Ningsih ke atas kepalanya, lalu menyibakkan paha gadis itu yang sudah mengangkang. Pasrah Ningsih memejamkan mata menantikan saatnya mempersembahkan keperawanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu menahan nafas dan menggigit bibir saat jemariku mempermainkan bibir kemaluannya yang basah terangsang. Perlahan kedua paha mulus Ningsih terkangkang semakin lebar. Aku menyapukan ujung kejantananku pada bibir kemaluan gadis itu, membuat nafasnya semakin memburu. Perlahan tapi pasti, kejantananku menerobos masuk ke dalam kehangatan tubuh perawan Ningsih. Ketika selaput dara gadis manis itu sedikit menghalangi, dengan perkasa kudorong terus, sampai ujung kejantananku menyodok dasar liang kemaluan Ningsih. Ternyata kemaluan gadis ini kecil dan sangat dangkal. Kejantananku hanya dapat masuk seluruhnya dalam kehangatan keperawanannya bila didorong cukup kuat sampai menekan dasar kemaluannya. Itu pun segera terdesak keluar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ningsih terpekik sambil tergeliat merasakan pedih menyengat di selangkangannya saat kurenggutkan keperawanan yang selama ini telah dijaganya baik-baik. Tapi gadis itu hanya berani meremas-remas bantal di kepalanya sambil menggigit bibir menahan sakit. Air mata gadis itu tak terasa menitik dari sudut mata, mengaburkan pandangannya. Ningsih merintih kesakitan ketika aku mulai bergerak menikmati kehangatan kemaluannya yang serasa ‘megap-megap’ dijejali benda sebesar itu. Namun rasa sakit dan pedih di selangkangannya perlahan tertutup oleh sensasi geli-geli nikmat yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap kali kejantananku menekan dasar kemaluannya, gadis itu tergelinjang oleh ngilu bercampur nikmat yang belum pernah dirasakannya. Kejantananku bagai diremas-remas dalam liang kemaluan Ningsih yang begitu ‘peret’ dan legit. Dengan perkasa kudorong kejantananku sampai masuk seluruhnya dalam selangkangan gadis itu, membuat Ningsih tergelinjang-gelinjang sambil merintih nikmat tiap kali dasar kemaluannya disodok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahh… Ndoro..! Aa… ah..! Aaa… ahk..! Oooh..! Ndorooo… Ningsih pengen… pih… pipiiis..!&lt;br /&gt;Aaa… aahh..!”&lt;br /&gt;Sensasi nikmat luar biasa membuat Ningsih dengan cepat terorgasme.&lt;br /&gt;“Tahan Nduk! Kamu nggak boleh pipis dulu..! Tunggu Ndoro pipisin kamu, baru kamu boleh pipis..!”&lt;br /&gt;Dengan patuh Ningsih mengencangkan otot selangkangannya sekuat tenaga berusaha menahan pipis, kepalanya menggeleng-geleng dengan mata terpejam, membuat rambutnya berantakan, namun beberapa saat kemudian…&lt;br /&gt;“Nggak tahan Ndorooo..! Ngh…! Ngh…! Ngggh! Aaaiii… iik..! Aaa… aaahk..!” Tanpa dapat ditahan-tahan, Ningsih tergelinjang-gelinjang di bawah tindihanku sambil memekik dengan nafas tersengal-sengal.&lt;br /&gt;Payudaranya yang bulat dan kenyal berguncang menekan dadaku saat gadis itu memeluk erat tubuh majikannya, dan kemaluannya yang begitu rapat bergerak mencucup-cucup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpura-pura marah, aku menghentikan genjotannya dan menarik kejantananku keluar dari tubuh Ningsih.&lt;br /&gt;“Dibilang jangan pipis dulu kok bandel..! Awas kalau berani pipis lagi..!” Tampak kejantananku bersimbah cairan bening bercampur kemerahan, tanda gadis itu betul-betul masih perawan. Gadis itu mengira majikannya sudah selesai, memejamkan mata sambil tersenyum puas dan mengatur nafasnya yang ‘senen-kamis’. Di pangkal paha gadis itu tampak juga darah perawan menitik dari bibir kemaluannya yang perlahan menutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menarik pinggang Ningsih ke atas, lalu mendorong sebuah bantal empuk ke bawah pantat Ningsih, membuat tubuh telanjang gadis itu agak melengkung karena pantatnya diganjal bantal. Tanpa basa-basi kembali kutindih tubuh montok Ningsih, dan kembali kutancapkan kejantananku dalam liang kemaluan gadis itu. Dengan posisi pantat terganjal, klentit Ningsih yang peka menjadi sedikit mendongak. Sehingga ketika aku kembali melanjutkan tusukanku, gadis itu tergelinjang dan terpekik merasakan sensasi yang bahkan lebih nikmat lagi dari yang barusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau terus apa brenti, Nduk..?” godaku.&lt;br /&gt;“Aii… iih..! He.. eh..! Terus Ndorooo..! Enak..! Enak..! Aahh… Aiii… iik..!”&lt;br /&gt;Tubuh Ningsih yang montok menggiurkan tergelinjang-gelinjang dengan nikmat dengan nafas tersengal-sengal diantara pekikan-pekikan manjanya.&lt;br /&gt;“Ooo… ohh..! Ndoroo.., Ningsih pengen pipis.. lagiii… iih..!”&lt;br /&gt;“Yang ini ditahan dulu..! Tahan Nduk..!”&lt;br /&gt;“Aa.. aak..! Ampuuu… unnhh..! Ningsih nggak kuat… Ndorooo..!”&lt;br /&gt;Seiring pekikan manjanya, tubuh gadis itu tergeliat-geliat di atas ranjang empuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekikan manja Ningsih semakin keras setiap kali tubuh telanjangnya tergerinjal saat kusodok dasar liang kegadisannya, membuat kedua pahanya tersentak mengangkang semakin lebar, semakin mempermudah aku menikmati tubuh perawannya. Dengan gemas sekuat tenaga kuremas-remas kedua payudara Ningsih hingga tampak berbekas kemerah-merahan. Begitu kuatnya remasanku hingga cairan putih susu menitik keluar dari putingnya yang kecoklatan.&lt;br /&gt;“Ahhhk..! Aaa.. aah! Aduu.. uhh! Sakit Ndorooo..! Ningsih mau pipiiiiss..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan maksud menggoda gadis itu, aku menghentikan sodokannya dan mencabut kejantanannya justru disaat Ningsih mulai orgasme.&lt;br /&gt;“Mau pipis Nduk..?” tanyaku pura-pura kesal.&lt;br /&gt;“Oohh… Ndorooo… terusin dong..! Cuma ‘dikit, nggak pa-pa kok..!” rengek gadis itu manja.&lt;br /&gt;“Kamu itu nggak boleh pipis sebelum Ndoro pipisin kamu, tahu..?” aku terus berpura-pura marah.&lt;br /&gt;Tampak bibir kemaluan Ningsih yang gundul kini kemerah-merahan dan bergerak berdenyut.&lt;br /&gt;“Enggak! Enggak kok! Ningsih enggak berani Ndoro..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ningsih memeluk dan berusaha menarik tubuhku agar kembali menindih tubuhnya. Rasanya sebentar lagi gadis itu mau pipis untuk ketiga kalinya.&lt;br /&gt;“Kalau sampai pipis lagi, Ndoro bakal marah, lho Nduk..?” kuremas kedua buah dada montok Ningsih.&lt;br /&gt;“Engh… Enggak. Nggak berani.” Wajah gadis itu berkerut menahan pipis.&lt;br /&gt;“Awas kalau berani..!” kukeraskan cengkeraman tangannya hingga payudara gadis itu seperti balon melotot dan cairan putih susu kembali menetes dari putingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahk! Aah..! Nggak berani, Ndoro..!”&lt;br /&gt;Ningsih menggigit bibir menahan sakitnya remasan-remasanku yang bukannya dilepas malah semakin kuat dan cepat. Namun gadis itu segera merasakan ganjarannya saat kejantananku kembali menghajar kemaluannya. Tak ayal lagi, Ningsih kembali tergiur tanpa ampun begitu dasar liang kemaluannya ditekan kuat.&lt;br /&gt;“Ngh..! Ngh..! Nggghhh..! Ahk… Aaa… aahhh..! Ndorooo… ampuuu… uun..!”&lt;br /&gt;Tubuh montok gadis itu tergerinjal seiring pekikan manjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu cepatnya Ningsih mencapai puncak membuat aku semakin gemas menggeluti tubuh perawannya. Tanpa ampun kucengkeram kedua bukit montok yang berdiri menantang di hadapanku dan meremasinya dengan kuat, meninggalkan bekas kemerahan di kulit payudara Ningsih. Sementara genjotan demi genjotan kejantananku menyodok kemaluan gadis itu yang hangat mencucup-cucup menggiurkan, bagai memohon semburan puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu sendiri sudah tak tahu lagi mana atas mana bawah, kenikmatan luar biasa tidak henti-hentinya memancar dari selangkangannya. Rasanya seperti ingin pipis tapi nikmat luar biasa membuat Ningsih tidak sadar memekik-mekik manja. Kedua pahanya yang sehari-hari biasanya disilangkan rapat-rapat, kini terkangkang lebar, sementara liang kemaluannya tanpa dapat ditahan-tahan berdenyut mencucup kejantananku yang begitu perkasa menggagahinya. Sekujur tubuh gadis itu basah bersimbah keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hih! Rasain! Dibilang jangan pipis! Mau ngelawan ya..!” Gemas kucengkeram kedua buah dada Ningsih erat-erat sambil menghentakkan kejantananku sejauh mungkin dalam kemaluan dangkal gadis itu.&lt;br /&gt;Ningsih tergelinjang-gelinjang tidak berdaya tiap kali dasar kemaluannya disodok. Pantat gadis itu yang terganjal bantal empuk berulangkali tersentak naik menahan nikmat.&lt;br /&gt;“Oooh… Ndorooo..! Ahk..! Ampun..! Ampun Ndoroo..! Sudah..! Ampuuu.. unn..!” Ningsih merintih memohon ampun tidak sanggup lagi merasakan kegiuran yang tidak kunjung reda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu lama majikannya menggagahinya, seolah tidak akan pernah selesai. Tidak terasa air matanya kembali berlinang membasahi pipinya. Kedua tangan gadis itu menggapai-gapai tanpa daya, paha mulusnya tersentak terkangkang tiap kali kemaluannya dijejali kejantananku, nafasnya tersengal dan terputus-putus. Bagian dalam tubuhnya terasa ngilu disodok tanpa henti. Putus asa Ningsih merengek memohon ampun, majikannya bagai tak kenal lelah terus menggagahi kegadisannya. Bagi gadis itu seperti bertahun-tahun ia telah melayani majikannya dengan pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari kini Ningsih sedang terorgasme berkepanjangan, aku tarik paha Ningsih ke atas hingga menyentuh payudaranya dan merapatkannya. Akibatnya kemaluan gadis itu menjadi semakin sempit menjepit kejantananku yang terus menghentak keluar masuk. Ningsih berusaha kembali mengangkang, namun dengan perkasa semakin kurapatkan kedua paha mulusnya. Mata Ningsih yang bulat terbeliak dan berputar-putar, sedangkan bibirnya merah merekah membentuk huruf ‘O’ tanpa ada suara yang keluar. Sensasi antara pedih dan nikmat yang luar biasa di selangkangannya kini semakin menjadi-jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin bersemangat menggenjotkan kejantananku dalam hangatnya cengkeraman pangkal paha Ningsih, membuat gadis itu terpekik-pekik nikmat dengan tubuh terdorong menyentak ke atas tiap kali kemaluannya disodok keras.&lt;br /&gt;“Hih! Rasain! Rasain! Nih! Nih! Nihh..!” aku semakin geram merasakan kemaluan Ningsih yang begitu sempit dan dangkal seperti mencucup-cucup kejantananku.&lt;br /&gt;“Ahh..! Ampuuu…uun… ampun… Ndoro! Aduh… sakiit… ampuuu… un..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu merasakan kenikmatan mulai memuncak, dengan gemas kuremas kedua payudara Ningsih yang kemerah-merahan berkilat bersimbah keringat dan cairan putih dari putingnya, menumpukan seluruh berat tubuhku pada tubuh gadis itu dengan kedua paha gadis itu terjepit di antara tubuh kami, membuat tubuh Ningsih melesak dalam empuknya ranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekikan tertahan gadis itu, gelinjangan tubuhnya yang padat telanjang dan ‘peret’-nya kemaluannya yang masih perawan membuatku semakin hebat menggeluti gadis itu.&lt;br /&gt;“Aduh! Aduu… uuhh… sakit Ndoro! Aaah… aaamm… aaammpuuun… ampuuu… uun Ndoro..&lt;br /&gt;Ningsih… pipiiii… iiis! Aaammm… puuun..!”&lt;br /&gt;Dan akhirnya kuhujamkan kejantananku sedalam-dalamnya memenuhi kemaluan Ningsih, membuat tubuh telanjang gadis itu terlonjak dalam tindihanku, namun tertahan oleh cengkeraman tanganku pada kedua buah dada Ningsih yang halus mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa dapat kutahan, kusemburkan sperma dalam cucupan kemaluan Ningsih yang hangat menggiurkan sambil dengan sekuat tenaga meremas-remas kedua buah dada gadis itu, membuat Ningsih tergerinjal antara sakit dan nikmat.&lt;br /&gt;“Ahk! Auh..! Aaa… aauuhh! Oh… ampuuu…uun Ndoro! Terus Ndoro..! Ampuuun! Amm… mmh..! Aaa… aaakh..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan puas aku menjatuhkan tubuh di sisi tubuh Ningsih yang sintal, membuat gadis itu turut terguling ke samping, namun kemudian gadis itu memeluk tubuhku. Sambil terisak-isak bahagia, Ningsih memeluk tubuhku dan mengelus-elus punggungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengatur nafas, aku berpikir untuk menaikkan gaji Ningsih beberapa kali lipat, agar gadis itu betah bekerja di sini, dan dapat melayaniku setiap saat. Dengan tubuh yang masih gemetar dan lemas, Ningsih perlahan turun dari ranjang dan mulai melompat-lompat di samping ranjang.&lt;br /&gt;Keheranan aku bertanya, “Ngapain kamu, Nduk..?”&lt;br /&gt;“Katanya… biar nggak hamil harus lompat.. lompat, Ndoro..” jawab gadis itu polos.&lt;br /&gt;Aku tertawa terbahak-bahak mendengarnya, melihat cairan kental meleleh dari pangkal paha gadis itu yang mulus tanpa sehelai rambut pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;story by:&lt;br /&gt;francis drake    &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6056219646150275037-7408948796093516586?l=ceritadewasaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/7408948796093516586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/pembantuku-yang-lugu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/7408948796093516586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/7408948796093516586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/pembantuku-yang-lugu.html' title='Pembantuku Yang Lugu'/><author><name>Cerita Dewasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10503353024309120878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6056219646150275037.post-2068980887817346592</id><published>2011-12-26T19:45:00.003-08:00</published><updated>2011-12-26T19:45:53.569-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tante Girang'/><title type='text'>Nikmatnya Nafsu Birahi Ibu Kost</title><content type='html'>&lt;b&gt;Terus terang, semuanya terjadi secara tidak sengaja. Pada waktu itu aku membeli buku tentang indera ke-enam atau “bawah sadar”, tadinya sekedar iseng waktu berada di suatu toko buku. Inti buku itu mengajarkan begini. Kalau kita menginginkan sesuatu maka kita harus mencoba menvisualisasikannya.. Suatu saat apa yang kita visualisasikan itu akan terjadi, akan terlaksana. Mimpi? Bukan. Sebab untuk mencapai indera ke-enam seseorang justru tidak boleh tertidur, tetapi perlu menurunkan gelombang listrik di-otaknya dari gelombang beta menjadi alfa. Caranya? Gampang sekali.. Kita cukup memejamkan mata, membayangkan menuruni tangga spiral dengan minimal 10 gigi. Saat anda membayangkan ini, gelombang listrik di otak anda akan menurun frekuensinga dari 13 cycle atau lebih perdetik, menjadi 8-13 cycle per detik. Kelihatannya mudah tetapi butuh latihan, jadinya ya sukar.. He. He.. Nah di saat itulah kita memasuki bawah sadar (unconsciousness)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa keinginnan saya? Lha ini yang kurang ajar. Aku ingin nangkring di tubuh Nyai Elis (waktu muda panggilannya Neng Elis). Nyai Elis adalah ibu kostku. Kenapa Nyai? Pertama, kemungkinan hamil nol persen. Pada usia 48 tahun biasanya wanita sudah masuk masa menopause. Yang kedua, ditanggung bersih, sehat tak mungkin kena penyakit “kotor” seperti gonorrhoe, syphilis, HIV dsb. Yang ketiga, gratis tidak perlu bayar, karena sama-sama menikmati. Untuk wanita, bersebadan dengan orang usia lebih muda akan menambah hormon estrogen, hormon khas wanita. Kalau wanita kekurangan hormon ini akan menderita osteoporosis, yaitu tulang menjadi rapuh, mudah patah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sudah kepala empat, tapi jangan meremehkan kecantikannya. Wajah Nyai masih terlihat ayu. Kulit kuning langsat, tubuh langsing semampai. Secara legendaris, wanita sunda sangat rajin memelihara wajah dan tubuhnya. Mandi lulur sudah seperti prosedur tetap mingguan. Membedaki wajah dengan berbagai ramuan menjadi rutinitas harian. Itu sebabnya tidak hanya wajah dan tubuhnya yang mengesankan. Bau badannya juga sedap dengan aroma lembut. Lalu kalau mau tahu seperti siapa? Seperti siapa ya..? Nah kira-kira seperti itu.. Diana Lorenza, janda beranak satu dari Heru Kusuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tiga tahun aku tinggal di kost milik keluarga Padmadireja (suami Nyai Elis), pensiunan wedana di salah satu kabupaten di Jawa Barat. Keluarga Pak Padma-Nyai Elis ini mempunyai putera dua orang, semua sudah berkeluarga dan tinggal di Jakarta. Tinggalah BapakÂ–Ibu semang kostku ini dibantu seorang PRT dan seorang supir. Semua karyawan ini pulang sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seminggu aku latihan meditasi, belum ada hasil. Tambah tiga hari lagi, meskipun hampir putus asa. Tiba-tiba.., pada hari ke sebelas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu sudah pukul 10, pintu kamarku diketuk orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Agus.. Mas Agus”&lt;br /&gt;“Ya.. Nyai”&lt;br /&gt;“Tolong kerokin ibu sebentar ya..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pucuk dicinta, ulam tiba, burung dahaga, apem menganga.., hatiku berjingkrak bukan main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebentar Bu, saya ganti pakaian dulu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar-kamar yang dipakai kost letaknya di belakang rumah utama, dipisahkan oleh satu kebun kecil. Ada enam kamar, membentuk huruf U mengelilingi kebun. Masing-masing kamar berpenghuni satu orang. Kebetulan waktu itu masa liburan, namun karena aku harus mengejar “deadline” penyelesaian skripsi, terpaksa aku tidak dapat mudik. Hiya khan, masak sudah jadi mahasiswa PTN terkenal seantero dunia rela di-DO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita aku sudah duduk di tepi tempat tidur di kamar Nyai. Duduk dengan bersimpuh, ya.. seperti “pengerok” professional itu. Badan Nyai dalam posisi tengkurap di depan saya. Punggungnya yang putih, mulus tanpa penutup apapun. Hanya tali BH sudah dilepas, tetapi buah dadanya masih sedikit terlihat, tergencet di bawahnya.. Leher Nyai terlihat jenjang, putih, dengan rambut yang panjang sampai ke pinggang, disibakkan ke samping. Punggung ke bawah ada sejenis kain sarung yang diikatkan sekenanya secara longgar. Ke bawah, kain itu hanya menutupi sampai lipatan lutut. Di bawahnya betis yang halus, kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Nyai menghadap ke samping di mana saya duduk. Sesekali meraba lutut saya, entah apa maksudnya. Pemandangan ini mampu dan makin mengeraskan burungku yang sejak dari kamar tidurku mulai melongok, eh.. bangun menggeliat (Jawa: ngaceng). Dalam waktu 15 menit seluruh punggung Nyai sudah aku keroki. Suasana sekitar kamar hening, hanya degub jantungku yang makin mengeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burungku, pelan tapi pasti makin menegang juga. Aku diam, Nyai juga demikian. Mau ngomong apa aku? Bicara tentang Pak Padma..? Ah sama aja bicara tentang kompetitor. Toh malam ini aku yang akan menjadi “Mas Padma”, akan menumbuk padi di lumbung Nyai. Mau ngomong anak-anak Nyai? Yang akan ditengok Pak Padma yang sore tadi berangkat? Ngapain toh sebentar lagi aku akan menganggap Nyai ini ibarat pacarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pinggangnya juga ya Mas..”&lt;br /&gt;“Ya.. Ya.. Bu..”, jawabku seperti terbangun dari lamunan berahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tarik kain yang menutupi pinggang Nyai. Ya ampun.. Rupanya Nyai sudah melepas celana dalamnya. Kini di depan mataku ada pemandangan yang.. Waduh.. Ada gambaran parit sempit di tengah tulang pinggang memanjang ke bawah.. Terus.. Ke bawah, berujung di satu celah sempit di antara dua bukit pantat yang putih padat.. Menggemaskan.. Aku bayangkan.. Apa yang ada di depan pantat itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Nyai membalikkan badannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Depan ya Mas..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mata terbelalak kaget, kini aku melihat pemandangan yang luar biasa, yang belum pernah kulihat selama 24 tahun berada di kolong langit. Seorang wanita dengan kulit langsat telanjang bulat, dengan lingkaran perut pinggang ramping, buah dada masih lumayan besar, meskipun sudah rebah ke samping. Di tengan buah dada yang ber “pola” tempurung, terlihat puting besar warna hitam dikelilingi area hitam kecoklatan.. Di bawah pusar ada rambut yang mula-mula jarang tetapi semakin ke bawah semakin lebat, sepeti gambaran menara “Eiffel” dengan ujung runcingnya menuju pusar.. Di pangkal tumbuhnya rambut terdapat gundukan vagina yang pinggir kiri dan kanannya tumbuh rambut, bak gambaran hutan kecil.. Ampun mana tahan.. Mau pecah rasanya penisku menahan tekanan akumulasi cairan di pembuluh darah penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nyai Aku nggak tahan lihat begini..?”&lt;br /&gt;“Maksudnya, Mas Agus sudah capai..?”&lt;br /&gt;“Enggak Nyai.. Burung saya sudah.. Nggak bisa.. Nggak bisa.. Saya nggak tahan lagi..!”&lt;br /&gt;“Lho, kok baru bilang sekarang.. Ayo naik..”, sambil berkata demikian tangan kanannya melambai, mempersilakanku menaiki perutnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kucing kelaparan, aku segera mengangkangi perut Nyai, aku mau mencium pipinya, lehernya, mau melumat bibirnya. Tetapi gerakanku membungkuk terganjal burungku yang keras dan sakit waktu tertekuk. Malah ketika kupaksakan dan terus tertindih perutku, pertahanan katupnya jebol. Karena tiba-tiba.., crut.. crut.. crut.. Dari burungku tersembur, memancar air mani, yang disertai rasa nikmat. Ejakulasi!! Semburan air maniku mengenai dada Nyai, leher dan perutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyembur, burungku sedikit kendur, aku peluk leher Nyai, aku kulum dengan berapi-api bibirnya. Rupanya Nyai merespons dengan penuh gairah juga. Aku gigit dengan lembut bibirnya, sesekali aku sedot lidahnya. Lima menit lamanya, baru aku tersadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf Nyai, air mani saya tadi..”&lt;br /&gt;“Ah, nggak apa-apa, itu tandanya Mas Agus masih “jejaka ting-ting”, nanti sebentar juga bangun lagi.”, sambil berkata demikian, Nyai mencium lagi bibirku. Tentu saja aku membalasnya dengan lebih bernafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali bibirku melumat bibir Nyai, tanganku juga meraba buah dada Nyai. Memang sudah tidak gempal, tapi masih “berisi” 80 persen. Kedua tanganku masing-masing meraba, memeras-meras, memilin-milin puting Nyai. Kadang saking gemasnya cengkeraman tanganku ke buah dadanya agak keras, menyebabkan Nyai meringis menggeliat. Begitu juga bila puting Nyai aku pilin agak kuat, nyai bereaksi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enak, enak.. Tapi sakit Mas.. Jangan keras-keras.. Yang (maksudnya Sayang)..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa saat aku menggulati tubuh Nyai, mendekami dada, perut, menekan vagina Nyai dengan penisku, terasa burungku mulai menggeliat lagi. Makin lama makin keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nyai.. Burung saya.. Nyai mau.. Lagi..?”&lt;br /&gt;“Nah, apa khan.. saya bilang, ayo.. lagi, tapi ‘ntar.. Yang, aku bersihkan badanku dulu ya.. ya..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyai masuk ke kamar mandi dalam di ruang tidur. Keluar dari kamar rambutnya terlihat sedikit basah, sebagian terjurai di lengan. Ya.. Tuhan.. Cantik sekali dewi ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun juga masuk juga ke kamar mandi, membersihkan bagian badan yang terkena air mani. Keluar dari kamar mandi dalam keadaan telanjang bulat, terlihat burungku tegak, keras mendongak ke atas membentuk sudut 45 derajat dengan garis horizontal. Batangnya besar, warna kehitaman dengan tonjolan pembuluh darah membujur, sebagian melintang. Seperti tongkat ukiran. Ujungnya, gland penis, besar, kemerahan, membentuk topi baja yang mengkilat. Antara gland penis dan batang terlihat leher penis yang dangkal. Rasanya aku mau berkelahi dengan membawa senjata golok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Nyai melihat aku dan memperhatikan penisku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei.. Gede buanget.. Hebat buanget.. Pasti nikmat buanget..” Aku menyahuti tiruan iklan itu, dengan meletakkan ibu jari tangan kananku di depan bibirku..&lt;br /&gt;“Sssstt..” Tentu saja Nyai senyum atas jawaban spontanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung akau naiki perut Nyai. Dengan lutut menahan badan, aku sedikit menunduk, memegang penisku. Segera kumasukkan ke liang vagina Nyai. Aku takut kalau nanti terlambat masuk ke vagina, maninya tersembur lagi keluar. Nyai maklum juga kelihatannya. Kupegang penisku, kepalanya kuhadapkan di depan vagina Nyai, lalu kudorong masuk. Bless.. Lega sekali rasanya. Kalau nanti muncrat, ada di dalam liang vagina Nyai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku rebahkan tubuhku ke depan dengan bertumpu pada kedua sikuku. Bertemulah dadaku dengan buah dada Nyai, bibirku dengan bibir Nyai. Kedua tanganku memegang pipi Nyai, Nyai kucium mesra, lalu kucucuk-cucukkan bibirku pada bibirnya, eh.. menirukan burung yang bercumbu. Sesekali tanganku meremas buah dadanya, memilin putingnya, terkadang mulutku turun ke bawah, menghisap puting buah dada Nyai, bergantian kanan dan kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan halnya penisku waktu kumasukkan ke liang vaginanya, rasanya memasuki ruang kosong, berongga. Tetapi setelah itu rasanya ada kantong yang menyelimuti. Permukaan kantong itu bergerigi melintang, pelan-pelan kantong itu “meremas “penisku. Tak ingin cepat berejakulasi maka kutarik penisku, kantong vagina itu tidak “mengejar”nya. Kumasukkan lagi seperti tadi, terasa masuk ruang kosong, sebentar liang vagina mulai meremas, kutarik lagi. Begitu beberapa kali. Terkadang penisku agak lama kutarik keluar, sampai tinggal “topi bajanya” yang ada di antara ‘labia mayora’-nya. Terus begini Nyai mencubitku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masukkan lagi Yang..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakkan in-out ini makin cepat, “pengejaran” penis oleh sekapan kantong vagina juga makin cepat. Di samping itu di pintu masuk, bibir luar (labia mayora) dan bibir dalam (labia minora) juga ikut “mencegat” penisku. Makin cepat aku keluar-masukkan penisku, Nyai terlihat makin menikmati, demikian juga aku sendiri. Ibarat mendaki gunung hampir tiba di puncaknya. Kecepatan penisku memompa vaginanya semakin bertambah cepat, denyut nadiku semakin bertambah, nafas juga semakin cepat. Terlihat juga wajah Nyai semakin tegang menanti puncak orgasme, nafasnya terlihat juga semakin kencang. Cairan di liang vagina Nyai juga terasa semakin banyak, ibarat oli untuk melicinkan gesekan penisku. Peluhku mulai menetes, jatuh bercampur peluh Nyai yang tercium sedap dan wangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin cepat, makin tinggi.., tiba-tiba penisku terasa disekap rongga vaginanya dengan kuat.. Kuat sekali dengan denyutan yang cepat tetapi dengan amplitudo yang rendah. Orgasme! Nyai mencapai orgasme. Di saat itu lengan Nyai memeluk leherku kuat sekali, sedang tungkainya memeluk pantatku dengan kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aihh..”, terdengar desah kepuasan keluar dari bibir Nyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian lubang penisku terasa jebol, cairan menyemprot keluar entah berapa cc. Nikmat.., nikmat sekali.. Nikmat luar biasa. Orgasme Nyai terjadi lebih dulu dari ejakulasiku. Kalau saja Nyai masih bisa hamil, kata dokter anak yang lahir nanti adalah pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih tetap memeluk Nyai sambil mengendurkan nafas. Pelan-pelan penisku mulai mengendur, mengkerut. Tapi rupanya Nyai merespons. Paha dan tungkainya diselonjorkan (diluruskan). Maksudnya memberi jalan agar penisku keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih Yang, terima kasih Mas Agus.. Mas hebat sekali..”, bisiknya.&lt;br /&gt;“Kau cantik sekali Nyai, secantik bidadari..”, balasku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badanku kurebahkan di samping badan Nyai, memeluk Nyai yang tidur telentang. Kami tidur dalam keadaan telanjang, hanya ditutupi selimut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmatnya Nyai, nikmatnya wanita, nikmatnya dunia.    &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6056219646150275037-2068980887817346592?l=ceritadewasaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/2068980887817346592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/nikmatnya-nafsu-birahi-ibu-kost.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/2068980887817346592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/2068980887817346592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/nikmatnya-nafsu-birahi-ibu-kost.html' title='Nikmatnya Nafsu Birahi Ibu Kost'/><author><name>Cerita Dewasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10503353024309120878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6056219646150275037.post-7063962394853731103</id><published>2011-12-26T19:45:00.001-08:00</published><updated>2011-12-26T19:45:26.010-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tante Girang'/><title type='text'>bu ita nyari pejantan</title><content type='html'>&lt;b&gt;Namaku Rian, aku seorang pegawai swasta di b*****g. Baru sebulan ini aku pindah kantor, alasannya klasik, soalnya kantor baruku ini memberi gaji yang jauh lebih tinggi dari kantorku yang lama. Sebenernya sih aku agak heran dengan kantor baruku ini, soalnya waktu wawancara dulu gaji yang aku ajukan tidak ditawar sama sekali, langsung setuju ! Emang sih aku agak nyesel kenapa gak nawarin yang lebih tinggi lagi, tapi aku sadar diri, untuk posisi yang aku tempati sekarang aja, gajiku tergolong sangat tinggi.&lt;br /&gt;Hari itu hari jumat, setelah makan siang, HPku tiba-tiba berdering. Itu dari Bu Ita, manager keuangan yang dulu menyetujui gaji yang aku ajukan. Mengingat “jasanya” dia ke aku, tentu aja aku sangat menghormati dia.&lt;br /&gt;“Halo bu, selamat siang” sapa saya menjawab telpon.&lt;br /&gt;“Halo rian..” jawab dia riang sekali.&lt;br /&gt;“Ada yang saya bisa saya bantu ?” tanya saya, basa-basi sih.&lt;br /&gt;“Ah enggak cuma ngecek kamu aja. Dah makan siang ?” tanyanya ramah.&lt;br /&gt;“Oh sudah bu, baru aja” jawabku.&lt;br /&gt;“Gimana kerja disini, ada masalah ?” tanya bu ita lagi.&lt;br /&gt;“Wah enggak bu, tapi memang saya baru mulai sih, baru membiasakan diri dengan keadaan kerja disini” jawab saya singkat.&lt;br /&gt;“Gimana gajinya, dah cukup ?” tanyanya dengan suara menggoda.&lt;br /&gt;“He..he..he.. maunya sih tambah lagi bu” jawab saya sambil tertawa.&lt;br /&gt;“Hah.. segitu aja udah tinggi kan ?” balas bu ita sedikit kaget.&lt;br /&gt;“Iya bu, becanda tadi..” jawabku singkat.&lt;br /&gt;“Oh.. kirain.” jawabnya. “Eh rian nanti sore sehabis kantor kamu ada kerjaan gak ?” tanya bu ita.&lt;br /&gt;“Enggak kayaknya bu, ada apa emangnya” tanyaku sedikit heran.&lt;br /&gt;“Hmm.. ada yang ingin saya bicarakan, agak pribadi sih, makanya saya ingin bicaraiinnya sehabis kantor aja nanti” jawab bu ita.&lt;br /&gt;“OK bu, saya gak ada janji untuk sore sampe malem nanti” jawab saya.&lt;br /&gt;“OK nanti aku tunggu di kafe xxx nanti sore” kata bu ita.&lt;br /&gt;“OK bu” jawab saya.&lt;br /&gt;“Ok kalo gitu, oh iya, golongan darah kamu apa ?” tanya bu ita sebelum mengakhiri pembicaraan.&lt;br /&gt;“B” jawabku penuh kebingungan.&lt;br /&gt;“Perfect ! OK deh aku tunggu nanti sore” kata bu ita lalu menutup telponnnya.&lt;br /&gt;Sejenak aku terdiam penuh kebingungan, tapi aku kembali bekerja sebab pekerjaanku lumayan menumpuk.&lt;br /&gt;Setelah pulang kerja aku arahkan mobilku ke kafe xxx yang dijanjikan tadi. Dalam perjalanan aku diselimuti kebingan yang amat sangat. Bu Ita… Ada apa manager keuangan kantorku itu mau menemuiku, soal urusan pribadi lagi. Dan yang paling membuatku bingung adalah dia sempat menanyakan golongan darahku, untuk apa ?&lt;br /&gt;Sebagai informasi, Bu ita berumur sekitar 34-35 tahun. Masih cukup muda untuk menjadi manager keuangan, tapi memang dia berasal dari keluarga yang berteman dekat dengan pemilik perusahaanku. Ditambah lagi suaminya, pengusaha yang dulu jadi sahabat pak Faisal presdir perusahaanku sewaktu kuliah. Oh iya bu ita sudah bersuami, tapi sayang mereka belum dikaruniai anak. Tapi mungkin karena hal itu bu itu terlihat masih seperti wanita muda. Badannya tinggi semampai, ramping tanpa lemak. Kulitnya kuning langsat dengan rambut lurus sebahu. Matanya berbinar selalu bersemangat dan bibir tipisnya itu selalu menarik perhatiannku. Hanya ada satu kata yang dapat mewakili bu ita… Cantik.&lt;br /&gt;Sesampainya di kafe xxx, aku melihat bu ita melambai kearahku dari meja yang agak dipojok. Kafe itu memang agak sepi, pelanggannya biasanya eksekutif muda yang ingin bersantai setelah pulang kerja.&lt;br /&gt;“Sore bu, maaf agak terlambat” kataku sambil menyalaminya.&lt;br /&gt;“Oh gak pa-pa” kata bu ita sambil mempersilakkan aku duduk.&lt;br /&gt;Selanjutnya aku dan bu ita mengobrol basa-basi, bercerita tentang kantor, dari yang penting sampe gosip-gosipnya. He..he..he.. gak guna banget.&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama akhirnya aku mengajukan pertanyaan. “Oh iya bu, sebenernya ada apa ya mengajak saya bertemu disini” tanyaku memulai.&lt;br /&gt;“Oh iya” jawabnya. Mendadak wajahnya sedikit pucat.&lt;br /&gt;Beberapa saat ibu ita terdiam. Kemudian mulai berkata “Begini Rian, kamu tau kan kalo aku sudah berkeluarga ?”. Aku menganguk kecil untuk menjawabnya.&lt;br /&gt;“Tahun ini adalah tahun ke 10 pernikahanku” lanjutnya. Kemudian dia mengeluarkan sebuah foto dari dalam dompetnya. “Ini foto suamiku waktu sebelum nikah, gimana mirip kamu gak ?”&lt;br /&gt;Aku mengambil foto tersebut dan mengamati sebentar. Memang sih ada banyak kemiripan antara orang di foto terebut dengan aku, tapi gantengan aku dong (– ge-er mode on ).&lt;br /&gt;“He..he..he.. kayak ngaca” jawabku sambil mengembalikan foto tersebut. Sebenernya aku makin bingung arah pembicaraan bi ita.&lt;br /&gt;“Kamu tau kan aku dan suamiku belum dikaruniai anak ?” tanyanya lagi&lt;br /&gt;“Iya…” jawabku bingung.&lt;br /&gt;“Jadi begini rian, aku dan suamiku sudah mencoba beberapa cara. Tapi belum berhasil. Sedang umurku semakin bertambah, makin sulit untuk bisa punya anak. Memang kami sudah tau masalahnya ada disuamiku dan dia sekarang dalam terapi pengobatan, tapi mungkin suamiku butuh bantuan lain….. dari kamu” kata bu ita.&lt;br /&gt;“Bantuan dari saya ? maksudnya bu ?” tanyaku yang sudah dipuncak kebingungan.&lt;br /&gt;“Mungkin kamu bisa bantu suamiku untuk membuahi aku” katanya pelan.&lt;br /&gt;“Maksudnya saya menyumbang sperma untuk bayi tabung ibu dan suami ibu ?” tanyaku tergagap.&lt;br /&gt;“Bukan, aku sudah pernah coba cara itu dan gagal. Sperma suamiku terlalu lemah. Kalau aku ulangi sekarang tentu suamiku curiga. Lagi pula sulit untuk menukar sperma suamiku dengan spermamu nanti” jawab bu ita.&lt;br /&gt;“Jadi ?” tanyaku lagi.&lt;br /&gt;“Aku pingin kamu meniduri aku, membuahi aku sampai aku hamil” jawabnya singkat.&lt;br /&gt;Aku cuma bisa ternganga terhadap permintaan bu ita yang ku anggap sangat gila itu.&lt;br /&gt;“Tenang, jangan takut ketahuan. Kamu mirip sekali dengan suamiku, apalagi golongan darah kalian sama, jadi anak yang lahir nanti akan sulit sekali diketahui siapa ayah sebenarnya.” kata bu ita meyakiniku. Akhirnya terjawab kenapa dia tanya golongan darahku tadi. Mungkin alasan bu ita begitu gampang menyetujui waktu aku wawancara dulu salah satunya adalah rencana ini…&lt;br /&gt;“Trus bagaimana kita melakukannya ?” tanyaku setelah menenangkan diri.&lt;br /&gt;“Kamu ada waktu malem ini ? Kebetulan suamiku lagi keluar kota sampai besok.”tanya bu ita.&lt;br /&gt;“Aku available.” jawabku.&lt;br /&gt;Kemudian bu ita menelpon kerumahnya, memberitahukan pembantunya dia tidak pulang malam itu sambil memberi alasan. Kemudian dia mengajakku ke hotel xxx. Setelah cek in, kami langsung masuk kamar.&lt;br /&gt;Didalam kamar, tidak ada pembicaraan yang berarti. Bu ita langsung ijin untuk mandi, setelah dia selesai, gantian aku yang mandi.&lt;br /&gt;Setelah aku keluar dari kamar mandi, aku melihat bu ita yang hanya memakai bathrobe tiduran sambil menonton tv. Aku kemudian duduk di pinggiran tempat tidur.&lt;br /&gt;“Bagaimana, kita mulai ?” tanyaku dengan perasaan gugup. Soalnya biasanya aku ML tujuannya cuma untuk senang-senang, bahkan pakai alat kontrasepsi agar pasangan MLku tidak hamil. Kalau ini malah tujuannya pengen hamil.&lt;br /&gt;“OK” jawab bu ita kemudian bergeser memberi aku tempat untuk naik ketempat tidur.&lt;br /&gt;Aku berbaring disampingnya kemudian berkata “Bu, mungkin tujuan kita supaya ibu bisa hamil, tapi apa bisa kita melakukan persetubuhan ini seperti layaknya orang lain yang mencari kepuasan juga ?”&lt;br /&gt;“Gak pa-pa sayang…” jawab bu ita. “Aku rela kok kamu tidurin. Malah sejujurnya kamu tuh bangkitin nafsuku banget. Ngingetin aku diawal-awal pernikahanku” jawab bu ita nakal.&lt;br /&gt;Aku kemudian mengecup dahi bu ita, sesuatu yang selalu aku lakukan sebelum meniduri wanita. Bu ita terseyum kecil.&lt;br /&gt;Kemudian aku mengecup bibir bu ita. Bibir tipis yang selalu menarik perhatianku itu ternyata nikmat juga. Kemudian aku mulai mencium bibirnya lagi, kali ini lebih lama dan lebih dalam. Sambil mencium bibir mu ita, tanganku mulai bergerilya. Pertama-tama aku elus rambutnya, bu ita membalas dengan sedikit meremas kepalaku. Kemudian tanganku turun untuk mengelus-elus tubuhnya, walaupun masih dari luar bathrobe.&lt;br /&gt;Masih sambil berciuman, perlahan aku buka tali bathrobenya. Setelah membuka sebagian bathrobe bagian atasnya, aku langsung mengelus payudaranya, ternya bu ita sudah tidak memakai bra. Awalnya aku hanya mengelus, tapi kemudian berubah menjadi meremas. Payudaranya masih kenyal, walaupun sudah sedikit turun, tapi sangat nikmat untuk diremas.&lt;br /&gt;Kemudian aku mulai memilin-milin putingnya. Bu ita merintih pelan, kemudian melepaskan ciuman. Aku kemudian turun sedikit untuk mulai menjilati puting bu ita. Aku muail menjelati puting yang kiri sedang payudara yang kanan aku remas dengan tangan. Kemudian berganti aku menjilati yang kanan sambil meremas payudara yang kiri. Sesekali aku gigit-gigit kecil, tapi sepertinya bu ita tidak terlalu suka, dia lebih menyukai aku menyedot kencang putingnya.&lt;br /&gt;Tangan kananku kemudian turun kebawah untuk membuka bathrobe bagian bawahnya hingga tubuhnya terlihat semua. Bathrobe hanya menyangkut di tangannya. Tanganku mulai mengelus pahanya. Perlahan aku buka sedikit pahanya untuk mengeluspaha bagian dalamnya, begitu mulus kulit bagian itu. Tanganku naik keatas menuju selangkangan, ternyata bu ita masih memakai CD. Aku tak mau langsung ke vaginanya hingga tanganku beralih ke pantatnya. Aku meremas pantat yang bulat ini dari dalam CDnya, sebab aku selipkan tanganku ke dalam celananya. Jujur aku adalah penggemar pantat dan pinggul wanita. Apalagi wanita seperti bu ita ini. Pinggulnya ramping tapi pantatnya besar membulat.&lt;br /&gt;Perlahan remasan kepantat bu ita aku alihkan ke depan. Di garis vaginanya aku merasa sudah banyak cairan yang keluar dari vaginanya. Kemudian aku mengelus vaginanya mengikuti garis vagina. Perlahan aku tusuk vaginanya dengan jari tengahku. Tubuh Bu ita tersentak, pinggulnya diangkat seperti mengantarkan vaginanya untuk melahap jariku lebih dalam. Jariku aku keluar masukkan perlahan, bu ita merintih semakin keras.&lt;br /&gt;Aku turun kebawah, ingin menjilat vaginanya. Tapi Bu Ita menahan tubuhku. “Gak usah rian, aku malu” kata Bu Ita. “Langsung masukin aja sayang, aku dah gak tahan” lanjut bu ita.&lt;br /&gt;Aku memposisikan tubuhku diatas bu ita. kemudian aku lebarkan pahanya nsehingga selangkangannya terbuka lebar. Aku arahkan penisku ke vaginanya. Perlahan aku usahpak penisku ke permukaan vaginanya, tapi bu ita memandangku dengan penuh harapan supaya aku cepat memasukkan penisku ke vaginanya.&lt;br /&gt;Perlahan aku dorong penisku untuk measuk ke vaginanya. Vaginanya masih seret, mungkin karena belum pernah melahirkan. Aku mulai mengeluar masukkan penisku dari vaginanya, sedangkan bu ita merintih keras setiap penisku menghujam vaginanya. Sesekali aku mencium bibirnya, tapi dia lebih suka merintih sambil memejamkan matanya menikmati setiap gesekan vaginanya dengan penisku. Tangan bu ita mencengkram bahuku, sepertinya dia ingin tubuhh kita bergesekan keras agar payudaranya tergesek oleh dadaku.&lt;br /&gt;“Mas terus mas, terus…” rintih bu ita. Sepertinya dia membayangkan suaminya yang menyetubuhinya. Sebenernya aku agak cemburu, tapi aku pikir-pikir lebih baik daripada dia merintih memanggil namaku, nanti dia kebiasaan bisa berabe kalau dia memanggil namaku waktu bersetubuh dengan suaminya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba tangan bu ita mencengkram pantatku seakan membantu dorongan penisku agar lebih kuat menghujam vaginanya. Pinggulnya pun semakin aktif bergerak kekanan-kekiri sambil kadang berputar. Sungguh beruntung aku bisa menikmati tubuh molek bu ita yang sangat ahli bercinta.&lt;br /&gt;Tiba-tiba tangannya menekan keras pantatku kearah vaginanya. Sepertinya dia sudah orgasme. Tubuhnya menegang tidak bergerak. Akupun menghentikan pompaanku ke vaginanya sebab tangannya begitu keras menekan pantatku.&lt;br /&gt;Setelah tubuhnya berkurang ketegangannya aku mulai pompaanku perlahan. Cairan orgasmenya membuat vaginanya semakin licin. Memang vaginanya jadi berkurang daya cengkramnya, tapi kelicinannya memberikan sensasi yang berbeda.&lt;br /&gt;Aku mengangkat tubuhnya untuk berganti posisi. Tapi bu ita menolak sambil berkata “Rian please, kali ini gaya konvensional aja ya… aku pengen nikmatin… besok-besok ya”. Aku meletakkan tubuh bu ita lagi.&lt;br /&gt;Goyangan pinggulnya makin menggila, begerak kekiri dan kekanan, tapi aku paling suka saat berputar. Sungguh hebat goyangan bu ita. Mungkin itu goyangan terbaik dari wanita yang pernah aku tiduri.&lt;br /&gt;Tangannya kembali menekan keras pantatku, bu ita sudah sampai di orgasme keduanya. Tubuhnya sangat tegang kali ini, sampai perlu lama untuk kembali normal. Setelah berkurang ketegangannya, aku berkata “Bu apa kita sudahin dulu ? kayaknya ibu sudah lemas sekali.” kataku.&lt;br /&gt;“Gak pa-pa rian, aku pengen sperma kamu, terusin aja.” jawab bu ita.&lt;br /&gt;Aku mulai memompa lagi vaginanya dengan penisku. Kali ini vaginanya sudah benar-benar basah. Bu ita sudah mengurangi gerakannya, mungkin dia sudah terlalu lemas.&lt;br /&gt;Aku konsentrasikan pompaanku ke vaginanya hingga bu ita mulai merespon lagi. Sebenarnya aku sudah dikit lagi ejakulasi saat bu ita tiba-tiba berteriak kencang&lt;br /&gt;“Arrrhgh….. rian gila enak banget” jeri bu ita sambil menjepit tubuhku dengan kedua pahanya.&lt;br /&gt;“Adu gila rian…. aku dah 3 kali keluar kamu belum keluar juga. Ayo dong rian, aku cari pejantan bukan cari gigolo…” kata bu ita lemah.&lt;br /&gt;AKu sebenernya kasian dengan bu ita, tapi aku juga sedikit lagi ejakulasi. Aku goyang perlahan penisku. Kali ini aku benar-benar konsentrasi menggapai orgasmeku. Tak berapa lama aku merasa spermaku sudah sampai diujung penisku.&lt;br /&gt;“Bu saya dikit lagi keluar bu.” kataku sambil meniukmati sensasi luar biasa. Bu ita membantu dengan menggoyangkan pinggulnya sambil menahan pantatku agar penisku tidak lepas dari vaginanya.&lt;br /&gt;“Agkh….”, crot..crot..crot..crot empat kali spermaku ku siram derask ke liang vaginanya. Bu ita menahan pantatku kuat-kuat agar spermaku masuk kerahimnya dalam-dalam.&lt;br /&gt;“Tahan sebentar rian, supaya spermanya masuk semua” kata bu ita sambil menahan pantatku kearah selangkanyannya. Setelah beberapa menit baru bu ita melepaskan cengkramannya. Aku kemudian merebahkan tubuhku disampingnya.&lt;br /&gt;Malam itu aku menggagahi bu ita sampai 3 kali. Sama seperti yang pertama, aku tumpahkan seluruh spermaku ke liang vaginanya. Setelah itu persetubuhannku dengan bu ita jadi acara rutin. Minimal 2 kali seminggu aku menyetubuhinya. Aku bahkan dilarang bersetubuh dengan wanita lain, agar spermaku benar-benar 100% masuk ke rahimnya.&lt;br /&gt;2 bulan kemudian bu ita positif hamil, tapi sampai saat ini, saat kehamilannya memasukki bulan ke 3, aku masih rutin menyetubuhi bu ita. Sepertinya bu ita tidak bisa menolak kenikmatan digagahi olehku, dan aku tentu aja gak mau kehilangan goyangan dasyat bu ita.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6056219646150275037-7063962394853731103?l=ceritadewasaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/7063962394853731103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/bu-ita-nyari-pejantan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/7063962394853731103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/7063962394853731103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/bu-ita-nyari-pejantan.html' title='bu ita nyari pejantan'/><author><name>Cerita Dewasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10503353024309120878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6056219646150275037.post-4545479783551174782</id><published>2011-12-26T19:44:00.001-08:00</published><updated>2011-12-26T19:44:18.113-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><title type='text'>Pengalaman Bercinta dengan Pembantu yang Bernafsu</title><content type='html'>&lt;b&gt;Di tempat aku tinggal ada pembantu baru, lelaki, orangnya sepantaran aku, tinggi besar, lumayan ganteng, malah terlalu ganteng untuk jadi pembantu, harusnya jadi cover boy. Namanya Budi. Aku tertarik padanya karena dia type cowok idaman buatku. Aku kerap kali membayangkan gimana kalo aku dientot olehnya, memekku dienjot kontolnya yang dari luar celananya kelihatan menggembung, pertanda kontolnya besar.&lt;br /&gt;Satu hari, aku tidak kerja sehingga dirumah seharian. Aku cuma pake daster yang mini tanpa bra, sehingga toketku bergerak2 kalo aku jalan. Kalo papasan dengan dia, kulihat matanya lekat menatap toketku yang bergerak2 itu, aku sih gak perduli. Siang itu gak ada siapa2 di tempat tinggalku. Aku duduk di meja makan membaca koran setelah menyantap makan siangku. Dia sedang ngepel di ruang makan. Aku sengaja mengangkangkan pahaku, sehingga dasterku yang mini itu makin tersingkap ke atas dan pastinya cd ku akan bisa dilihat dengan jelas oleh dia yang sedang ngepel itu. Aku tau bahwa dia pasti sedang melotot melihat paha dan cdku walaupun aku tidak melihatnya karena terhalang meja makan, karena dia tidak selesai2 ngepel lantai di sekitar meja makan itu. Aku kaget juga karena ternyata dia berani banget. Aku merasa ada rabaan di pahaku. Paha makin kukangkangkan karena aku tau pasti dia sedang ngelus2 pahaku. Aku jadi menggeliat2 karena rabaannya pada paha bagian dalam, “Aah”, erangku, karena napsuku mulai naik. “Kenapa Nes, napsu ya”, katanya. Dia memang memanggil semua yang sepantaran dia di tumah itu dengan namanya. “Tanganmu nakal sih”, kataku terengah. “Abis kamu nantang duluan sih. Udah tau aku lagi ngepel pake ngangkangin paha segala”, jawabnya dengan tetap ngelus2 pahaku, elusannya makin lama makin naik ke atas. Kini tangannya mulai meraba dan meremes memekku dari luar cdku, Aku semakin terangsang karena ulahnya, “Aah Bud, ines jadi napsu nih”, erangku. “Iya Nes, cd kamu udah basah begini. Kamu ternyata napsunya besar ya, mau ngentot gak dengan aku”, katanya terus terang. Aku terdiam mendengar ajakannya yang to the point itu. Aku yakin kontolnya pasti udah ngaceng berat. Terasa jarinya menyusup kedalam cdku lewat samping. Memang aku pake cd yang minim sekali sehingga dia mudah mengakses memekku dari samping cdku. Terasa sekali jarinya mengorek2 memekku mencari itilku, setelah ketemu langsung saja dikilik2nya. “Bud…”, erangku. Memekku menjadi makin basah. Aku duduknya menjadi setengah melorot sehingga dasterku makin terangkat keatas, membebaskan selangkanganku. Dia makin nakal ulahnya, pahaku makin dikangkangkannya dan terasa hembusan napasnya yang hangat di pahaku. Dia mulai menjilati pahaku, dari bawah bergerak perlahan keatas sambil digigit2nya pelan. Aku menggigil menahan geli saat lidahnya menyelisuri pahaku. “Bud, kamu pinter banget ngerangsang Ines, udah biasa ngerangsang cewek ya”, kataku terengah. CD ku yang minim itu dengan mudah disingkirkan disingkirkan kesamping dan tak lama kemudian terasa lidahnya menghunjam ke memekku yang sudah sangat basah. Aku hanya pasrah saja atas perlakuannya, aku hanya bisa mengerang karena rangsangan pada memekku itu. Lidahnya menyusup ke dalam memekku dan mulai bergerak keatas. Aku makin mengejang ketika dia mulai menjilati itilku. “Aah Bud, Ines sudah pengen dientot”, aku mengerang saking napsunya. Dia menghentikan aksinya, berdiri dan menarikku berdiri juga. Karena rumah sedang sepi, dia langsung memelukku dan mencium bibirku dengan napsunya. Lidahnya menerobos bibirku dan mencari lidahku, segera aku bereaksi yang sama sehingga lidah kami saling membelit didalam mulutku. Pelukannya makin erat, Terasa ada sesuatu yang mengganjal diperutku, kontolnya rupanya sudah ngaceng berat seperti dugaanku. Tangannya mulai bergerak kebawah, meremas pantatku dari luar dasterku, sedang tangan satunya masih ketat mendekapku. Aku menggelinjang karena remasan dipantatku dan tekanan kontolnya yang ngaceng itu makin terasa diperutku. “Aah”, lenguhku sementara bibirku masih terus dikulumnya dengan penuh napsu juga. Lidahnya kemudian dikeluarkan dari mulutku, bibirku dijilati kemudian turun ke daguku. Tangannya bergeser dari pantatku ke arah memekku, “Aah”, kembali aku mengerang ketika jarinya mulai mengilik memekku dari luar cdku. Lidahnya mengarah ke leherku, dijilatinya sehingga aku menggeliat2 kegelian. Sementara itu jarinya sudah menyusup kembali ke dalam cdku lewat samping dan mulai mengelus2 memekku yang sudah sangat basah itu dan kemudian menjadikan itilku sasaran berikutnya.Digerakkannya jarinya memutar menggesek itilku. Aku menjadi lemes dan bersender dipelukannya. “Nes kekamarmu aja yuk”, katanya sambil menyeret tubuhku yang lemes itu kekamarku.&lt;br /&gt;Di kamar aku didorongnya dengan keras sehingga terbaring diranjang, sementara dia mengunci pintunya. Korden jendela ditutupnya sehingga ruangan menjadi agak gelap. Dia segera menghampiriku, cdku ditariknya sehingga lepas dan dia mulai menggarap memekku lagi. “Nes, jembut kamu lebat sekali, gak heran napsu kamu gede banget. Dikilik sebentar aja udah basah begini”, katanya sambil mengangkangkan pahaku lagi. Jembutku disingkirkannya dan langsung saja mulutnya menyosor memekku lagi. Bibir memekku diemutnya, lidahnya menyyusup masuk melalui bibir memekku. Tanpa sadar aku meremes2 rambutnya. Lidahnya mulai menjilati itilku, perutku mengejang karena menahan kenikmatan rangsangannya. “Aah terus Bud, enak”, teriakku. Kepalanya kutekan sehingga menempel erat di memekku. Lidahnya makin seru saja mengilik memek dan itilku. Cairan memekku diisepnya, itu membuatku makin melayang2. Ketika aku udah hampir nyampe, dia menghentikan aksinya, “Kenapa brenti”, protesku. “ines sudah ampir nyampe”. Dia membuka baju dan celannya, sekaligus dengan cdnya, benar dugaanku. Ternyata kontolnya besar dan panjang, berdiri tegak karena sudah ngaceng berat. Aku ditariknya bangun kemudian disuruh menelungkup dipinggir ranjang, saat itu aku masih memakai daster miniku. Dia memposisikan dirinya dibelakangku, punggungku didorong sedikit sehingga aku menjadi lebih nungging. Pahaku digesernya agar lebih membuka.&lt;br /&gt;Aku menggelinjang ketika merasa ada menggesek2 memekku. Memekku yang sudah sangat licin itu membantu masuknya kontol besarnya dengan lebih mudah. Kepala kontolnya sudah terjepit di memekku. Terasa sekali kontolnya sesek mengganjal di selangkanganku. “Aah, gede banget kontolmu”, erangku. Dia diam saja, malah terus mendorong kontolnya masuk pelan2. Aku menggeletar ketika kontolnya masuk makin dalam. Nikmat banget rasanya kemasukan kontolnya yang besar itu. Pelan2 dia menarik kontolnya keluar dan didorongnya lagi dengan pelan juga, gerakan keluar masuk kontolnya makin cepat sehingga akhirnya dengan satu hentakan kontolnya nancep semua di memekku. “Aah, enak banget Bud kontolmu”, jeritku. “memekmu juga peret banget deh Nes. baru sekali aku ngerasain memek seperet memekmu”, katanya sambil mengenjotkan kontolnya keluar masuk memekku. “Huh”, dengusku ketika terasa kontolnya nancep semua di memekku, Terasa biji pelernya menempel ketat di pantatku. Memekku terasa berdenyut meremes2 kontolnya yang nancep dalem sekali karena panjangnya. Tangannya yang tadinya memegang pinggulku mulai menyusup kedalam dasterku dan meremes toketku dengan gemesnya. Aku menjadi menggelinjang karenanya, sementara itu enjotan keluar masuk kontolnya makin dipercepat. Tubuhku makin bergetar merasakan gesekan kontolnya di memekku. “Enak Bud, enjotin yang keras, aah, nikmatnya. Ines mau deh kamu entot tiap hari”, erangku gak karuan. Keluar masuknya kontolnya di memekku makin lancar karena cairan memekku makin banyak, seakan menjadi pelumas kontolnya. Dia menelungkup dibadanku dan mencium kudukku. Aku menjadi menggelinjang kegelian. Pinter banget dia merangsang dan memberi aku nikmat yang luar biasa. Toketku dilepaskannya dan tangannya menarik wajahku agar menengok ke belakang, kemudian bibirku segera diciumnya dengan napsunya. Lidahnya kembali menyusup kedalam mulutku dan membelit lidahku. Tangannya kembali menyusup kedalam dasterku dan meneruskan tugasnya meremes2 toketku. Sementara itu, kontolnya tetep dienjotkan keluar masuk dengan cepat dan keras. Jembutnya yang kasar dan lebat itu berkali2 menggesek pantatku ketika kontolnya nancep semuanya di memekku. Aku menjadi mengerang keenakan berkali2, ini menambah semangatnya untuk makin mgencar mengenjot memekku. Pantatku mulai bergerak mengikuti irama enjotan kontolnya. Pantatku makin cepat bergerak maju mundur menyambut enjotan kontolnya sehingga rasanya kontolnya nancep lebih dalem lagi di memekku. “Terus Bud, enjot yang keras, aah nikmat banget deh dientot kamu”, erangku. Dia makin seru saja mengenjot memekku dengan kontolnya. Aku tersentak. Perutku terasa kejang menahan kenikmatan yang luar biasa. Bibirku kembali dilumatnya, aku membalas melumat bibirnya juga, sementara gesekan kontolnya pada memekku tetep saja terjadi. Akhirnya aku tidak dapat menahan rangsangan lebih lama, memekku mengejang dan “Bud, Ines nyampe aah”, teriakku. Memekku berdenyut hebat mencengkeram kontolnya sehingga akhirnya, kontolnya mengedut mengecretkan pejunya sampe 5 semburan. Terasa banget pejunya yang anget menyembur menyirami memekku. Kontolnya terus dienjotkan keluar masuk seiring ngecretnya pejunya. Akhirnya aku ambruk keranjang dan dia menindihku. Napasku memburu, demikian juga napasnya. Kontolnya terlepas dari jepitan memekku sehingga terasa pejunya ikut keluar mengalir di pahaku. Dia segera telentang diranjangku supaya tidak menindih aku. “Nes, nikmat banget deh memek kamu, peret dan empotannya kerasa banget”, katanya. “Kamu sudah sering ngentot ya Bud, ahli banget bikin Ines nikmat. Kamu ngentot ama siapa aja”, tanyaku. “Kalo enggak anak majikan ya istri majikan”, jawabnya sambil cengar cengir. “Wah nikmat banget kamu, ada yang muasin kamu sembari kerja”, jawabku sambil menelentangkan badanku disebelahnya.&lt;br /&gt;Dia bangun dan masuk kamar mandi, memang kamarku ada kamar mandi didalemnya. Terdengar grujuan air, dia rupanya sedang membersihkan dirinya, sementara aku masih saja telentang di ranjang menikmati sisa2 kenikmatan yang baru saja aku rasakan. Dia keluar dari kamar mandi, dasterku yang sudah basah karena keringat dilepasnya sehingga aku terkapar telanjang bulat. “kamu napsuin deh Nes, toket kamu gede dan kenceng, mana pentilnya gede lagi. sering diemut ya Nes, kamu nentotnya sama siapa sih”, tanyanya. Aku hanya tersenyum mendengar ocehannya. “Aku paling suka liat jembut kamu, lebat banget sih. Aku paling napsu ngeliat cewek kayak kamu ini, toketnya gede kenceng dan jembutnya lebat, nikmat banget dientotnya,” katanya lagi. Dia berbaring disebelahku dan memelukku, “Nes aku pengen lagi deh”, katanya. Aku kaget juga dengernya, baru aja ngecret udah napsu lagi, tapi aku suka cowok kaya begini, udah kontolnya gede dan panjang, kuat lagi ngentotnya. Dia mulai menciumi leherku dan lidahnya menjilati leherku. Aku menggelinjang dan mulai terangsang juga. Bibirku segera diciumnya, lidahnya kembali menyusup kedalam mulutku dan membelit lidahku. Sementara itu tangannya mulai meremes2 toketku dengan gemes. Dia melepaskan bibirku tetapi lidahnya terus saja menjilati bibirku, daguku, leherku dan akhirnya toketku. Pentilku yang sudah mengeras dijilatinya kemudian diemutnya dengan rakus. Aku menggeliat2 karena napsuku makin memuncak juga. “Aash, kamu napsu banget sih Bud, tapi Ines suka banget”, erangku. Toketku yang sebelah lagi diremes2nya dengan gemes. Jari2nya menggeser kebawah, keperutlu, Puserku dikorek2nya sehingga aku makin menggelinjang kegelian. Akhirnya jembutku dielus2nya, tidak lama karena kemudian jarinya menyusup melalui jembutku mengilik2 memekku. Pahaku otomatis kukangkangkan untuk mempermudah dia mengilik memekku. “Aah”, aku melenguh saking nikmatnya. Dia membalik posisinya sehingga kepalanya ada di memekku, otomatis kontolnya yang sudah ngaceng ada didekat mukaku. Sementara dia mengilik memek dan itilku dengan lidahnya, kontolnya kuremes dan kukocok2, keras banget kontolnya. Kepalanya mulai kujilati dan kuemut pelan, lidahnya makin terasa menekan2 itilku sehingga pantatku terangkat dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Enggak lama aku mengemut kontolnya sebab dia segera membalikkan badannya dan menelungkup diatasku, kontolnya ditancapkannya di memekku dan mulai ditekennya masuk kedalam. Setelah nancep semua, mulai dia mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan cepat da keras. Bibirku kembali dilumatnya dengan penuh napsu, sementara itu terasa banget kontolnya mengisi seluruh ruang memekku sampe terasa sesek. Nikmat banget ngentot sama dia. Aku menggeliat2kan pantatku mengiringi enjotan kontolnya itu. Cukup lama dia mengenjotkan kontolnya keluar masuk, tiba2 dia berhenti dan mencabut kontolnya dari memekku. Dia turun dari ranjang dan duduk di kursi, aku dimintanya untuk duduk dipangkuannya mengangkang diantara kedua kakinya. Dia memelukku dengan erat. Aku sedikit berdiri supaya dia bisa mengarahkan kontolnya yang masih ngaceng itu masuk ke memekku. Aku menurunkan badanku sehingga sedikit2 kontolnya mulai ambles lagi di memekku. Aku menggeliat merasakan nikmatnya kontolnya mendesak masuk memekku sampe nancep semuanya. Jembutnya menggesek jembutku dan biji pelernya terasa menyenggol2 pantatku. Aku muali menaik turunkan badanku mengocok kontolnya dengan memekku. Dia mengemut pentilku sementara aku aktif bergerak naik turun. Nikmat banget, kayanya lebih nikmat dari tadi. “Aah Bud, enak banget deh, lebih nikmat dari yang tadi”, erangku sambil terus menurun naikkan badanku mengocok kontolnya yang terjepit erat di memekku. Memekku mulai berdenyut lagi meremes2 kontolnya, gerakanku makin liar, aku berusaha menancepkan kontolnya sedalam2nya di memekku sambil mengerang2. Tangannya memegang pinggulku dan membantu agar aku terus mengocok&lt;br /&gt;kontolnya dengan memekku. Aku memeluk lehernya supaya isa tetep mengenjot kontolnya, denyutan memekku makin terasa kuat, dia juga melenguh saking nikmatnya’ “Nes, empotan memekmu kerasa banget deh, mau deh aku ngentot ama kamu tiap hari”. Akhirnya aku gak bisa menahan rangsangan lebih lama dan “Bud, Ines nyampe, aah”, teriakku dan kemudian aku terduduk lemas dipangkuannya.&lt;br /&gt;Hebatnya dia belum ngecret juga, kayanya ronde kedua membuat dia bisa ngentot lebih lama. “Cape Nes”, tanyanya tersenyum sambil terus memelukku. “He eh”, jawabku singkat. Pelan dia mengangkat badanku dari pangkuannya sehingga aku berdiri, kontolnya lepas dari jepitan memekku. Kontolnya masih keras dan berlumuran cairan memekku. Kembali aku dimintanya nungging dipinggir ranjang, doyan banget dia dengan doggie style. aku sih oke aja dengan gaya apa saja karena semua gaya juga nikmat buat aku. Dia menjilati kudukku sehingga aku menggelinjang kegelian, perlahan jilatannya turun ke punggung. Terus turun ke pinggang dan akhirnya sampe dipinggulku. Otot perutku terasa tertarik karena rangsangan jilatan itu. Mulutnya terus menjilati, yang menjadi sasaran sekarang adalah pantatku, diciuminya dan digigitnya pelan. Apalagi saat lidahnya mulai menyapu daerah sekitar lubang pantatku. Geli rasanya. Jilatannya turun terus kearah memekku, kakiku dikangkangkannya supaya dia bisa menjilati memekku dari belakang, Aku lebih menelungkup sehingga pantatku makin menungging dan memekku terlihat jelas dari belakang. Dia menjilati memekku, sehingga kembali aku berteriak2 minta segera dientot, “Bud, nakal deh kamu, ayo dong Ines cepetan dientotnya”. Dia berdiri dan memposisikan kontolnya dibibir memekku dan dienjotkannya kedalam dengan keras sehingga nancep semua dengan sekali enjotan. Dia mulai mengenjot memekku dengan kontolnya, makin&lt;br /&gt;lama makin cepat. Aku kembali menggeliat2kan pantatku mengimbangi enjotan kontolnya dimemekku. Jika dia mengejotkan kontolnya masuk aku mendorong pantatku kebelakang sehingga menyambut kontolnya supaya nancep sedalam2nya di memekku. Toketku berguncang2 ketika dia mengenjot memekku. Dia merems2 toketku dan memlintir2 pentilnya sambil terus mengenjotkan kontolnya keluar masuk. “Terus Bud, nikmat banget deh”, erangku lagi. Enjotan berjalan terus, sementara itu aku mengganti gerakan pantatku dengan memutar sehingga efeknya seperti meremes kontolnya. Dengan gerakan memutar, itilku tergesek kontolnya setiap kali dia mengenjotkan kontolnya masuk. Denyutan memekku makin terasa keras, diapun melenguh, “Nes, nikmat banget empotan memek kamu”. Akhirnya kembali aku kalah, aku nyampe lagi dengan lenguhan panjang, “Aah nikmatnya, Ines nyampeee”.Otot perutku mengejang dan aku ambruk ke ranjang karena lemesnya.&lt;br /&gt;Aku ditelentangkan di ranjang dan segera dia menaiki tubuhku yang sudah terkapar karena lemesnya. Pahaku dikangkangkannya dan segera dia menancapkan kembali kontolnya di memekku. Kontolnya dengan mudah meluncur kedalam sehingga nancep semuanya karena memekku masih licin karena cairan yang berhamburan ketika aku nyampe. Dia mulai mengenjotkan lagi kontolnya keluar masuk. Hebat sekali staminanya, kayanya gak ada matinya ni orang. Aku hanya bisa terkapar menikmati sisa kenikmatan dan rangsangan baru dari enjotan kontolnya. Dia terus mengejotkan kontolnya dengan cepat dan keras. Dia kembali menciumi bibirku, lherku dan dengan agak membungkukkan badan dia mengemut pentilku. Sementara itu enjotan kontolnya tetap berlangsung dengan cepat dan keras. Aku agak sulit bergerak karena dia agak menindih badanku, keringatku sudah bercampur aduk dengan keringatnya. Enggak tau sudah berapa lama dia mengentoti ku sejak pertama tadi. Dia menyusupkan kedua tangannya kepunggungku dan menciumku lagi. Kontolnya terus saja dienjotkan keluar masuk. Pertutku mengejang lagi, aku heran juga kok aku cepet banget mau nyampe lagio dientot dia. Aku mulai menggeliatkan pantatku, kuputar2 mengimbangi enjotan kontolnya. Memekku makin mengedut mencengkeram kontolnya, pantatku terkadang terangkat menyambut enjotannya yang keras, sampe akhirnya, “terus Bud, yang cepet, Ines udah mau nyampe lagi”, teriakku. Dia dengan gencarnya mengenjotkan kontolnya keluar masuk dan, “Aah Ines nyampe lagi”, aku berteriak keenakan. Berbarengan dengan itu terasa sekali semburan pejunya yang kuat di memekku. Diapun ngecret dan ambruk diatas badanku. Kami sama2 terkulai lemes, lebih2 aku karena aku udah nyampe 3 kali sebelum dia akhirnya ngecret dimemekku. “Bud, kamu kuat banget deh ngentotnya, mana lama&lt;br /&gt;lagi. Nikmat banget ngentot ama kamu. Kapan kamu ngentotin Ines lagi”, kataku. Dia tersenyum mendengar sanjunganku. “Kalo ada kesempatan ya aku sih mau aja ngentotin kamu. memek kamu yang paling nikmat dari semua cewek yang pernah aku entot”, jawabnya memuji. Dia kemudian meninggalkanku terkapar telanjang karena nikmat.&lt;br /&gt;Malemnya, aku sudah tertidur, terdengar garukan di pintu kamarku. Aku terbangun, “Siapa” kataku lirih. “Aku Nes”, terdengar suara Budi, rupanya dia belum puas ngentotin aku tadi siang, minta nambah lagi malem ini. Gak ada matinya rupanya dia. Aku bangun dan membukakan pintu. Segera dia masuk dan memeluk tubuhku yang hanya terbalut cd minim. “Nes, aku pengen ngerasain empotan memek kamu lagi ya, boleh kan”, katanya. Aku kalo tidur hanya pake cd saja karena gerah hawanya dikamar. Dia lalu berbaring telentang di ranjang, lalu aku mulaijongkok di atasnya dan menciumi nya, tangannya mengusap-usap punggungku. Bibirnya kukulum, ”Hmmmhh… hmmhhh…” dia mendesah-desah. Setelah puas melumat bibir dan lidahnya, aku mulai bergerak ke bawah, menciumi dagunya, lalu lehernya. Kaosnya kusingkapkan dari bawah lalu kuciumi dadanya. “Hmmmhhh… aduh Nes enak ..” rintihnya. Dia terus mendesah sementara aku mulai menciumi perutnya, lalu pusarnya, sesekali dia berteriak kecil kegelian. Akhirnya&lt;br /&gt;risleting celana pendeknya kubuka, kusingkapkan cdnya, kontolnya yang sudah ngaceng berat kupegang dan kukocok2, “Ahhhhh… Hhhh…. Hmmhmh… Ohhh Nes…” dia cuman bisa mendesah doang. Kontolnya langsung kukenyot-kenyot, sementara dia meemas-remas rambutku saking enaknya, “Ehmm… Ehmm…” Mungkin sekitar 5 menitan aku ngemut kontolnya, kemudian aku bilang, “Bud… sekarang giliran kamu yach?” Dia cuma tersenyum, lalu bangkit sembari memelorotkan celana pendek dan celana dalamnya, sedangkan aku sekarang yang ganti tiduran. Dia mulai nyiumin bibirku, aku mencoba ngelepasin kaosnya, lalu dia langsung melepasnya dan meletakkan di sebelahnya. Dia pun mulai menciumi leherku sementara tangannya meraba-raba toketku dan diremasnya. “Hmhmhhm… Hmhmhmh…” ganti aku yang mendesah keenakan. Apalagi ketika dia menjilati pentilku yang tebal dan berwarna coklat tua. Setelah puas melumat pentilku bergantian, dia mulai menjilati perutku dan ingin memelorotkan CDku. Aku mengangkat pantatku, lalu dia memelorotkan CDku. Dia langsung menciumi memekku dengan penuh napsu, otomatis pahaku mengangkang supaya dia bisa mudah menjilati memek dan itilku. “Ahh.. Ahhhh…” aku mengerang dan mendesah keras keenakan. Sesekali kudengar “slurrp… slurrp…” dia menyedot memekku yang sudah&lt;br /&gt;mulai basah itu. ”Ahhhh… Bud… Enak …” desahan ku semakin keras saja karena merasa nikmat, seakan tidak peduli kalau terdengar orang di luar. Napsuku sudah sampe ubun2, dia kutarik untuk segera menancapkan kontol besarnya di memekku yang sudah gatel sekali rasanya, pengen digaruk pake kontol.&lt;br /&gt;Pelan-pelan dia memasukkan kontolnya ke dalam memekku. dengan satu enjotan keras dia menancapkan seluruh kontolnya dalam memekku. “Uh… uhhh…. Ahhhhhhh…nikmat banget Bud” desahku ketika dia mulai asyik menggesek-gesekkan kontolnya dalam memekku. Aku menggoyang pinggulku seirama dengan keluar masuknya kontolnya di memekku. Dia mempercepat gerakannya. Gak lama dienjot aku sudah merasa mau nyampe, “Ah…Bud…Aku sepertinya mau… ahhh…” dia malah mempergencar enjotan kontolnya dimemekku, “Bareng nyampenya ya Nes, aku juga dah mau ngecret”, katanya terengah. Enjotan kontolnya makin cepat saja, sampe akhirnya, “Bud, Ines nyampe aah”, badanku mengejang karena nikmatnya, terasa memekknu berdenyut2 meremas kontolnya sehingga diapun menyodokkan kontolnya dengan keras, “Nes, aku ngecret aah”, terasa semburan pejunya yang deres dimemekku. Dia terkapar lemes diatas badanku, demikian pula aku. Setelah istirahat sejenak, dia mencabut kontolnya , memakai pakaiannya dan keluar meninggalkan aku terkapar telanjang di ranjang. Sejak itu setiap ada kesempatan, aku selalu minta dientot sama dia.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6056219646150275037-4545479783551174782?l=ceritadewasaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/4545479783551174782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/pengalaman-bercinta-dengan-pembantu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/4545479783551174782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/4545479783551174782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/pengalaman-bercinta-dengan-pembantu.html' title='Pengalaman Bercinta dengan Pembantu yang Bernafsu'/><author><name>Cerita Dewasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10503353024309120878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6056219646150275037.post-1358030279395787926</id><published>2011-12-26T19:43:00.001-08:00</published><updated>2011-12-26T19:43:32.722-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><title type='text'>Liva, mahasiswi berjilbab yang cantik</title><content type='html'>&lt;b&gt;liva, begitulah namanya, seorang mahasiswi hukum disalah satu perguruan tinggi di kota x yang ditengah gelombang derasnya mode dan fesyen, dia tetap bertahan dengan prinsipnya dalam balutan jilbab panjangnya, liva, banyak mahasiswa yang kagum dengan daya tariknya, wajahnya bagai pualam, banyak pria tergoda ingin memacarinya. tapi jilbabnya yang panjang itu mengatakan dengan tegas bahwa dia menolak jenis hubungan yang dinamakan pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu ketika dia mendapatkan sms dari doni, teman satu jurusannya, kebetulan dia, doni, dan desi, jadi satu kelompok dalam suatu tugas kuliah, . mendengar nama desi, maka liva tidak kahwatir, maka dia segera berangkat kerumah doni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak sampai 10 menit(karena memang tidak jauh), dia telah sampai didepan rumah kontrakan doni yang disekitar rumahnya hanya berisi tanah kosong. “Assalamu’alaykum!” sahut liva.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;doni lalu keluar, dengan ramah dia menyuruh liva masuk. dengan agak ragu liva masuk. “mana desi don?” tanya liva.&lt;br /&gt;“oh, dia bentar lagi datang, tunggu aja di dalam” sahut doni santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat masuk pintu, ternyata doni membekapnya dari belakang, dan dari kamar doni, dito teman dikampusnya juga keluar.&lt;br /&gt;saat itu liva terkejut ketakutan. “umph…”. “hahaha…heh, dit, tutup pintunya cepet, takut ada orang yang lihat!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;liva meronta-ronta sambil menangis, dia lalu ditarik dito keruang tengah, tempat nonton tv, ternyata tv tersebut sedang menyala dengan adegan ranjang didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat itulah liva sudah tahu apa yang akan menimpanya, dia berteriak sekencangnya, tapi apalah daya tiada yang mndengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan penuh nafsu doni lalu merobek baju liva dengan pisau dapur, karena gerakan berontak liva proses menelanjanginya membutuhkan waktu 3 menitan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jubah yang dikenakan sehari-hari teah lepas, sekarang yang ada di tubuh liva ialah pakaian dalam dan kaus kakinya.. melihat pemandangan itu doni dan dito langsung menahan air liurnya. melihat kemolekan tubuh liva yang mulus dan putih yang selama ini menjadi rasa penasaran dikalangan cowok-cowk dikampusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;giliran pertama adalah doni, tanpa basa basi dia langsung melucuti bh liva dengan kasar, lalu mencium bibir liva dengan paksa, awalnya kepala liva berontak, tapi doni dengans segala keahlian dan pengalamannya selama ini mulai meremas payudaranya dan memilin putingnya dengan lembut tapi mantap. merasakan serangan yang nikmat itu, liva tak kuasa manahan kejolak birahinya mulutnya mulai terbuka dan menerima terpaan lidah doni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah puas di bibir liva lalu doni mulai menjajah selangkang liva, cdnya telah basah. doni mulai melepas cd liva sampai lututnya, saat irulah doni dan dito terpukau melihat kemaluan liva yang bersih dan terawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jangan, tolong, jangan….” rintih liva. “banyak bacot! nih terima pistol gue!” kata dito yang telah membuka celananya dan alngsung memasukkan penisnya kemulut liva. “umh..” dengan perasaan jijik dia menerima penis dito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sidoni gak mau kalah, dia menjilati vagina liva dengan gerakan vertikal yang mau gak mau liva merasa amat terangsang dengan tindakan doni itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ummmmhhhhhh” terdengar dengusan liva, yang merasakan kenikmatan yabng baru kali ini dirasakannya. tak kuasa menahan terpaan kenikmatan itu, akal pikirannya telah dikalahkan oleh nafsu, diapun menikmatinya dengan menghisap penis dito. ” ahhhhh, ya gitu, betul,,, wah ternyata kamu punya bakat jadi perek liva…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segala atribut ‘alim’ yang disandang liva telah dia lepas semuanya, dia lupakan karena kenikmatan yang ada dihadapannya saat ini telah mengalahkan akal sehatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu doni mengubah posisi liva dengan bentuk dogi style.&lt;br /&gt;tanpa membantah lagi liva menurut saja, kini badannya tidak adalagi dihalangi sehelai benangpun, berkali2 dito dan doni mengagumi lekuk tubuh liva yang selama ini disembunyikan dengan rapat dalam balutan jilbab panjangnya. ” gile, bodi lu ngalahin si miske yang tercantik dikelas kita, ternyata lu yang paling cantik….!”ujar dito penuh kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa lama-lama penis dito langsung diarahkan kemulut liva. liva pun menyambutnya dengan memainkan lidahnya, dan sepertinya dia mulai terbiasa dengan penis dito tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu pula doni, melihat pantat yang begitu indah didepan matanya membuat penisnya berteriak dengan liarnya… liva tiada malu lagi terhadap semua hinaan ini, karena pikiranya saat ini dikuasai nafsu kewanitaannya, dia telah melupakan segala ilmu agama yang dia pelajari sejak kecil..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelan-pelan doni mulai menggesekkan penisnya dilubang kewanitaan liva, lalu bles! masuk lah seluruh penis doni di vaginanya. cairan merah keluar dari dalam lubang vaginanya, itu artinya liva memang masih gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesucian yang dia agungkan selama ini kini telah terampas, tapi dia saat ini tidak begitu sedih karena nafsu saat ini sedang menguasainya.” ahhhh… memekmu enak banget liv, masih seret, bener-bener jago kamu merawat memekmu…” ujar doni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu doni pelan-pelan mulai menggerakkan pinggulnya. “umm….um…ummm…” liva yang menerima serangan dari doni sungguh tak kuat menahan rangsangannya. dito pun mulai mempercepat ayunan pinggulnya, “liv, terima spermaku yaa… telen abis!” sahut dito “crot,,” sperma dito keluar banyak dari mulut liva dan sebagian langsung ditelan liva tapi sebagian lagi lolos keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dito duduk dilantai sambil menaikkan lagi adiknya yang baru layu. tapi doni mulai mempercepat goyangan pinggulnya, “akh.. akh…. enak… terus don…. terus…. kenapa begini enak don… kenapa?” ceracau liva.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjawab panggilan ‘welcome’ dari liva doni mempercepat lagi gerakannya “ah…liv… semangat!!!!”. gerakan mereka semakin buas, dito yang melihat adegan itu terbit kembali birahinya, lalu dia meremas payudara liva ukuran 34b yabng menggantung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“liv, aku mau keluar nih… terima yaaaa……” teriak doni, semburan sperma doni memenuhi liang kewanitaan liva yang selama ini belum pernah kemasukan sperma lelaki manapun. setelah keluar spermanya doni segera menarik penisnya, karena dito minta giliran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan tubuh lemas liva ditarik pinggulnya oleh dito dan dito mengangkangkan kaki liva, lalu tanpa lam-lama penis dito langsung masuk ke vagina liva dengan mudah karena vagina liva telah licin dan memang penis ito tidak sebesar penis doni. dito tidak berbasa-basi, dia langsung menggerakkan pinggulnya dengan kencang,”pelan-pelan dit, akh..” ceracau liva, tapi segera dibungkam dengan ciuman dari dito yang memainkan lidahnya. “ummm…ummm” rintih liva, meski penis dito kecil, tapi ciuman dito benar-benar kelas master, membuat liva merasa seperti terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;doni tidak tinggal diam, dia mengambil adengan yang seru tersebut dengan kameranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selama sepuluh menit, akhirnya dito berteriak, “liv, aku mau keluar!” lalu dito menarik penisnya dan diarahkan ke wajah liva dan “croot…” keluarlah sperma dito memenuhi wajah liva. setelah itu mereka bertiga dengan lemas terlentang di lantai dengan keadaan masih telanjang tiga-tiganya. tiba-tiba tanpa diketuk pintu dulu, irwan, ivan, sadat, beno, dan toni masuk sambil tepuk tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka ternyata telah dihubungi doni sebelumnya untuk ikut pesta ini, melihat begitu banyaknya orang, liva ketakutan, karena membayangkan akan melayani mereka semua, itu lah takdirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;liva, mahasiswi berjilbab,  akan melayani teman-taman sekelasnya dan akan melayani seluruh laki-laki di kelasnya…    &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6056219646150275037-1358030279395787926?l=ceritadewasaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/1358030279395787926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/liva-mahasiswi-berjilbab-yang-cantik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/1358030279395787926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/1358030279395787926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/liva-mahasiswi-berjilbab-yang-cantik.html' title='Liva, mahasiswi berjilbab yang cantik'/><author><name>Cerita Dewasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10503353024309120878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6056219646150275037.post-991729136687590437</id><published>2011-12-26T19:42:00.001-08:00</published><updated>2011-12-26T19:42:27.704-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><title type='text'>Anak SMU yang Nakal</title><content type='html'>&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;    &lt;div id="pid_3964" style="padding: 5px 0pt;"&gt;&lt;b&gt; Namaku adalah Andi (bukan nama yang sebenarnya), dan aku kuliah di salah satu universitas swasta di Bandung. Aku berasal dari luar daerah dan aku tinggal di kost. Aku pun termasuk orang yang berada, serta sangat menjalankan keagamaan yang kuat. Apalagi untuk mencoba narkoba atau segala macam, tidak deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini bermula pada waktu kira-kira 4 bulan yang lalu. Tepatnya hari itu hari Selasa kira-kira jam 14:12, aku sendiri bingung hari itu beda sekali, karena hari itu terlihat mendung tapi tidak hujan-hujan. Teman satu kostan-ku mengatakan kepadaku bahwa nanti temanya anak SMU akan datang ke kost ini, kebetulan temanku itu anak sekolahan juga dan hanya dia yang anak SMU di kost tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama menunggu akhirnya orang yang ditunggu datang juga, kemudian temanku langsung mengajaknya ke tempat kamarku yang berada di lantai atas. Akhirnya aku dikenali sama perempuan tersebut, sebut saja namanya Ria. Lama-lama kami ngobrol akhirnya baru aku sadari bahwahari menjelang sore. Kami bertiga bersama dengan temanku nonton TV yang ada di kamarku. Lama-lama kemudian temanku pamitan mau pergi ke tempat temannya, katanya sih ada tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya singkat cerita kami berdua di tinggal berdua dengan Ria. Aku memang tergolong cowok yang keren, Tinggi 175 cm, dengan berat badan 62 kg, rambut gelombang tampang yang benar-benar cute, kata teman-teman sih. Ria hanya menatapku tanpa berkedip, akhirnya dia memberanikan diri untuk menggelitikku dan aku tidak tahu darimana dia mengetahui kelemahanku yang sangaTVital itu kontan saja aku langsung kaget dan balik membalas serangan Ria yang terus menerus menggelitikiku. Lama kami bercanda-canda dan sambil tertawa, dan kemudian diam sejenak seperti ada yang lewat kami saling berpandang, kemudian tanpa kusadari Ria mencium bibirku dan aku hanya diam kaget bercampur bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dilepaskannya lagi ciumannya yang ada di bibirku, aku pun heran kenapa sih nih anak? pikirku dalam hati. Ria pun kembali tidur-tiduran di kasur dan sambil menatapku dengan mata yang uih.. entah aku tidak tahu mata itu seolah-olah ingin menerkamku. Akhirnya dia melumat kembali bibirku dan kali ini kubalas lumatan bibirnya dengan hisapan-hisapan kecil di bibir bawah dan atasnya. Lama kami berciuman dan terus tanpa kusadari pintu kamar belum tertutup, Ria pun memintaku agar menutup pintu kamarku, entah angin apa aku hanya nurut saja tanpa banyak protes untuk membantah kata-katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku menutup pintu kamar kost-ku Ria langsung memelukku dari belakang dan mencumbuku habis-habisan. Kemudian kurebahkan Ria di kasur dan kami saling berciuman mesra, aku memberanikan diri untuk menyentuh buah dadanya Ria yang kira-kira berukuran berapa ya..? 34 kali, aku tidak tahu jelas tapi sepertinya begitu deh, karena baru kali ini aku menuruni BH cewek. Dia mengenakan tengtop dan memakai sweater kecil berwarna hitam. Aku menurunkan tengtop-nya tanpa membuka kutangnya. Kulihat buah dada tersebut.. uih sepertinya empuk benar, biasanya aku paling-paling lihat di BF dan sekarang itu benar-benar terjadi di depan mataku saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang, kusedot saja buah dada Ria yang kanan dan yang kirinya aku pelintir-pelintir seperti mencari gelombang radio. Ria hanya mendesah, "Aaahh.. aahh.. uuhh.."Aku tidak menghiraukan gelagat Ria yang sepertinya benar-benar sedang bernafsu tinggi. Kemudian aku pun kepingin membuka tali BH tengtop-nya. Kusuruh Ria untuk jongkok dan kemudian baru aku melihat ke belakang Ria, untuk mencari resliting kutangnya. Akhirnya ketemu juga dan gundukan payudara tersebut lebih mencuat lagi karena Ria yang baru duduk di bangku SMU kelas 2 dengan paras yang aduhai sehingga pergumulan ini bisa terjadi. Dengan rakusnya kembali kulumat dada Ria yang tampak kembali mengeras, perlahan-lahan ciumanku pun turun ke bawah ke perut Ria dan aku melihat celana hitam Ria yang belum terbuka dan dia hanya telanjang dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memberanikan diri untuk menurunkan celana panjang Ria, dan Ria pun membantu dengan mengangkat kedua pinggulnya. Ria pun tertawa dan berkata, "Hayo tidak bisa dibuka, soalnya Ria mempunyai celana pendek yang berwarna hitam satu lagi.." ejek Ria sambil tersenyum girang.Aku pun dengan cueknya menurunkanya kembali celana tersebut, dan kali ini barulah kelihatan celana dalam yang berwarna cream dan dipinggir-pinggirnya seperti ada motif bunga-bunga, aku pun menurunkanya kembali celana dalam milik Ria dan tampaklah kali ini Ria dalam keadaanbugil tanpa mengenakan apapun. Barulah aku melihat pemandangan yang benar-benar terjadi karena selama ini aku hanya berani berilusi dan nonton tidak pernah berbuat yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pandangi dengan seksama kemaluan Ria dengan seksama yang sudah ditumbuhi bebuluan yang kira-kira panjangnya hanya 2 cm tapi sedikit, ingin rasanya mencium dan mengetahui aroma kemaluan Ria. Aku pun mencoba mencium perut Ria dan pusarnya perlahan tapi pasti, ketika hampir mengenai sasaran kemaluannya Ria pun menghindari dan mengatakan, "Jangan dicium memeknya akh.. gelii.." Ria mengatakan sambil menutup rapat kedua selangkangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, mau bagaimana lagi, langsung saja kutindih Ria, kucium-cium sambil tangan kiriku memegang kemaluan Ria dan berusaha memasukkanya ke dalam selangkangan Ria. Eh, Ria berontak iihh.. ge.. li.." ujar Ria. Tahu-tahu Ria mendorong badanku dan terbaliklah keadaan sekarang, aku yang tadinya berada di atas kini berubah dan berganti aku yang berada di bawah, kuat sekali dorongan perempuan yang berbobot kira-kira 45 kg dengan tinggi 160 cm ini, pikirku dalam hati. "Eh.. buka dong bajunya! masak sih Ria doang yang bugil Andinya tidak..?" ujar Ria sambil mencopotkanbaju kaos yang kukenakan dan aku lagi-lagi hanya diam dan menuruti apa yang Ria inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membuka baju kaosku, tangan kanan Ria masuk ke dalam celana pendekku dan bibirnya sambil melumat bibirku. Gila pikirku dalam hati, nih cewek kayaknya sdah berpengalaman dan dia lebih berpengalaman dariku. Perlahan-lahan Ria mulai menurunkan celana pendekku dan muncullah kemaluanku yang besarnya minta ampun (kira-kira 22 cm). Dan Ria berdecak kagum dengan kejantananku, tanpa basa-basi Ria memegangnya dan membimbingnya untuk masuk ke dalam liang senggama miliknya Ria, langsung saja kutepis dan tidak jadi barang tersebut masuk ke lubang kemaluan Ria. "Eh, jangan dong kalau buat yang satu ini, soalnya gue belum pernah ngelakuinnya.." ujarku polos. "Ngapain kita udah bugil gini kalau kita tidak ngapa-ngapain, mendingan tadi kita tidak usah buka pakaian segala," ujar Ria dengan nada tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku diam dan aku hanya menempelkan kemaluanku di permukaan kemaluan Ria tanpa memasukkanya. "Begini aja ya..?" ujarku dengan nada polos. Ria hanya mengangguk dan begitu terasanya kemaluanku bergesek di bibir kemaluan Ria tanpa dimasukkan ke dalam lubang vaginanya milik Ria, aku hanya memegang kedua buah pantat Ria yang montok dan secara sembunyi-sembunyiaku menyentuh bibir kemaluan Ria, lama kami hanya bergesekan dan tanpa kusadari akhirnya kemaluanku masuk di dalam kemaluan Ria dan Ria terus-terusan menggoyang pantatnya naik-turun.Aku kaget dan bercampur dengan ketakutan yang luar bisa, karena keperawanan dalam hal ML yang aku jaga selama ini akhirnya hilang gara-gara anak SMU. Padahal sebelum-sebelumnya sudah ada yang mau menawari juga dan dia masih perawan lebih cantik lagi aku tolak dan sekarang hanya dengan anak SMU perjakaku hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama aku berpikir dan sedangkan Ria hanya naik-turun menggoyangkan pentatnya semenjak aku melamun tadi, mungkin dia tersenyum puas melihat apa yang baru dia lakukan terhadapku. Yach, kepalang tanggung sudah masuk, lagi nasi sudah jadi bubur akhirnya kugenjot juga pantatku naik-turun secara berlawanan dengan yang dilakukan Ria, dan bunyilah suara yang memecahkan keheningan, "Cplok.. cplok.. cplok.." Ria mendesah kenikmatan karena kocokanku yang kuat dilubang vaginanya. Lama kami berada di posisi tersebut, yaitu aku di bawah dan dia di atas.akhirnya aku mencoba mendesak Ria agar dia mau mengganti posisi, tapi dorongan tangannya yang kuat membatalkan niatku, tapi masa sih aku kalah sama cewek, pikirku. Kudorong ia dengan sekuat tenagaku dan akhirnya kami berada di posisi duduk dan kemaluanku tetap berdiri kokoh tanpa dilepas. Ria tanpa diperintah menggerakkan sendiri pantatnya, dan memang enak yah gituan, pikirku dalam hati. Tapi sayang tidak perawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kudorong lagi Ria agar dia tiduran telentang dan aku ingin sekali melihat kemaluanku yang besar membelah selangkangan kemaluan Ria, makanya aku sambil memegang batang kemaluanku menempelkannya di lubang kemaluan Ria dan "Bless.." amblaslah semuanya. Kutekan dengan semangat "45" tentunya karena nasi sudah hancur. Kepalang tanggung biarlah kuterima dosa ini, pikirku. Dengan ganasnya dan cepat kuhentakkan kemaluanku keras-keras di lubang kemaluan Ria dan kembali bunyi itu menerawang di ruangan tersebut karena ternyata lubang kemaluan Ria telah banjir dengan air pelumasnya disana, aku tidak tahu pasti apakah itu spermanya Ria, apakah hanya pelumasnya saja? dan Ria berkata,&lt;br /&gt;"Loe.. udah keluar ya..?" ujarnya.&lt;br /&gt;"Sembarangan gue belom keluar dari tadi..?" ujarku dengan nada ketus.&lt;br /&gt;Karena kupikir dia mengejekku karena mentang-mentang aku baru pertama kali beginian seenaknya saja dia menyangka aku keluar duluan. Akhirnya lama aku mencumbui Ria dan aku ingin segera mencapai puncaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat kukeluarkan kemaluanku dari lubang kemaluannya dan kukeluarkan spermaku yang ada diperutnya Ria, karena aku takut kalau aku keluarkan di dalam vaginanya aku pikir dia akan hamil, kan berabe. Aku baru sekali gituan sama orang yang yang tidak perawan malah disuruh tanggung jawab lagi. Gimana kuliahku! Ria tersenyum dengan puas atas kemenangannya menggodaku untuk berbuat tidak senonoh terhadapnya. Huu, dasar nasib, dan semenjak saat itu aku sudah mulai menghilangkan kebiasaan burukku yaitu onani, dan aku tidak mau lagi mengulang perbuatan tersebut karena sebenarnya aku hanya mau menyerahkannya untuk istriku seorang. Aku baru berusia 21 tahun saat ini. Aku nantikan keritik dan saran dengan apa yang terjadi denganku saat inidan itu membuatku shock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT    &lt;/b&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div id="post_meta_3964" style="text-align: right; vertical-align: bottom;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6056219646150275037-991729136687590437?l=ceritadewasaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/991729136687590437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/anak-smu-yang-nakal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/991729136687590437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/991729136687590437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/anak-smu-yang-nakal.html' title='Anak SMU yang Nakal'/><author><name>Cerita Dewasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10503353024309120878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6056219646150275037.post-8636596641837826829</id><published>2011-12-26T19:41:00.001-08:00</published><updated>2011-12-26T19:41:51.673-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><title type='text'>Kenikmatan Adik kelasku</title><content type='html'>&lt;b&gt;Saat clas metting disekolahku, aku yang boring karena tidak ada kerjaan memutuskan untuk pergi ke perpustakaan sekolahku.&lt;br /&gt;Oh iya perkenalkan namaku RYAN .tinggi 165 cm agak hitam. sudah sejak lama aku naksir dengan adik kelasku yg bernama RANI.tingginya sekitar 162cm,ukuran BH 32,cakep lagi.Suatu hari aku pernah nembak dia tapi ditolak.Aku merasa sakit hati dan tidak terima."pokoknya aku harus bisa mendapatkannya"bisikku dalam hati.&lt;br /&gt;Perpustakaan sekolahku bangunannya bertingkat.dan aku berada di tingkat atas membaca buku,karena malas duduk dikursi aku memutuskan untuk lesehan dilantai saja.Setelah lama membaca,kulihat Rani juga sedang membaca buku dikursi.Aku melihat pemandangan yang membangkitkan hasrat laki2ku. Aku lihat selakangannya terbuka,saat itu kelihatan pula CDnya yang berwarna putih."Woow,bagus sekali pahanya,ingin rasanya kusentuh dan kujilat paha itu sampai kepangkalnya"gumamku dalam hati.&lt;br /&gt;Ternyata Rani menyadari perbuatanku.Lalu dia menghampiriku dengan marah-marah dan menggertakku"Hey,apa yang kamu lihat?!! gak sopan banget sih?!!"hardiknya.Aku hanya diam saja karena sedang memperhatikan bentuk tubuhnya yang aduhai.Pakaiannya yg seksi ditambah rok mininya yg semakin menantang nafsuku.Birahiku sudah tak tertaha lagi,ku harus menumpahkannya.&lt;br /&gt;Ketika sedang ngomel2,aku berdiri dari dudukku dan kemudian menciumnya.Dia meronta-ronta untuk lepas dari dekapanku.Tpai apa daya,nafsuku sudah tinggi harus kutumpahkan ke dia.Setelah itu,kusekap mulutnya dengan tanganku,kubawa dia ke kamar mandi perpustakaan(biasanya tingkat atas memang sepi). Kemudian kulepas sekapanku dan kembali kujejali mulutnya dengan bibirku.Tangan kananku meremas-remas payudaranya bergantian.&lt;br /&gt;"Mpfhhh...mpffhh...oohhhh", dia melenguh ketika tanganku meremas payudaranya.&lt;br /&gt;Setelah puas "bagian atas", kini ku mencoba mengaduk2 "bagian bawahnya".Sambil terus kuciumi dia,rok mininya kuangkat sebatas pinggul sembari memelorotkan CDnya. Woooww,tampaklah Vagina yang merah muda tanpa bulu2!! tanpa menyia-nyiakan waktu lagi,akupun berjongkok menciumi perut dan vaginanya.&lt;br /&gt;"ahhh...ohhh...jang..an ...msa..."rintihnya sambil menggelinjang.&lt;br /&gt;Kemudian kugigit clitorisnya,diapun menggelinjang hebat. selesai bergerilya di bagian bawahnya,kubuka baju serta celanaku,sekalian CDku.kembali kuciumi mulutnya sambil membuka baju seragamnya.Terlihatlah 2 bukit kembar yang masih sekal,ditambah lagi kulitnya yang putih mulus. sekarang kami berdua pun telanjang tanpa sehelai benangpun yang melekat ditubuh kami.&lt;br /&gt;kembali kumainkan vaginanya dengan tangan kananku, sementara tangan kiriku meremas2 payudaranya."ahh...ohhh...sshhh... masss...sukinnnn....shhhhh....masssss.."eranganya&lt;br /&gt;"udaaahhhh.....oohhhh....gaak...kuat...shhh"pintan ya berulang-ulang.&lt;br /&gt;Kulihat cairan kewanitaannya keluar,tanda dia juga mulai terangsang. Mendengar rintihannya, akupun semakin bersemangat menggarapnya. Sudah 30 menit lebih aku mengerjai tubuhnya, kini ku bersiap2 menghujamkan kontolku yang sudah tegak sejak tadi.Kududukkan dia dipinggir bak mandi. Kusodorkan kontolku untuk dikulumnya.&lt;br /&gt;"Ayo sayang diemut ni kontolku,jangan ditonton saja.aku gak butuh patung"kataku.&lt;br /&gt;Akhirnya dia mengerti juga ,dan kemudian dia mengulum punyaku serta mengocoknya. Tampaknya dia baru pertama kali mengulum penny,jadi masih agak kaku dan terkena giginya. Tapi walaupun begitu,aku menikmatinya.&lt;br /&gt;"ohh...hebat kamu ,Rani.ohhh?!!"aku sampai tak bisa berkata lagi,rasanya seperti melayang.&lt;br /&gt;Setelah mengulum lama sekali akhirnya bobol juga pertahananku."croot...croot...croot"spermaku muncr5at dengan derasnya,hingga wajahnya dan mulutnya penuh dengan spermaku. Kini tiba waktunya untuk memasukkan "senjata"ku ke liang kenikmatannya. Perlahan ku gendong dia dengan posisi berhadapan ,dan tanganku berada dibokongnya. Perlahan dengan pelan2 kumasukan kontolku ke vaginanya.&lt;br /&gt;"uuh...sempit banget memekmu Ran?"&lt;br /&gt;Terus kucoba berusaha memasukkan hingga 1/3 kontolku masuk ke vaginanya. Dia menjerit kecil.&lt;br /&gt;"ooohhhh....sshhhh.... masss ....pe...lan pe...lan....,aku mashhh....perawanhhhh..oohhhh"desahnya.&lt;br /&gt;kembali kucoba untuk menyodoknya, dan....Blessss masuk juga akhirnya seluruh batang kejantananku ke memeknya.Rani merintih kesaakitan.&lt;br /&gt;"Aduhhhh....sakiiiittt...oohhhh."kulihat darah keluar dari vaginanya.&lt;br /&gt;"Akhirnya kubobol juga punyamu"kataku dalam hati.Setelah kurasa dia tidak kesakitan lagi,kuteruskan pompaanku naik turun.&lt;br /&gt;"oohhh...masss....enaaakk.....oohhh...". dia merintih kenikmatan.&lt;br /&gt;"masss...akkuuuhhhh......kkeeellluarrrrr....?! !"&lt;br /&gt;Kurasakan sesuatu membasahi kontolku.Setelah itu aku aku memintanya untuk doggy style.Dengan posoisi ini,aku bisa lebih bebas bergerak. Kembali kumasukan kontolku ke vaginanya...blessss.&lt;br /&gt;"oohhhh.... massshhh...enakkkk..."rintihnya mengikuti gerakanku..Kumaju mundurkan pinggulku ,kemudian tanganku meremas remas payudaranya dari belakang.&lt;br /&gt;"oohhh...Rani,enakkk banget memek kamu....?"gumamku padanya&lt;br /&gt;Terus saja kusodokkan kontolku,hingga akhirnya dia orgasme untuk yang ketiga kalinya.memeknya banjir,dan sepertinya akupun sudah gak kuat lagi untuk menahannya. Dan akhirnya,croottt....croottt crootttt. Kutembakkan lagi air maniku didalam memeknya.&lt;br /&gt;"Kamu hebat Rani...kapan2 kita maen lagi ya?"&lt;br /&gt;Diapun mengangguk lemah.Kemudian kami membersihkan diri masing2.Nafsuku bangkit lagi saat melihat Rani menungging di wastafel membersihkan keringat dari wajahnya,kudekati dia dan...blesss.Kembali kontolku menghujam di vaginanya.Ranipun sudah menduganya.&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu,Rani menjadi kekasihku,dan kamipun sering mengulanginya , baik dikamarku,dikost2annya bahkan dipojok sekolah&lt;br /&gt;TAMAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi bintangnya dong gan... hehehee    &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6056219646150275037-8636596641837826829?l=ceritadewasaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/8636596641837826829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/kenikmatan-adik-kelasku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/8636596641837826829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/8636596641837826829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/kenikmatan-adik-kelasku.html' title='Kenikmatan Adik kelasku'/><author><name>Cerita Dewasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10503353024309120878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6056219646150275037.post-4236005930763883912</id><published>2011-12-26T19:40:00.001-08:00</published><updated>2011-12-26T19:40:34.764-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><title type='text'>Memperkosa Keponakanku</title><content type='html'>&lt;b&gt;Hari itu kebetulan rumah sedang sepi.karena istriku baru ada acara di rumah saudara nya di daerah Semarang dan akan kembali seminggu lagi. Plus pembantuku yang turut menemaninya. Praktis alu sendirian kalau lagi di rumah.&lt;br /&gt;Sehabis dari kantor sore itu aku pulang dan sesampainya di dalam rumah kulihat sesosok perempuan berjilbab putih lengkap dengan seragam putih abu-abunya yang serba panjang. Dialah keponakanku Rika yang sedang tertidur di sofa ruang tamu dengan tv yang masih menyala. Oh iya si Rika masih kelas 1 SMK. Dia sering main ke rumahku selepas pulang sekolah, jadi nya dia bebas keluar masuk rumah. Kulihat Rika yang tertidur di sofa dengan rok abu-abu panjang semata kaki namun agak ketat sehingga sepasang pahanya yang indah nampak terlihat sekal dari balik roknya. Dadanya yang mulai ranum berkembang nampak membusung dari balik hem putih OSIS lengan panjangnya. Melihat pemnandangan seperti itu bangkitlah birahiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan kudekati Rika dan duduk di samping nya sambil kuusap-usap pahanya yang sekal dari luar rok abu-abu semata kaki yang dipakainya. Dengan penuh perasaan kuraba-raba pahanya hingga naik terus sampai ke pangkal pahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dengan sangat hati-hati kusingkap rok seragam abu-abu panjangnya keatas hingga tampak celana dalam Rika yang berwarna putih krim, Selaras sekali dengan pahanya yang putih mulus.&lt;br /&gt;Setelah kusingkap roknya perlahan kuraba belahan vagina keponakanku yang berjilbab putih itu dari luar celana dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu aku asyik meraba-raba kemaluannya, Rika terbangun dari tidurnya dan kaget melihat rok abu-abu panjang yang dikenakannya sudah tersingkap dan nampak olehnya aku yang sedang meraba-raba vaginanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jjaangannn..ommmm….jangannnn,,,jangan…”, seraya mencoba berdiri dari sofa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Rika berhasil berdiri dari sofa buru-buru kutindih tubuhnya hingga terhimpit tubuhku sambil membungkam mulutnya dengan tanganku, dsn tanganku yang satunya meraih celana dalam siswi jilbab ini. “Brettt…”, kutarik celana dalam Rika hingga sobek.lalu kugosok kemaluan keponakanku ini dengan jemariku. Setelah 15 menit kugosok-gosok kemaluannya dengan jari hingga terasa basah, kulepas pakaianku hingga telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penisku yang sudah keras tegak mengacung langsung kuarahkan ke vagina Rika yang telentang di sofa. Keponakanku berjilbab putih dan masih lengkap mengenakan seragam sekolahnya namun sudah tersingkap rok abu-abu panjangnya sepinggang menangis sejadi-jadinya tatkala kutekan penisku masuk membelah gundukan vagina yang masih perawan itu.&lt;br /&gt;Baru kepala penisku mulai penetrasi masuk kulihat Rika menjerit kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaaakkkhhh,,,!”, namun jeritannya tertahan karena terlebih dahulu kubungkam dengan tanganku. Gadis cantik berjilbab putih ini hanya bias menangis seraya mengeleng-gelengkan kepalanya menahan sakit yang timbul dari perbuatanku. Kupaksa batang kemaluanku untuk masuk lebih dalam ke liang surganya Rika.&lt;br /&gt;Setengah batang penisku sudah masuk menembus liang vaginanya, dan terasa ada sesuatu yang mengalir di sela-sela vaginanya. Ternyata darah perawan siswi berjilbab keponakanku ini mengalir hinga membasahi sofa ruang tamuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dengan usaha sekuat tenaga penisku terbenam juga seluruhnya. Sesaat kudiamkan di dalam seraya meresapi betapa nikmatnya jepitan nan hangat liang surga milik Rika.&lt;br /&gt;”Ssshhh…ohh,,,nikmattt banget punya kamu Rikaaahh…..oohhh”, racauku sembari mulai menggenjot vagina siswi berjilbab putih keponakanku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ukkkhh…hehhh…”, desah Rika seakan membalas racauanku seraya mengeleng-gelengkan kepala yang masih terbalut jilbab putihnya. Air matanya nampak mengucur deras dari kedua kelopak matanya yang terpejam menahan perih persetubuhan paksa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 5 menit menyetubuhi Rika dengan gaya missionary, tanpa mencabut penisku dari liang surgawi Rika, kubalik tubuhnya dan kuposisikan agar menungging dan kedua tangannya bertumpu pinggiran sofa. “Awas kalau kamu teriak om bunuh!’, ancamku lagi.&lt;br /&gt;Setelah pas posisinya menungging, kusibakkan lagi rok abu-abu panjangnya sepinggang. Begitu indah pemandangan di hadapanku ini. Keponakanku yang masih mengenakan jilbab putih serta hem putih lengan panjangnya namun rok rok abu-abu panjangnya sudah tersingkap sepinggang hingga kemontokan belahan pantatnya yang putih mulus seakan menantang untuk minta disodok sejadi-jadinya. Lalu seraya mencengkeram bongkahan pantat yang padat nan kenyal itu kumulai menyodok-nyodok liang surgawinya dari belakang. “Oouhh…aaakkhh..ampunnnnn ommmm...sakittttttt...sakiittttt!”, teriaknya tatkala hentakan keras penisku menghujam keras dari belakang. Wajahnya yang manis terbalut jilbab putih nampak mendongak dan meringis kesakitan. Lalu disela-sela genjotanku kuremas-remas buah dadanya yang masih terbungkus hem putih OSIS lengan panjangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“SShhh..oooohhhhh,,,ooohhhhh enak bangetttt memekmu Rikaaaa,,,,”, racauku sembari memeluknya dari belakang dan meremas bongkahan buah dadanya yang masih terbungkus hem putih OSIS lengan panjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaahhh…uuhhhh…”, desahnya dengan mata terpejam seraya kedua tangannya mencengkeram pinggiran sofa kuat-kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir 20 menit kugenjot keponakan berjilbabku ini dengan posisi kesukaanku ini. Dan nampak ia makin kepayahan. Hem dan jilbab putihnya sudah awut-awutan. Begitu pula rok abu-abu panjang semata kaki yang kusingkapkan sepinggang. Semuanya sudah nampak lepek basah oleh keringat persetubuhan terlarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun merasa akan mendekati puncaknya. Sudah terasa spermaku bergejolak mendesak untuk keluar dari sarungnya. Lalu seraya mencengkeram kepalanya yang berjilbab kutarik tubuh Rika hingga merapat ketubuhku hingga kini posisi kami duduk berpangkuan dengan tubuh Rika yang membelakangiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupercepat sodokanku hingga bunyi benturan pantat keponakanku dengan selangkanganku semakin terdengar kencang,“Plakk…ceplakk!”. “Uhh…Rikkahh!”, seruku sejadi-jadinya menahan nikmat hendak mencapai klimaks seraya mencengkeram dan meremas kuat-kuat kedua payudara siswi berjilbab keponakanku. Rika yang sedang kugenjot dalam kecepatan penuh ini dari belakang hanya biasa merintih-rintih seraya memegangi kedua pergelangan tanganku yang sedang meremas-remas kedua buah dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Rika yang sudah amat kepayahan menghadapi serangan penisku mendadak mendadak bergetar hebat. Tubuhnya melengkung kebelakang hingga kepalanya yang berbalut jilbab putih itu menempel di pundakku. Nampaknya dia telah mencapai puncak orgasmenya. Dan bersamaan dengan itu pula, “ Aaahh…Riikkaahh…nniihhh!!”, akupun mencapai puncak orgasme sembari menyodok dalam-dalam penisku ke dalam liang surga Rika.&lt;br /&gt;”Crrooottt,,.crooot….crottt”, spermaku menyembur kedalam rahimnya bercampur dengan cairan kewanitaan yang juga menyembur berbarengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami berdua tersungkur lemas diatas sofa dengan posisi tubuhku menindihnya dari belakang.&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat tenagaku pulih, aku bangkit seraya mencabut penisku dari lubang kemaluan keponakan berjilbabku ini, seraya berkata, “Awas kalau Rika berani bilang siapa-siapa”, ancamku sambil memakai pakaian gue yang berserakan di lantai.&lt;br /&gt;”Sekarang mandi sana biar segar”, titahku padanya yang masih tertunduk letih dan lemah di pinggir sofa. Perlahan siswi berjilbab keponakanku itu bangkit dan pergi ke kamar mandi dengan seragam sekolahnya yang sudah awut-awutan serta ada noda darah dan sperma menempel di ujung kain rok abu-abu semata kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari tersenyum penuh kemenangan kutepuk pantatnya yang bahenol itu, sembari mengingatkan, “Ingat, mulai besok kamu harus sering-sering nginep disini. Om masih pengen terus menikmati memekmu yang hangat itu.” Dan dengan tatapan kosong, keponakanku yang berjilbab itu hanya mengangguk lemah tanpa mengucap sepatah katapun.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6056219646150275037-4236005930763883912?l=ceritadewasaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/4236005930763883912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/memperkosa-keponakanku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/4236005930763883912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/4236005930763883912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/memperkosa-keponakanku.html' title='Memperkosa Keponakanku'/><author><name>Cerita Dewasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10503353024309120878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6056219646150275037.post-3714967154621908842</id><published>2011-12-26T19:36:00.000-08:00</published><updated>2011-12-26T19:36:32.384-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><title type='text'>Angela Yang Cantik</title><content type='html'>&lt;b&gt;Aku punya seorang teman baik. Dia punya 2 orand adik perempuan. Yang paling kecil berumur 22 tahun. Namanya Angela, tingginya sekitar 170 cm, dengan badan yang langsing, sepasang kaki yang panjang, dan dada yang tidak terlalu besar. Wajahnya bagaikan bidadari dalam mimpi semua pria. Aku tidak menyangka dia akan menjadi secantik ini. Suatu hari aku ke rumah temanku utk berangkat ke kantor bersama. Ketika itu aku melihat Angela sedang sarapan di ruang makan sendirian.&lt;br /&gt;?Hi..? sapa ku.&lt;br /&gt;?Ko Adi sedang mandi, mungkin sebentar lagi selesai.? Kata nya.&lt;br /&gt;Kemudian dia bangkit dan merapikan piring dan sendoknya dan langsung pamit untuk pergi ke kampus.&lt;br /&gt;Ketika Angella sudah menghilang dari belakang pintu, dengan cepat aku naik ke lantai 2 dan mencoba untuk memasuki kamarnya. Beruntung sekali karena tidak dikunci. Aku segera menghampiri lemari pakaiannya dan mencari harta karun fantasi sex ku. Tetapi aku mengalami kekecewaan karena dia hanya punya 3 pasang pantyhose, sehingga aku tidak mungkin mengambilnya. Untuk mengobati kekecewaanku, aku mencari keranjang cucian yang ada di kamar mandinya. Aku cari celana dalamnya. Aku menemukannya di antara pakaian tidurnya. Dengan cepat aku mengambil celana dalamnya yang terbuat dari bahan satin yang halus dan menempelkannya di hidung dan menarik nafas dalam-dalam. Pikiranku langsung melayang dan penisku semakin mengeras dan panjang. Celana dalamnya masih menyimpan aroma yg khas dari vagina seorang wanita. Tapi aku buru-buru menyimpannya ke dalam kantong celanaku dan meninggalkan kamarnya. Aku kembali ke lantai 1 dan masuk ke kamar mandi. Aku buka resleting celanaku dan membebaskan penisku dari kurungan celana dalamku dan segera aku balutkan celana dalam Angela ke batang penisku dan langsung masturbasi sambil membayangkan bercinta dengan seorang bidadari perawan yang cantik yang mengenakan pantyhose dengan sepatu tali yang seksi. Kubayangkan penisku masuk dan keluar, memompa vaginanya dengan cepat dan keras. Hanya dalam hitungan beberapa detik kemudian, aku mengalami ejakulasi yang hebat. Dengan sisa-sisa tenaga aku arahkan penisku ke jambannya, dan 3 semprotan panjang mengawali puncak orgasme ku dan diakhiri dengan beberapa tetes sperma ku. Nafasku memburu dan berkeringat.&lt;br /&gt;?Indra! Kamu lagi di WC ya?? terdengar teriakan dari Adi.&lt;br /&gt;?Iya, bentar, gue lagi kencing nih.? Dengan cepat aku keluarkan tissueku dan membersihkan kepala penisku yang tersayang, kemudian ku tarik flush yang ada di jamban dan hilanglah bukti dari hasrat ku yang membara. Ku simpan kembali harta karun ku dan keluar dari WC dan bertingkah seolah-olah tidak terjadi apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, aku bermasturbasi di WC kantor.&lt;br /&gt;Sorenya, aku dan Angela sedang dalam perjalanan pulang. Kami ngobrol tentang pekerjaan. Jalanan lumayan padat sehingga tidak bisa cepat-cepat dan sering berhenti. Aku memberanikan diri untuk bertanya.&lt;br /&gt;?Angela, boleh aku bertanya sesuatu??&lt;br /&gt;?Apa?? jawabnya dengan ringan sambil melihatku.&lt;br /&gt;?Tapi jangan marah atau tersinggung ya.?&lt;br /&gt;Angela mengangguk kecil.&lt;br /&gt;?Apakah kamu suka pakai pantyhose??&lt;br /&gt;?Koq kamu tahu aku pake pantyhose??&lt;br /&gt;?Cuma nebak-nebak aja.?&lt;br /&gt;?Aku baru mulai pake sih, belum lama.?&lt;br /&gt;?Apa kamu suka??&lt;br /&gt;?Iya, rasanya gimana gitu.?&lt;br /&gt;?Keliatannya halus.?&lt;br /&gt;?Iya, rasanya halus juga.?&lt;br /&gt;Aku menelan ludah dan mengumpulkan segenap keberanian untuk bertanya, ?Apakah aku boleh megang? Maksudku aku cuma pengen tahu gimana rasanya.? Padahal aku sudah punya beberapa koleksi dan sudah tahu.&lt;br /&gt;Tanpa ragu-ragu Angela menjawab, ?Boleh.?&lt;br /&gt;Dengan perlahan-lahan kutaruh jari-jari tangan kiri ku di atas lutut kanannya. Ku elus-elus lututnya pelan-pelan. Seluruh badanku dipenuhi oleh sensasi erotis yang ditimbulkan oleh kelembutan pantyhose dan kaki Angela.&lt;br /&gt;"Gimana rasanya?" tanya angela.&lt;br /&gt;"Bener-bener halus." aku senyum kecil sambil memandang wajahnya yang cantik. penisku sudah dalam keadaan siaga satu dan dari luar terlihat sedikit menonjol.&lt;br /&gt;Untung mobilku mempunyai transmisi automatic sehingga aku tidak perlu mengganti-ganti gigi dan melepaskan tangan kiriku dari lututnya. Karena jalanan sangat macet, Tidak lama kemudian Angela tertidur. Kuberanikan diriku untuk menjelajah lebih dalam lagi ke pahanya.&lt;br /&gt;Angela tidak memberikan reaksi penolakan atau keberatan atas tindakan ku, atau mungkin dia tidak merasakannya karena sedang tertidur. Aku tidak perduli, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Pelan-pelan tangan kiriku makin ke atas dan telah sampai di tengah-tengah pahanya. Ku belai pahanya yang lembut dan halus. Kulihat wajahnya, Angela tertidur dengan sangat tenang. Saat ini, roknya sudah tersingkap setengah paha. Untung roknya tidak terlalu ketat, jika tidak, aku akan mengalami kesulitan untuk menjelajah lebih dalam. Kuteruskan aksi ku sampai pada paha bagian atas. Akhirnya aku sampai pada pusat segala kenikmatan sexual. Jari tengah ku menelusuri celah yang terbentuk dari ke dua pangkal pahanya. Jari tengah ku merasakan kehangatan dan kelembaban. Jari tengah ku dengan perlahan menemukan garis cekungan yang terbentuk dari celah vaginanya. Tiba-tiba terasa basah dan licin. Penis ku bertambah keras dan kencang, ternyata Angela secara sadar atau pun tidak, terangsang dengan belaian tanganku yang nakal. Aku tidak tahu apakah dia sadar ataukah masih tertidur. Saat ini arus lalu lintas mulai lancar, aku langsung masuk ke pintu tol. Dengan cepat aku mengeluarkan uang pas dari asbak mobil dan dengan cepat pula memberikannya kepada petugas tol dan aku langsung tancap gas. Setelah beberapa puluh meter, aku pelankan laju mobilku dan jari tengahku mulai memberikan tekanan-tekanan ringan pada selangkangannya. Bahan pantyhose yang halus bercampur dengan cairan manis yang di hasilkan oleh Angela membuat darahku makin mendidih dan sangat horny. Ku alihkan pandanganku dari jalan dan dengan cepat mengamati Angela. Rok nya sudah tersingkap sampai atas. Pahanya yang mulus terbungkus oleh pantyhose yang sexy. Wajahnya masih tidak menunjukan reaksi penolakan ataupun reaksi lainnya. Ku percepat gerakan jariku dengan tujuan membuatnya semakin terangsang dan orgasme. Kemudian ku selipkan jari manisku dan bersama-sama dengan jari tengahku, dan ku mainkan vaginanya. Setelah beberapa saat, ku putuskan untuk fokus pada klitorisnya. Gerakan jariku kupercepat namun tetap lembut dan tidak kasar. Samar-samar aku mendengar desahan halus yang berasal dari nafas Angela. Expresinya sedikit berubah. Kelihatannya Angela sangat menikmatinya. Cairan halus dan licin itu semakin membasahi celana dalam dan pantyhose Angela. Demikian pula dengan penis ku, sudah membasahi celana dalam ku. Setelah beberapa menit pikiranku melayangkan imaginasi nikmatnya bersetubuh dengan adik teman baikku yang masih perawan ini, tiba-tiba aku dikagetkan dengan sebuah mobil truck besar yang langsung memotong tepat didepanku. Dengan reflek ku injak rem untuk menghindari tabrakan, dan tangan kiriku sempat terhenti sejenak karena kekagetan itu. Aku dikejutkan lagi oleh tangan Angela yang menekan tangan kiri ku dengan kencang ke selangkangannya. Aku langsung melanjutkkan memberikan rangsangan kepada klitorisnya dengan cepat dan sedikit lebih kuat. Pinggangnya mulai bergerak, aku bisa merasakan kontraksi otot pada selangkangannya. Kemudian terdengar desahan kenikmatan yang tertahan di dalam vaginanya. Angelaku yang manis mengalami orgasme pertamanya. Setelah orgasmenya reda, ia membuka matanya dan menatapku dengan senyuman yang puas dan manis.&lt;br /&gt;"Ko Indra nakal..." itulah kalimat pertama yang keluar dari mulutnya yang sexy.&lt;br /&gt;"Bagaimana rasanya?" tanya ku.&lt;br /&gt;Tangan kirinya tetap menahan tangan kiriku di vaginanya, tangan kanannya membelai sayang pipiku. Tangannya yang halus dan lembut membuatku semakin terangsang.&lt;br /&gt;"Enak sekali... aku tidak tahu akan begitu enak... Apa itu orgasme?"&lt;br /&gt;"Itu belum seberapa, apa mau yang lebih enak lagi?" dengan berani aku menanyakan.&lt;br /&gt;"Sex langsung?"&lt;br /&gt;"Iya" jawabku.&lt;br /&gt;"Apakah benar akan lebih enak dari ini?"&lt;br /&gt;"Tentu saja."&lt;br /&gt;Angela melihat jam pada dashboard.&lt;br /&gt;"Apakah masih sempat? sudah terlalu malam nanti aku di cariin sama orang-orang rumah."&lt;br /&gt;"Bilang aja lagi ada acara ulang tahun teman."&lt;br /&gt;"Ide yang bagus."&lt;br /&gt;"Trus pacarnya gimana?"&lt;br /&gt;"Biarin aja, aku jga tidak begitu suka."&lt;br /&gt;Kesempatan emas yang tidak boleh kulewatkan. Tetap saja aku tidak menyangka akan semudah ini, dan Angela yang begitu berani. Apakah dia sudah pernah melakukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku parkir mobilku disebuah hotel yang terletak di tengah keramaian kota. Langsung saja aku memesan sebuah kamar yang VIP dengan ranjang yang besar. Segera setelah pintu kamar ditutup, aku duduk di atas kasur yang empuk dan menarik tangan Angela dan menyuruhnya duduk di atas pangkuanku. Posisi badannya menghadap ke kanan.&lt;br /&gt;"Apa Angela yakin mau melakukan ini dengan ku?"&lt;br /&gt;"Kalau memang orgasme terasa seindah dan senikmat itu, aku rela melakukannya."&lt;br /&gt;"Apa setelah ini Angela akan melakukannya dengan orang lain juga?"&lt;br /&gt;"Ya tidak lah Ko Indra ku sayang. Aku bukan pelacur seperti itu. Aku hanya ingin melakukannya dengan Ko Indra."&lt;br /&gt;"Benarkah?"&lt;br /&gt;Dia merangkul leher ku dan kusambut dengan ciuman yang basah di bibirnya.&lt;br /&gt;Angela memejamkan matanya, ku julurkan lidahku ke dalam mulutnya. Dengan sedikit kaku dan kikuk bidadariku menyambut tarian lidahku. Tidak lama kemudian Irama cumbuan kami semakin meningkat dan cepat dan panas penuh dengan nafsu. Tangan kiriku menelusuri semua bagian dari punggungnya dan tangan kananku menelusuri paha dan betisnya yang terbalut oleh pantyhose.&lt;br /&gt;Cumbuan kami bertambah liar, kutelusuri lehernya sambil menarikan lidahku. Terdengar desahan nikmat bercampur geli dari bibirnya. Angela membelai rambut dan punggungku.&lt;br /&gt;"Oh... ko Indra..."&lt;br /&gt;Saat ini tangan kiriku berhasil meraih payudara kirinya dari belakang. Ku pijat-pijat dengan lembut dan ku remas-remas.&lt;br /&gt;Tangan kananku dengan cepat melepaskan kancing-kancing bajunya. Angela pun mengikuti tindakanku dan melepaskan kancing bajuku, dan celanaku.&lt;br /&gt;Kusuruh Angela berdiri. Aku pun ikut berdiri dan langsung saja celana panjangku jatuh ke bawah. Ku tarik tangan kiri Angela dan meletakannya di penisku yang masih terbungkus celana dalam.&lt;br /&gt;"Keras sekali dan basah... ngompol ya?" ejek Angela.&lt;br /&gt;"Angela juga basah." Ku elus-elus selangkangannya.&lt;br /&gt;Kemudian dia tersipu malu.&lt;br /&gt;Ku buka BH nya dan didepan mataku adalah sepasang payudara yang berukuran sedang dan ranum. Bajunya sengaja tidak kulepaskan, karena dia terlihat sangat cocok dan cantik dengan baju itu. Ku lihat celana dalam berwarna kulit menutupi vaginanya. Kuturunkan pantyhosenya sedikit dan kurobek celana dalamnya dan menariknya keluar. Kubetulkan kembali pantyhosenya, dan ku hirup aroma dari cairan vaginanya dan kujilat. Angela melihat dengan tatapan sedikit terkejut. Ku tempelkan celana dalamnya ke hidung Angela.&lt;br /&gt;"Bagaimana aromanya?"&lt;br /&gt;Seakan-akan tidak percaya, ia menghirupnya beberapa kali.&lt;br /&gt;"Aromanya seakan-akan menggetarkan seluruh tubuhku..." jawabnya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja aku merasakan tangan kirinya dengan penuh nafsu meremas-remas penisku. Kuturunkan celana dalam ku dan penisku berdiri dengan keras dan panjang. Mulutnya sedikit terbuka melihat penisku yang berukuran sedang namun keras seperti batu. Jarinya yang mungil menyentuh ujung kepala penisku. Tidak terbayangkan nikmatnya sentuhan Angela pada penis ku. perlahan-lahan ia mulai memegang dan mengelus-elus seluruh batang penisku, akibatnya penisku benar-benar basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku suruh Angela tidur di atas ranjang. Ku jelajahi seluruh bagian dari kakinya yang panjang dan seksi. Aku habiskan lebih dari 30 menit hanya mengelus-elus dan memijat-mijat kecil seluruh bagian kakinya. Setiap kali aku melihat kaki dan sepatu talinya, rasanya ingin ku kulum. Akhirnya ku angkat kaki kanannya dan ku serbu dengan kuluman dan ciuman pada jari-jari kakinya tanpa melepas sepatunya. Setelah puas ku lanjutkan dengan mengulum vaginanya. Tanpa melepas pantyhosenya, aku mainkan tarian erotis dengan lidahku. Angela terus mendesah nikmat tanpa henti. Setelah beberapa saat, aku merasakan otot-otot pinggulnya mulai menegang. Angela mengalami orgasme kecil. Ku buat sebuah lubang kecil dengan bantuan gigi dan jari ku. Lidah ku langsung menerobos masuk dan menyerbu klitoris Angela. Nafas Angela semakin memburu dan dari bibirnya terus mengalir alunan desahan kenikmtan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;"Ko... Indra... enak banget..."&lt;br /&gt;Ku arahkan pandanganku sedikit ke atas, bidadariku terlihat sangat menikmati oral yang ku berikan. Ku dorong lidahku lebih dalam lagi ke dalam vaginanya. Cairan cinta Angela terus mengalir tanpa henti. Aku ingin angela merasakan nikmatnya bercinta, dan betapa mengagumkannya multi orgasme. Ku masukan jari tengah ku ke dalam vaginanya. Jariku masuk dengan mulus tanpa menemui hambatan apa pun. Ku coba untuk mencari titik G spot yang menjadi puncak kenikmatan sexual Angela. Desahan yang keluar dari mulutnya semakin kencang. Ada beberapa tempat yang mencurigakan, akhirnya aku berexperimen satu per satu. Memang makan waktu, tetapi setelah beberapa kali mencoba, akhirnya kutemukan. Aku tidak begitu yakin, tetapi semakin lama aku memberikan rangsangan pada titik tersebut, semakin kuat Angela menggeliat dan akhirnya orgasme. Kurasakan otot-otot vaginanya menjepit jariku dengan kuat. Setelah orgasmenya reda, aku memposisikan diriku di atas badan Angela. Ku kulum bibir dan lidahnya.&lt;br /&gt;"Sayang... aku akan memberikan kenikmatan yang tiada bandingannya, apa kamu sudah siap?"&lt;br /&gt;Angela melihatku dengan nafsu yang membara dan menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;Ku berikan senyum manisku dan memposisikan penis ku di depan pantyhose yang sudah ku robek sedikit. Pelan-pelan ku masukan penis ku. Dinding vaginanya yang ketat dan kencang menyambut kedatangan penisku dengan hangat. Ketika kepala penisku tenggelam di dalam vaginanya, Angela memejamkan matanya dan mulutnya terbuka. Ku dorong lagi perlahan-lahan sampai seluruh batang penisku berada di dalam vaginanya. Hangat, basahdan kencang, itulah yang kurasakan ketika meluncur masuk. Pelan-pelan ku tarik sedikit dan masuk lagi. Setelah beberapa tarikan Angela membuka matanya dan menatapku dengan penuh kepatuhan. Dia sudah mulai terbiasa dengan penisku, kupercepat gerakan memompa ku dalam posisi misionaris. Angela mendesah nikmat. Makin lama makin cepat, kembali Angela hilang dalam orgasmenya yang kuat dan panjang. Titik G spot yang kutemukan berada disebelah bawah dinding vaginanya. Sulit untuk merangsangnya dalam posisi misionaris. Kusuruh Angela membalikan badannya. Darah keperawanannya membekas di atas ranjang hotel. Begitu pula dengan penis ku, tertempel darah segar dari Angela.&lt;br /&gt;Kuarahkan Angela membentuk posisi doggy style. Aku sendiri juga sudah tidak dapat bertahan lama lagi. Aku ingin menyelesaikannya dengan memberikan multiple orgasme. Ku posisikan penisku ke daerah G spot Angela. Saat itu pula angela mendesah dengan kencang, karena vaginanya sudah terlalu sensitif. Ku pompa Angela dari belakang, pertama-tama pelan kemudian semakin cepat dan cepat. Tidak sampai 5 menit, badan Angela kembali berkontraksi. Kontraksinya jauh lebih kuat dari sebelumnya. Kurasakan otot-otot vaginanya meremas-remas penisku. Benar-benar sensasi yang tidak ada bandingannya. Aku dapat merasakan cairan madu Angela terus mengalir keluar membasahi paha kami. Badan Angela berkontraksi dan menggeliat dengan hebat bagaikan gempa bumi. Orgasme yang ia rasakan tak kunjung habis. Ku pelankan gerakanku, dan membiarkan Angela menikmati keseluruhan orgasmenya. Kucabut penisku dari vaginanya dan menyuruhnya tidur dengan terlentang. Ku posisikan penisku di depan bibirnya.&lt;br /&gt;"Angela, buka mulutnya... anggap aja lolipop."&lt;br /&gt;Angela menuruti kata-kataku dan menyambut 'lolipop' yang basah dengan ejakulasinya. Angela dengan kaku mengulum penisku. Namun rupanya dia mempunyai bakat alami dalam memberikan oral pada penis ku. Tidak lama kemudian, orgasme ku datang bagaikan petir. Seluruh badanku bergetar. Angela kaget ketika sperma ku meluncur dengan cepat dan kuat. Tidak terhitung berapa banyak spermaku yang keluar. Angela hampir tersedak, namun dengan cepat ia telan spermaku dan membersihkan sisa-sisanya.&lt;br /&gt;Angela sudah kehabisan tenaga, aku berbaring disebelahnya. Ia menatapku dengan tatapan bangga dan puas. Bidadariku... akhirnya aku berhasil bercinta dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berbaring selama beberapa saat, aku mengajak Angela untuk mandi bersama. Terpaksa Angela harus melepaskan pantyhosenya. Kami saling membersihkan satu sama lain, tidak lama kemudian aku kembali memasukan penisku yang masih keras dan horny ke dalam vagina Angela. Dibawah pancuran shower yang hangat aku kembali bercinta dengan Angela. Ku angkat dan kutahan kaki kirinya dengan tangan kananku dan kusandarkan dia pada dinding kamar mandi. Ku pompa vaginanya dengan penisku, lembut namun mantap. Angela menarikan tarian lidahnya pada leherku. Tanpa disengaja dia menemukan tempat yang sensitif pada leher bagian kiri ku.&lt;br /&gt;"Iya... di sini... terus..."&lt;br /&gt;Angela memfokuskan tariannya pada titik tersebut. Tak pernah kuduga betapa sensitifnya tempat itu, aliran-aliran listrik kecil seolah-olah berjalan di seluruh tubuhku, menambah sensasi yang luar biasa pada penisku. Aku terus mendesah dan mempercepat sedikit gerakan penisku, kadang-kadang aku mendorongnya sedalam mungkin dan mempertahankannya dalam posisi seperti itu dan kugoyangkan pinggangku dengan gerakan melingkar. Angela mendesah dan menghentikan tariannya. Kulanjutkan lagi proses percintaanku. Dia merangkulku dengan kuat. Desahannya semakin cepat dan kuat.&lt;br /&gt;"Ko... Indra..."&lt;br /&gt;Di bawah pancuran shower yang hangat, Angela mengalami orgasme yang kesekian kalinya. Badannya bergetar kuat. Otot-otot dinding vaginanya meremas-remas batang penisku dan membawaku ke ujung kenikmatan yang tak terbayangkan. Aku berusaha untuk menahannya selama mungkin, paling tidak sampai orgasme Angella mereda. Setelah reda, langsung ku keluarkan penisku, dengan tanggap Angela berlutut di depanku dan melahap penisku dengan mulutnya. Separuh penisku hilang didalam mulutnya. Lidahnya dengan cekatan menari-nari di penisku. Benar-benar tidak terlukiskan rasanya. Kupegang kepala Angela dengan kedua tanganku, pelan-pelan ku dorong masuk penisku sampai habis. Angela hampir tersedak dan dengan cepat menyesuaikan rongga kerongkongannya untuk menyambut penisku. Kutarik lagi dan kumasukan lagi. Lidahnya tak pernah berhenti sedikitpun menarikan tarian erotis pada penisku. Rangsangan ini benar-benar membuat penisku meledak dengan orgasme yang kuat dan menggetarkan. Karena aku terus menarik dan mendorong penisku akibatnya spermaku ada yang mengalir keluar dari mulutnya. Spermaku yang mengalir keluar dari sudut bibirnya membuat Angela semakin cantik dan menggairahkan. Angela terus menjilat dan menelan sperma dari penisku sampai bersih.&lt;br /&gt;"Suka ya?" Kutanya dengan lembut.&lt;br /&gt;Tanpa melepaskan kulumannya, ia tersenyum dan mengangguk.&lt;br /&gt;Bidadariku ternyata sungguh luar biasa, ini benar-benar mimpi menjadi kenyataan. Seorang gadis cantik memberikan oral dan menelan sperma dari penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami terpaksa menyudahi percintaan kami, karena sudah larut malam. Ku antar Angela pulang ke rumahnya. Sebelum keluar dari pintu mobil, kami bercumbu dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya kutelepon Angela. Kami setuju untuk pergi ke mall untuk berjalan-jalan.&lt;br /&gt;Angela mengenakan terusan model babydoll dengan panjang sampai 10 cm di atas lutut. Bahannya halus dan lembut. Pantyhose berwarna putih, ultra sheer, ditambah dengan sepatu tali berwarna putih yang melingkar sampai ke pertengahan betisnya, membangunkan penisku yang sedang tidur. Rambutnya terurai rapi, make up berwarna natural dan tipis, lipstick merah muda yang paling muda dengan wet look. Ketika masuk ke dalam mobil, dia menyapaku dengan manis dan manja.&lt;br /&gt;"Sabar ya Ko Indra sayang..."&lt;br /&gt;Angela mengatakan hal itu seolah-olah ia mengetahui apa yang sedang kupikirkan saat ini, yaitu berhubungan sex dengannya saat ini juga.&lt;br /&gt;Dengan tampang kecewa yang kubuat komikal aku mengeluh. Namun hal ini mengundang tawa bahak dari Angela.&lt;br /&gt;"Apa tidak ada yang tahu kalau kita pergi bersama?" tanyaku.&lt;br /&gt;"Tidak ada, aku cuma bilang mau bantu-bantu teman ku yang mau married, jadi aku punya alasan untuk pulang sampai malam." jawab Angela sambil tersenyum manis.&lt;br /&gt;"Angela, kamu benar-benar cantik, manis dan seksi sekali."&lt;br /&gt;"Ko Indra bisa aja, kan aku dandan seperti ini cuma untuk Ko Indra."&lt;br /&gt;"Memangnya kamu tidak pernah dandan untuk cowok kamu?"&lt;br /&gt;"Cowok yang mana ya?"&lt;br /&gt;"Kemarin katanya sudah punya?"&lt;br /&gt;"Oh yang itu... Sudah putus tuh..."&lt;br /&gt;"Kapan?"&lt;br /&gt;"Tadi malam." Angela menjawab dengan tenang.&lt;br /&gt;"Boleh tahu kenapa?"&lt;br /&gt;"Ko Indra lucu deh, pake acara nanya segala."&lt;br /&gt;Aku menduga bahwa akulah yang menjadi alasan dari putusnya hubungan antara Angela dengan pacarnya.&lt;br /&gt;"Gara-gara aku ya?"&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja Angela mencium pipi kiriku.&lt;br /&gt;"Cuma Ko Indra yang bisa membahagiakanku."&lt;br /&gt;Rasanya jantungku hendak meloncat keluar mendengar pernyataannya.&lt;br /&gt;Ku elus-elus pahanya yang dengan manis terbungkus oleh ultra sheer pantyhose berwarna putih sambil tersenyum manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat, kami tiba di Plaza Senayan. Sambil bergandengan tangan kami memasuki pintu samping Plaza. Kami masuk ke Metro dan langsung menuju ke bagian pakaian dalam.&lt;br /&gt;Angela melihatku dengan senyumnya yang nakal. Kami mulai dari lantai dasar yang banyak menjual sepatu-sepatu wanita. Aku menyodorkan beberapa pasang sepatu tali yang sexy dan bagus. Ternyata Angela juga menyukainya dan aku membeli 2 pasang sepatu tali yang ber-hak tinggi dan sedang untuk Angela . Kemudian kami naik ke lantai atas untuk melihat-lihat stocking dan pantyhose yang dipajang pada counternya dan sibuk membahasnya. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli semua merk yang ada dalam beberapa warna. Namun kali ini Angela yang memaksa untuk membayar. Setelah itu kami makan siang di sebuah cafe di lantai atas.&lt;br /&gt;Aku sengaja memilih tempat yang terletak disudut ruangan. Kami duduk di sofa yang menempel pada kedua sisi ruangan.&lt;br /&gt;Kami memesan dua piring spagheti, dan jus untuk makan siang kami. Setelah pelayan yang mencatat pesanan kami pergi, aku sibuk memeriksa sekeliling kami. Suasana masih sepi dan tidak ada yang memperhatikan kami, yang terpenting adalah taplak meja yang panjangnya sampai ke lantai. Benar-benar cocok untuk melaksanakan rencanaku. Dengan sekejap aku masuk ke bawah meja.&lt;br /&gt;"Ko Indra..." Angela berusaha menyingkap kain yang menutupi ku.&lt;br /&gt;"Ssst... jangan keras-keras, nanti ketahuan..." Bisikku.&lt;br /&gt;"Mau ngapain sih?"&lt;br /&gt;"Ada deh..." Jawabku dengan senyum nakal.&lt;br /&gt;Kurapikan kain penutup meja itu sehingga menutupi seluruh bagian pinggang Angela. Kemudian ku buka kedua kaki Angela yang menutupi selangkangannya. Lalu aku belai-belai vaginanya yang terbalut oleh pantyhose putih yang seksi.&lt;br /&gt;"Ko Indra... jangan di sini nanti ada yang melihat..." Bisiknya.&lt;br /&gt;Aku mengacuhkan bisikannya, karena aku merasakan bahwa Angela tidak memakai celana dalam dan pantyhose yang dikenakannya adalah yang 'sheer to waist'.&lt;br /&gt;Langsung saja kukulum vaginanya sambil membelai-belai kakinya yang panjang dan lembut.&lt;br /&gt;"Ko Indra..."&lt;br /&gt;Aku dapat merasakan sensasi nikmat yang menghanyutkan bersamaan dengan perasaan takut begitu pula dengan Angela. Kujilati seluruh bagian dari selangkangan Angela. Tidak lama kemudian aku dapat merasakan cairan manis yang khas mengalir dari vaginanya dan bercampur dengan kulumanku yang basah. Aku menjadi semakin bersemangat dan horny. Kupercepat kuluman dan tarian erotis lidahku. Sensasi yang menggelitik dan eksotis membuat tubuh Angela bergetar-getar. Aku yakin Angela pasti sedang berusaha keras untuk menahan ekspresinya dan menahan desahannya. Penisku meronta-ronta untuk keluar dari dekapan celana dalamku. Aku terus melahap Angela dengan penuh nafsu, dan tanganku tidak henti-hentinya membelai dan mengelus-elus kakinya.&lt;br /&gt;"Silahkan Minumnya." Terdengar suara dari seorang pelayan wanita yang mengantarkan minuman.&lt;br /&gt;"Terima kasih..." jawab Angela dengan suara yang sedikit bergetar.&lt;br /&gt;Aku dapat merasakan Angela sedang menyedot jus yang baru saja di antar.&lt;br /&gt;Tangan kanannya menyelinap masuk ke dalam taplak meja dan mengelus-ngelus kepalaku.&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian terdengar lagi suara dari pelayan wanita yang sama, membawakan pesanan kami.&lt;br /&gt;Setelah meletakan pesanan kami, pelayan itu meninggalkan Angela.&lt;br /&gt;"Sayang ayo dimakan dulu." Bisikku dari bawah.&lt;br /&gt;Angela dengan kikuk mencoba memakan spagheti yang telah kami pesan. Dia berusaha untuk tenang dan mencoba menikmati makanannya. Aku tahu dengan pasti sensasi yang dihasilkan oleh vaginanya ( dengan pertolongan lidahku yang nakal ) telah mengambil alih kesadarannya. Tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki yang mendekat, bersamaan dengan itu pula kedua kaki Angela menjepit kepalaku dengan kencang. Akhirnya aku merasakan otot-otot pinggul dan kakinya berkontraksi dengan keras. Cairan orgasmenya mengalir makin banyak, kulahap semua sampai tak tersisa. Badan Angela sedikit berguncang dan mengeluarkan suara seperti tersedak.&lt;br /&gt;"Apa Ibu tidak apa-apa?"&lt;br /&gt;"Oh.. tidak... cuma sedikit tersedak..." Jawabnya dengan gugup.&lt;br /&gt;Tidak kusangka Angela masih dapat berbicara menutupi keadaannya yang sedang orgasme.&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat, Angela mulai mengendorkan jepitan kakinya, otot-otot pinggulnyapun mulai rileks. Aku mengintip dari belakang kain untuk melihat keadaan dan langsung aku keluar dari kolong meja dan duduk di sebelahnya.&lt;br /&gt;"Batuk ya?" tanyaku.&lt;br /&gt;"Ko Indra! Hampir saja tadi ketahuan!" Serunya sambil mencubit kecil pahaku.&lt;br /&gt;"Tapi seru kan?" jawabku sambil tertawa kecil.&lt;br /&gt;"Iya... tapi sekarang waktunya pembalasan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat Angela memeriksa keadaan dan langsung turun ke bawah meja. Dengan cekatan Angela membuka resleting celanaku dan membebaskan penisku dari kurungan celana dalamku. Langsung saja penisku berdiri dengan tegak. Tanpa mengulur waktu Angela mulai menjilati ujungkepala penisku, menikmati cairan pra orgasme yang telah membasahi kepala penisku. Lidahnya yang lembut dan hangat menari-nari indah, diselingi dengan kuluman yang dalam. Gerakan Angela sangat agresif seakan-akan ingin membuatk meledak saat itu juga. Aku tentu saja tenggelam dalam kenikmatan eksotis dan erotis yang diberikan oleh Angela. seperti halnya Angela, aku tidak dapat berkonsentrasi menikmati makananku. Untung saja porsinya sedikit. Seluruh badanku dipenuhi oleh listrik-listrik kecil yang semuanya menyerbu pusat saraf sensorikku. Tinggal suapan terakhir, oral yang diberikan oleh Angela membawaku ke puncak kenikmatan duniawi, yaitu orgasme. Badanku ikut bergetar dan menimbulkan suara. Aku berhasil menahan desahan nikmatku dalam-dalam. Seorang pelayan wanita datang untuk menawarkan tambahan minuman atau makanan.&lt;br /&gt;"Tidak... sudah cukup..." dengan seluruh kesadaran yang tersisa aku menjawab.&lt;br /&gt;Gelombang demi gelombang orgasme melanda penisku. Dengan setia Angela menampung semua itu di dalam mulutnya dan kemudian menelan madu murni yang keluar dari penisku. Setelah reda, dia masih saja menjilati dan menghisap penisku sampai kering, sampai semua madu yang melekat di penisku dihabiskannya, baru penisku yang masih setengah berdiri disimpan kembali ke dalam celanaku.&lt;br /&gt;Aku memberinya isyarat untuk keluar.&lt;br /&gt;Dengan Senyum nakal yang manis, Angela berkata: "Bener nih ga mau tambah lagi?"&lt;br /&gt;Kami tertawa terbahak-bahak sambil berpelukan.&lt;br /&gt;Setelah menghabiskan minuman kami, aku memanggil pelayan dan meminta bon.&lt;br /&gt;Setelah membayar, kami berdiri, menenteng belanjaan kami, pada saat itu juga manajer cafe datang menghampiri kami.&lt;br /&gt;"Terima kasih atas kedatangannya. Apakah rasa makanannya cocok?"&lt;br /&gt;Dengan spontan kujawab, "Dessertnya enak sekali."&lt;br /&gt;"Appetizernya juga enak." sambung Angela.&lt;br /&gt;Dengan senyum nakal kami meninggalkan manajer yang sedang kebingungan karena jelas-jelas kami tidak memesan makanan pembuka maupun pencuci mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petualangan yang menegangkan di cafe tersebut ternyata makin membangkitkan nafsu horny kami. Akhirnya kami memutuskan untuk nonton film di bioskop. Ternyata cara ini tidak banyak membantu. Film tidak kami gubris sama sekali selama hampir satu setengah jam kami bercumbu dengan liar. Leher dan kuping tidak luput dari kuluman kami. Jari-jari mungil Angela berkelana ke selangkanganku dan masuk ke dalam celanaku dan bermain-main dengan penisku. Jarinya yang halus dan lembut membelai-belai kejantananku, kadang-kadang membuat lingkaran-lingkaran kecil pada ujung kepala penisku. Benar-benar kenikmatan tiada tara. Tanganku tidak dapat menjangkau selangkangannya karena posisi duduk yang tidak memungkinkan. Setelah film selesai, kami masuk ke kamar kecil untuk merapikan diri. Aku tidak mengalami orgasme, meskipun demikian itu merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Aku juga yakin pasangan yang duduk tidak jauh dari kami juga melakukan hal yang sama karena kami.&lt;br /&gt;Setelah itu kami langsung menuju ke sebuah hotel yang telah kubooking pada waktu pagi tadi. Ketika pintu kamar ditutup dan dikunci, aku langsung menarik lengan Angela dan memeluknya dengan erat. Barang-barang belanjaan kami jatuh berceceran di lantai. Ku kulum bibir dan lidah nya yang lembut dan hangat. Aku tidak tahu darimana asalnya french kiss, namun aku yakin orang pertama yang menemukannya akan langsung hornymelihat adegan french kiss kami yang dipenuhi dengan hasrat dan nafsu.&lt;br /&gt;Di sebelah pintu masuk terdapat sebuah lemari baju dengan kaca yang panjang. Posisi kami tepat didepan kaca tersebut. Aku melihat bayangan kami yang sedang bercumbu. Benar-benar pemandangan yang sangat erotis dan indah. Mulut kami terbuka lebar, bibir saling beradu. Lidahku dengan lincah menelusuri bagian luar dari mulut dan dagu Angela. Lidah bidadariku pun tidak kalah lincah dan agresifnya. Semua dagu dan mulutku, bahkan sampai ke pipi ku basah semua. Setiap kali lidahnya menyapu permukaan kulitku, kurasakan api hasrat liarku makin membesar. Lidah kami akhirnya bertemu. Angela makin bertambah semangat dan terus mendesah nikmat. Tangannya menelusuri seluruh bagian dari punggungku. Kubelai kepalanya sambil meremas-remas rambutnya yang lembut, tangan kiriku meremas-remas pantatnya yang bulat dan kenyal.&lt;br /&gt;"Kohh... In..dra..."&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja Angela menghentikan cumbuannya.&lt;br /&gt;"Aku punya sesuatu untuk Ko Indra."&lt;br /&gt;"Apa itu?" jawabku dengan tergesa-gesa, karena akuingin secepat mungkin bersetubuh dengannya.&lt;br /&gt;"Lepas semua pakaian dan duduk di ranjang."&lt;br /&gt;Aku ikuti permainannya dan melakukan apa yang ia minta.&lt;br /&gt;Penisku mencuat bagaikan tiang bendera. Angela menghampiriku dan berlutut dihadapanku. Bibirnya langsung mengecup kebanggaanku yang telah membuatnya tenggelam dalam lembah kenikmatan duniawi yang indah. Lidahnya menjilati kepala penisku, tepatnya menjilati cairan bening yang keluar dari celah penisku, kemudian mulutnya melahap selurh kepala penisku dan disedotnya sampai kering, tidak lupa lidahnya yang lembut dan basah menari-nari dengan sensual.&lt;br /&gt;Kubelai rambut dan kepalanya.&lt;br /&gt;"Angela..."&lt;br /&gt;Dia melihat ku dan tersenyum, kemudian bangkit dan mengulum bibir dan lidahku. Aku masih dapat merasakan aroma memabukan dari cairan pra orgasme ku yang bercampur dengan ludahnya.&lt;br /&gt;"Ko Indra duduk di sini dan nikmati pertunjukannya, tapi tidak boleh dalam bentuk atau cara apapun merangsang atau menyentuh penis milik ku."&lt;br /&gt;Angela mengatakan itu disebelah telinga kiriku, sambil mengelus-elus kejantananku.&lt;br /&gt;"Bagaimana Ko...?" angela menjulurkan lidahnya dan menjilat rahang dan kupingku.&lt;br /&gt;"Ok." jawabku.&lt;br /&gt;Dia tersenyum nakal dan genit.&lt;br /&gt;Sepertinya aku telah membangkitkan sisi nafsunya yang terpendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela mengambil barang-barang belanjaan kami dan menaruhnya di depanku. Ia mengambil sebuah pantyhose berwarna hitam transparan dan mengeluarkan isinya. Angela menarik bangku meja rias dan menaruhnya di hadapanku, kemudian ia duduk menghadap ke kanan, sehingga sisi kanan tubuhnya ada di hadapanku. Kaki kanannya diletakan sedikit lebih maju dari kaki kirinya. Dengan perlahan ia menunduk dan tangannya membelai dan mengelus-elus betisnya yang ramping dan padat. Terdengar suara gesekan halus yang terjadi karena gesekan antara tangannya dengan pantyhose yang ia kenakan. Suara ini bagaikan musik eksotis yang luar biasa, hingga cairan beningku kembali menetes keluar.&lt;br /&gt;Ia melihat ke arahku dan tersenyum manis.&lt;br /&gt;"Apa Ko Indra suka?"&lt;br /&gt;aku hanya dapat mengagguk.&lt;br /&gt;Angela kembali mengelus-elus betis, pergelangan kaki, sampai jari-jari kakinya. Benar-benar pemandangan yang tidak ada bandingannya. Dia sengaja merangsangku.&lt;br /&gt;Dengan perlahan-lahan dan anggun jari-jari mungilnya menarik simpul tali sepatunya yang terletak di tengah-tengah betisnya. Tali tersebut diletakan dengan lembut olehnya. Ujung kakinya ia kuncupkan dan perlahan-lahan ditarik mundur dari sepatunya. Ujung kakinya di daratkan di lantai dan kedua tangannya membelai dan memijat-mijat kecil tumit dan telapak kakinya. Kembali ia melihatku sambil tersenyum nakal. Ia berbalik ke arah kiri dan hal yang sama ia ulangi sekali lagi untuk kaki kirinya. Penisku makin bertambah keras dan basah melihat pertunjukan erotis angela. Ia berdiri, baju baby doll putihnya ia angkat setinggi pinggang. Pantyhose putih transparannya yang sexy membuat mataku berkunang-kunang dan penisku meronta-ronta untuk dapat masuk ke dalam vagina Angela dan bersetubuh dengannya habis-habisan. Itulah rencana balas dendam ku karena angela telah dengan sengaja menggoda dan membuatku demikian terangsang.&lt;br /&gt;Angela membelakangiku dan membungkuk sehingga pantatnya tepat di depan mataku. Ia turunkan pantyhose putihnya pelan-pelan. Ketika Pantyhosenya telah melewati selangkangannya, dengan jelas dapat kulihat vaginanya yang berwarna merah muda diseliputi oleh cairan hornynya yang membuatku ketagihan, dan mekar dengan indah. Aku yakin Angela juga merasa terangsang dengan pertunjukan solonya. Satu persatu Kakinya diangkat dan keluar dari lapisan pantyhosenya. Setelah itu Angela melemparkannya ke ranjang di sebelahku.&lt;br /&gt;Ia mengambil Pantyhose berwarna hitam transparan (ultra sheer) dan mamasukan tangannya ke kaki bagian kanan pantyhose tersebut, ia raih ujungnya dan ia tarik ke atas. Angela kembali duduk di ujung bangku. Ia masukan ujung kaki kanannya ke dalam pantyhose dan tanganya menarik pantyhose itu ke atas mengikuti lekuk tumit dan betisnya sampai lutut. Dengan cara yang sama ia lakukan lagi dengan kaki kirinya sambil melihat kudengan tatapan penuh dengan nafsu. Pantyhose di tarik ke atas sampai ke pinggangnya. Angela merapikan pantyhosenya mulai dari ujung kaki sampai ke pangkal pahanya. Penisku rasanya ingin meledak saat itu juga. Setelah rapi ia mengambil sepatu tali hitam dengan tumit tinggi dan memakainya dengan sensual. Ia jilat bibirnya untuk menggoda ku. Entah sudah berapa banyak cairan kenikmatanku mengalir. Baju babydoll nya ia rapikan kemudian dengan gaya seperti seorang peragawati Angela berjalan lenggak-lenggok di hadapanku.&lt;br /&gt;Angela memang pernah menjadi model dan masuk TV. Warna hitam pantyhosenya tipis sekali sehingga hanya meninggalkan aksen hitam pada kakinya yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pasang, tiga pasang.... Yang ketiga adalah sebuah stocking berwarna kulit sangat transparan yang terbuat dari bahan yang halus sekali. Saat ini juga, Angela telah telanjang bulat. Penis dan selangkanganku sudah basah total. Pikiranku hanya terfokus pada Angela bidadariku. Kuperhatikan wajahnya yang cantik dan manis seperti sedang menahan sesuatu. Setiap pasang pantyhose yang telah ia pakai semuanya meninggalkan bercak basah pada selangkangannya. Stocking yangia kenakan tidak dapat menahan cairan manisnya sehingga dengan sinar matahari sore aku dapat melihat dengan jelas ujung stocking bagian atas berwarna lebih gelap seperti terkena air. Tidak lain dapat kusimpulkan cairan itu berasal dari vagina Angela yang sudah sangat sensitif dan horny.&lt;br /&gt;"Angela..."&lt;br /&gt;Ia datang menghampiriku.&lt;br /&gt;Langsung kudekap dan kutidurkan Angela di atas ranjang. Ku cumbu dengan penuh nafsu pelampiasan dan tangan kiriku mendarat di selangkangannya yang sudah banjir. Ku elus-elus bibir-bibir vaginanya.&lt;br /&gt;Angela mendesah dan bergetar.&lt;br /&gt;Kukonsentrasikan jari tengahku pada klitorisnya. Kutekan dengan sedikit kencang dan kugetarkan tanganku. Angela mendesah dengan kencang dan dalam hitungan detik seluruh tubuh Angela menggeliat hebat dan otot-otot pinggulnya bergetar dengan kencang.&lt;br /&gt;"Ko Indra...!" Angela meneriakan namaku.&lt;br /&gt;Gelombang demi gelombang orgasme klitoris Angela membuktikan betapa nikmatnya kenikmatan seksual. Setelah hampir satu menit, orgasmenya mulai mereda. Ia menatapku dengan penuh kasih.&lt;br /&gt;Ku masukan jariku ke dalam vaginanya dan mencari titik G spot nya. Badannya kembali menggeliat dan desahan yang keluar bagaikan musik erotis di telingaku. Dengan variasi tekanan kurangsang daerah G spotnya. Sampai pada akhirnya meledaklah orgasmenya. Ku kulum payudaranya dan kuhisap kencang-kencang. Otot-otot dinding vaginanya berkontraksi kencang sekali mendorong jariku. Ku pertahankan posisiku dan Angela meronta-ronta dalam kenikmatan orgasme yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Cairan yang hangat mengalir keluar dari dalam vaginanya. Aku berpindah posisi dan mengulum vaginanya dan madu murni yang keluar dari dalam. Lidahku kujulurkan dan merangsang kembali G spotnya. Angela kembali bergetar tiada henti. Cairan hangat itu kembali keluar tiada habis. Kuhisap dan kutelan semuanya. Setelah puas, aku mengangkat kedua kakinya yang sudah lemas ke pundakku. Kepalaku berada di tengah-tengah kakinya. Kumasukan penisku. Mulutnya terbuka lebar namun tidak ada suara. Penisku menemukan surga didalam vaginanya. Ku tarik keluar dan masuk lagi dengan lembut dan stabil. Ku belai dan elus kedua kakinya yang terbungkus stocking yang lembut dan seksi. Angela dengan pasrah menikmati percintaan ini. Matanya terpejam dan nafasnya pendek dan cepat. Sku juga tidak akan dapt bertahan lama setelah semua rangsangan visual yang ia berikan, namun aku mencoba untuk bertahan. Vaginanya yang sudah terlalu sensitif langsung meledak lagi. Aku sudah tidak dapat bertahan lebih lama lagi, karena dinding-dinding vaginanya meremas-remas penisku. Ku tarik penisku dan memasukannya ke dalam mulut Angela. Dengan setia ia menerima semua semburan orgasme ku dan menghabiskan madu ku. Badanku bergetar dan mendesah nikmat.&lt;br /&gt;Angela membuka matanya dan menatapku dengan manis. Aku tahu dia pasti kelelahan karena mengalami orgasme kuat secara berturut-turut. Setelah bersih ku keluarkan penisku, namun Angela menolaknya. Dengan segenap tenaganya ia berbalik dan membaringkan aku di atas ranjang. Bidadariku terus memberikan oral pada kejantananku yang tetap keras. Lidahnya menelusuri seluruh bagian dari batang penisku. Makin lama Angela semakin fasih meng-oral seks penisku. Kuganjal kepalaku dengan beberapa buah bantal agar dapat melihat pemandangan yang indah ini. Bidadari cantik ku benar-benar sangat menikmati dan menyukainya. Aku tidak ingin sensasi dan waktu ini berlalu. Aku benar-benar laki-laki yang beruntung. Menit-menitpun berlalu tanpa terasa. Orgasme kuat kembali mengambil alih tubuh dan pikiranku. Kali ini Angela sengaja mengumpulkan madu orgasme ku di dalam mulutnya, kemudian ia bermain-main dengan penisku dan spermaku. Hasilnya penisku berlumuran madu putihku. Sambil tersenyum dan memandangku ia menjilat dan menghisap habis semua madu yang berceceran. Meskipun telah berorgasme dan ejakulasi berkali-kali kejantananku masih menolak untuk istirahat. Aku tidak mungkin melanjutkannya lagi karena Angela sudah lelah. Dia tertidur dengan senyum puas di dadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berselang beberapa menit,&lt;br /&gt;"Ko Indra..."&lt;br /&gt;"Iya sayang..." jawabku sambil membelai rambut dan pipinya.&lt;br /&gt;"Cerita dong..."&lt;br /&gt;"Cerita apa?"&lt;br /&gt;"Cerita kenapa Ko Indra suka sekali sama pantyhose."&lt;br /&gt;"Wah kalau diinget-inget sih uda lumayan lama juga. Yang pasti pertama kali aku merasakan yang namanya stocking itu waktu aku masih SD, kira-kira kelas satu atau dua. Adik terkecil dari ibuku yang tinggal di medan sedang berkujung ke Jakarta. Dia menginap di rumahku. Suatu hari kami sedang berada di dalam mobil, aku duduk di sebelahnya. Secara tidak sengaja kakiku menyenggol betisnya. Sentuhan pertama itu bagaikan perkenalan dengan sebuah sensasi yang tidak dapat kulupakan. Tanteku memakai stocking berwarna kulit. Sepanjang perjalanan kakiku selalu menempel dengan kakinya dan sesekali mengelus-elusnya. Dia tidak mengatakan apa-apa mungkin karena aku masih kecil dan iseng. Setelah itu aku tidak pernah dapat melupakan perasaan itu."&lt;br /&gt;"Terus... "&lt;br /&gt;"Ketika aku tumbuh makin besar aku mulai suka memperhatikan perempuan-perempuan yang memakai stocking dan pantyhose, dan penisku langsung berdiri dengan tegak. Rasa nafsu dan horny menguasai pikiranku. Ketika sampai di rumah dan tidak ada yang memperhatikan, aku bermain-main dengan penisku sambil membayangkan bercinta dengan perempuan yang memakai pantyhose / stocking tadi."&lt;br /&gt;Angela tersenyum dan tangannya bermain-main dengan penisku yang masih keras.&lt;br /&gt;"Semakin lama aku semakin kecanduan, akhirnya dengan menahan malu aku nekat membeli sepasang pantyhose di supermarket terdekat. Kubawa pulang dan langsung kukenakan. Penisku menjulang tinggi, ketika kakiku saling bersentuhan, rasanya aku langsung mabuk kepayang. Benar-benar sensual. Kukeluarkan penisku dan aku bermasturbasi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela membuka matanya dan menatap wajahku dengan penuh rasa ingin tahu, sambil me-masturbasikan penisku.&lt;br /&gt;"Seperti ini?" tanya Angela. Kakinya digosok-gosokkan ke kakiku. Setiap gesekan menimbulkan gelombang-gelombang listrik kenikmatan ke seluruh badanku.&lt;br /&gt;"Akhirnya aku mempunyai banyak koleksi pantyhose dan stocking namun yang benar-benar bagus dan enak dipakai hanya beberapa merk. Aku juga suka mencari gambar-gambar model yang memakai pantyhose maupun stocking atau lingerie di internet. Aku selalu bermasturbasi dengan koleksi-koleksiku.&lt;br /&gt;Kelihatannya ceritaku membuat Angela horny. Sekarang ini ia sedang menjilati putingku.&lt;br /&gt;"Semua teman wanita yang kukenal tidak ada yang suka memakai pantyhose atau stocking. Aku suka sekali pergi ke pameran mobil berskala besar karena SPG nya cantik-cantik dan hampir semuanya memakai pantyhose. Sampai akhirnya aku melihat kamu memakai kemeja lengan pendek putih, rok coklat dan pantyhose. Rasanya aku ingin langsung bercinta dengan adik teman baikku ini.&lt;br /&gt;Angela meninggalkan putingku dan mengulum mulutku, tangannya semakin agresif memainkan penisku.&lt;br /&gt;"Bagaimana dengan Angela, keliatannya kamu juga suka."&lt;br /&gt;"Sama seperti Ko Indra... pertamanya aku tidak begitu suka, namun karena iseng maka aku membeli sepasang. Ketika aku memakainya, rasanya aku sedang terbang dan tubuhku terbuai. Vaginaku rasanya seperti sedang bergetar. Akhirnya aku beli lagi beberapa pasang dan aku sangat menyukainya. Bekas cowoku yang tolol itu tidak suka. Aku tahu Ko Indra melihat aku dengan penuh nafsu, dan entah kenapa aku tidak merasa aneh atau takut. Ketika Ko Indra memegang pahaku, rasanya seluruh badanku menjadi lemas dan nyaman. Akhirnya aku sadar kalau aku juga menyukai pantyhose. Apa Ko Indra sudah sering melakukan ini?"&lt;br /&gt;"Belum, percaya atau tidak Angela adalah yang pertama."&lt;br /&gt;"Lebih enak mana sama masturbasi?"&lt;br /&gt;"Tentu saja lebih enak bercinta dengan Angela."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Angela bangkit dan mencari sesuatu di lantai. Semua pantyhose yang ada di taruh di atas tubuhku. Tubuhku bergetar merasakan sentuhan lembut dari pantyhose yang lembut. Angela mengambil sebuah stocking berwarna putih transparan, kemudian mrenyarungkannya ke penisku. Getarn-getaran erotis menghujani kejantananku ketika stocking tersebut bergesekan dengan penisku. Sekarang celah kecil pada ujung kejantananku bertemu dengan garis jahitan pada ujung kaki stocking. Garis itu dengan lembut membelah celah kepala penisku.&lt;br /&gt;"Stocking kondom." Seru Angela dengan senyumnya yang manja. Stocking tersebut ditarik agak kencang sehingga membaluti seluruh bagian penisku seperti sebuah kondom.&lt;br /&gt;Lidah Angela terjulur dan menjilati kepala penisku yang terbalut dengan kondom stocking. Rasanya beda dengan biasanya. Tidak lama kemudian kepala penisku pun hilang di dalam mulutnya yang seksi. Aku benar-benar tersesat dalam jalan kenikmatan duniawi yang tak terbayangkan. Permainan mulut dan lidah angela tetap tidak berkurang nikmatnya, malah bertambah nikmat. Aku terus mengerang nikmat.&lt;br /&gt;Kuarahkan Angela pada posisi doggy style. Sambil memegang ujung Stocking pada pangkal penisku, ku masukan kejantananku ke dalam liang cintanya.&lt;br /&gt;Vaginanya yang sudah kebanjiran menerima penisku tanpa gesekan yang berarti. Namun, tetap saja terasa berbeda. Aku tidak dapat menenggelamkan seluruh batang penisku, karena terhalang tanganku yang memegangi kondom stocking agar tidak lepas. Tidak kusangka Angela mengalami orgasme secepat ini. Badannya bergetar hebat dan otot-otot vaginanya menjepit erat kejantananku. Kutarik keluar penisku dan stocking kondomku benar-benar basah akan cairan cinta Angela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuposisikan Angela sehingga dia yang berada di atas dan mulai bercumbu. Setelah beberapa saat, aku arahkan penisku ke dalam vaginanya. Angela memejamkan matanya dan merasakan kejantananku memenuhi seluruh ruangan di dalam lembah kenikmatannya. Angela mengulum telinga dan leher bagian kiriku yang sensitif. Kupegang pinggulnya dan kuangkat naik-turun. Setelah beberapa kali, Angela langsung melakukan gerakan memompa itu sendiri. Lama-lama makin cepat. Ia mengangkat pundaknya dan bertumpu pada kedua tangannya. Ia merasakan rangsangan yang luar biasa karena dalam posisi ini ia dapat dengan mudah merangsang G spotnya. Kuputuskan untuk membantu Angela mempercepat prosesnya. Ku tarik dan kutekan pinggulku ke bawah saat pinggul Angela terangkat dan ketika pinggulnya turun, langsung ku sodok ke atas.&lt;br /&gt;Angela mendesah tiada hentinya. Angela benar-benar mendapatkan rangsangan ganda, karena batang penisku menggesek-gesek klitorisnya dan kepala penisku memberikan tekanan yang mantap pada daerah G spotnya.&lt;br /&gt;"Oh... Ko Indra... " Ku tatap wajahnya yang manis yang sedang merasakan getaran-getaran ekstasi yang hebat.&lt;br /&gt;Bunyi 'plak-plak' terdengar nyaring setiap kali selangkangan kami bertemu.&lt;br /&gt;Penisku tertarik keluar sampai ke ujungnya, kemudian langsung melesat ke dalam dengan cepat.&lt;br /&gt;"Ko... Indra... nanti... keluarin... di dalam ya...."&lt;br /&gt;"Nanti kalau hamil bagaimana?"&lt;br /&gt;"Lagi masa... tidak subur..."&lt;br /&gt;Aku semakin terpacu dan bersemangat, Bidadariku menginginkan aku ejakulasi di dalam vaginannya.&lt;br /&gt;Saat ini penisku pun sudah benar-benar dalam keadaan yang sangat sensitif.&lt;br /&gt;"Ko Indra... aku dah... ga tahan lagi..."&lt;br /&gt;"Sebentar ya... tahan sedikit lagi...." Aku menginginkan kami mencapai orgasme bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian,&lt;br /&gt;"Ko Indra... Argh..."&lt;br /&gt;"Angela..."&lt;br /&gt;secara bersamaan kami mencapai puncak kenikmatan duniawi bersama-sama. Pinggulku terangkat ke atas dan pinggulnya menekan ke bawah dengan sepenuh tenaga, sehingga kejantananku tertanam dalam lembah cintanya dalam-dalam.&lt;br /&gt;Sebuah gelombang orgasme yang panjang mengawali puncak kenikmatan kami.&lt;br /&gt;Angela berteriak seiring dengan gelombang pasang naik orgasmenya yang dahsyat. Orgasme yang kami rasakan serasa tiada habis-habisnya. Penisku mengeluarkan madu putihku terus menerus karena diperah oleh otot-otot vaginanya yang terus berkontraksi. Angela pun merasakan hal yang sama, orgasmenya serasa tiada akhir.&lt;br /&gt;Akhirnya Angela roboh kehabisan tenaga dan jatuh di dalam pelukanku. Nafasnya masih memburu dan keringat membasahi sekujur tubuhnya. Kami saling berpelukan tanpa memisahkan diri.&lt;br /&gt;Kubelai-belai punggung dan kepalanya.&lt;br /&gt;"Angela... kamu benar-benar hebat... tidak kusangka kita bisa berorgasme sepanjang dan selama ini..." pujiku.&lt;br /&gt;"Ko Indra yang hebat... aku benar-benar beruntung... Ini adalah pengalaman seks ku yang paling hebat.."&lt;br /&gt;Kubelai Angeladengan penuh kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian kami masuk kamar mandi bersama-sama. Air pancuran yang hangat membawa kesegaran yang menenangkan. Ku gosok tubuh Angela yang mungil dengan sabun. Ia pun melakukan hal yang sama. Tanganku meluncur di atas tubuhnya yang licin dan basah. Payudaranya tidak dapat kuremas karena licinnya sabun. Tubuhku kembali diselimuti dengan perasaan erotis yang sensual. Tidak dapat dihindari lagi, kejantananku langsung terpanggil dan menyahut dengan siaga.&lt;br /&gt;"Ko Indra..." seru Angela dengan nada yang takjub.&lt;br /&gt;"Masa Ko Indra terangsang lagi? Padahal kan tadi kita sudah ML begitu lama, dan Ko Indra pun sudah orgasme beberapa kali. Masa sekarang sudah ereksi lagi?"&lt;br /&gt;Angeka membelai-belai penisku yang masih diselimuti oleh sabun.&lt;br /&gt;"Angela sayang, ini semua gara-gara Angela. Siapa suruh Angela begitu cantik dan seksi, sampai adik kecil pun tidak dapat menahan nafsu. Apa Angela suka?"&lt;br /&gt;"Tentu saja aku sayang sekali dengan si kecil yang perkasa, yang sudah membuatku orgasme berkali-kali dan merasakan kenikmatan yang tidak ada bandingannya."&lt;br /&gt;Angela segera membersihkan sabun yang ada pada kejantananku. Tanganku meremas-remas vaginanya sambil membersihkan sisa-sisa sabun.&lt;br /&gt;Raut wajah Angela terlihat penuh dengan antisipasi atas apa yang akan berikutnya terjadi. Setelah bersih, Angela langsung mengarahkan penisku ke vaginanya. Kejantananku berada di dalam kenikmatan duniawi yang hangat dan basah. Di bawah siraman air hangat kembali kami bersetubuh dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;Desahan manja dan kenimatan bercampur menciptakan rangsangan exotis. Irama persetubuhan kami makin lama makin cepat. Angela memeluk tubuhku erat-erat supaya tidak jatuh lemas. Dengan kaki kanannya yang kutahan dengan lenganku, penisku meluncur jauh ke dalam dan keluar sampai ke ujungnya.&lt;br /&gt;Bagaikan koreografi pada sebuah film yang berkualitas, kami mengalami puncak kenikmatan secara bersama- sama. Suara desahan meluncur keluar, tubuhku bergetar dengan hebat. Seperti yang telah Angela antisipasi sebelumnya, kenikmatan orgasmenya menguasai semua akal sehatnya. Di dalam hatinya, ia telah menyerahkan tubuhnya, perasaannya, semuanya untuk kenikmatan yang telah kuberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat-saat ku bersama dengan Angela adalah romantika yang indah penuh dengan nafsu. Kami masih sering bertemu dan bersetubuh dengan hebat dan liar. Entah kenapa, kami tidak pernah memutuskan untuk menikah.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6056219646150275037-3714967154621908842?l=ceritadewasaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/3714967154621908842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/angela-yang-cantik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/3714967154621908842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/3714967154621908842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/angela-yang-cantik.html' title='Angela Yang Cantik'/><author><name>Cerita Dewasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10503353024309120878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6056219646150275037.post-2219280201402150087</id><published>2011-12-26T19:21:00.000-08:00</published><updated>2011-12-26T19:21:07.366-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><title type='text'>Kenangan Manis penuh Cinta di Kereta Api</title><content type='html'>&lt;b&gt;hi"... perkenalkan nama gue Rangga,&lt;br /&gt;nama gue "Vie"...., sambil tersenyum.... memberikan tangannya yg lembut....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku coba menghentikan kesunyian di kereta api Jurusan Sby - Jkt dengan ngobrol sama wanita manis si sebelah bangku, "Vie"... kamu ke Jkt kuliah ataw ker yach ??&lt;br /&gt;kerja , mas... dengan senyum manis nya membalas pembicaraan yg memang sengaja kulakukan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, semenjak melihat cewe ini dan makin lama kok.... terlihat sangat seksi sekali, dan aahhhaa..... ukuran dada nya mendesak keluar....&lt;br /&gt;dan kulit putihnya menambah seksi sekali.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kereta sudah memasuki malam hari, kulihat Vie sudah mulai ngantuk.......&lt;br /&gt;"Mas" rangga, maaf yach Vie ngantuk banget nich.... pengen bubu dulu yach, dengan sopannya dia bicara ke gue utk menyudahin pembicaraan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari kucoba juga utk tidur, ahaa.... badan si Vie, pelan pelan badannya mengenai tubuh ku.... wooww..... kok gue mulai gelisah yach.... dada super tsb mengenai bahu ku, dan harum wangi tubuhnya membuat diri ini mabuk kepayang.....dan mulai lah ada ide nakal, aahh.... perduli lah, paling kalau doski marah di tampar.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai kucoba meraba tangan si vie, terus kebawah ... ku elus pahanya.... dan sepertinya si Vie itu tertidur pulas.... itungan menit kucoba ambil posisi yg enak, ku coba mengelus dada yg super besar itu, sembari dg posisi seolah olah tertidur juga, ku gesek dg lengan atas.... pelan... terus kulakukan....&lt;br /&gt;Sembari mata pura pura tidur , ku intip wajah si Vie, eeh.... ternyata doski masih tidur juga..... mulai lah dari lengen, aku lakukan dengan tangan....ku elus... elus.... dan ...ahaa.... ternyata kok dada super itu tiba tiba membesar..... woooww.... ternyata si Vie menikmati apa yg gue lakukan.... hehehe pura pura tidur juga yach....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ada lampu hijau, dan kulirik ternyata si Vie mulai mendesah..... langsung tanpa tunggu lagi kumulai melumat bibirnya yg ranum.., dan memang tdk ada penolakan.....&lt;br /&gt;"Mas..Rangga nakal....", tanpa ada penolakan dari Si VIe.... sembari bibir saling melumat, tangan kanan yg mengelus dada super, sedangkan tgn kiri&lt;br /&gt;mulai aksi masuk ke bawah ke cd si Vie, ku gosok klitoris dengan pelan.... mas.. mas... jangan, ahh.... malu sama yg lain.....&lt;br /&gt;Kulihat kanan kiri, semua penumpang sdh tertidur, "Vie" sayang... jgn takut, udah pd tidur kok.... kubisikan di telinganya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu, ahhha.... kurasakan cairan keluar dari klitoris Vie, ternyata dia sdh "O", sayang.... gantian donk puasin ak, ku bisikan di kupingnya...&lt;br /&gt;Ku buka kancing Jeans ak , dan si Vie mulai melahap Si "Monas".... pelan... pelan.... makin cepat... ahaaaa..... nikmat sekali.... dan mulailah keluar..&lt;br /&gt;gelombang laharr dari si "monass"..... "Vie" ak mau keluar....., ia mass Vie telan yach..... jawabnya..... dan ahh...... serasa melayang hisapan si Vie....&lt;br /&gt;oohhhh nikmat sekali sayang, kubisikan di kupingnya, sembari ku bersihkan bibirnya dari sisa "lahar" monas ku..............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keadaan "monas" sudah mulai membesar lagi dan badan juga sudah mulai kuat lagi. Ku lihat "Vie" sedang ketiduran. Sayang, selesaikan donk.... tadi kan belum finish, sembari tangan ak kembali memasuki ke dalam Celana nya, dan tangan ku makin liar memasuki "lubang hangat" yg ada.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas"..... oh..... gimana caranya ?? "sayang" duduk diatas ak yach, dan kumulai memasuki secara perlahan "lubang hangat", dan ku goyang.... dengan kecepatan semakin lama semakin cepat..... oh..... "Vie" tahan bentar yach.... tahan sayang.... ohhh...... kita keluar bareng yach... "Ia Mass"... ohh...... tapi .."Vie".....ohhhh........ akhirnya "monas" keluar juga lahar dengan deras nya dan kulihat "Vie" menggelinjang......&lt;br /&gt;Permainan liar.... yg tidak terlupakan yach sayang.... ku kecup kening "Vie".&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6056219646150275037-2219280201402150087?l=ceritadewasaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/2219280201402150087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/kenangan-manis-penuh-cinta-di-kereta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/2219280201402150087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/2219280201402150087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/kenangan-manis-penuh-cinta-di-kereta.html' title='Kenangan Manis penuh Cinta di Kereta Api'/><author><name>Cerita Dewasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10503353024309120878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6056219646150275037.post-4885869535798923894</id><published>2011-12-26T18:44:00.001-08:00</published><updated>2011-12-26T18:44:17.977-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><title type='text'>Diperkosa ternyata Nikmat</title><content type='html'>&lt;b&gt;Namaku Winie, umurku sudah 35 tahun dengan dua orang anak yang sudah beranjak dewasa. Waktu menikah umurku masih 19 tahun dan sekarang anakku yang paling tua sudah berumur 15 tahun sedang yang bungsu berumur 13 tahun. Kedua anakku disekolahkan di luar negeri semua sehingga di rumah hanya aku dan suami serta dua orang pembantu yang hanya bekerja untuk membersihkan perabot rumah serta kebun, sementara menjelang senja mereka pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku sebagai seorang usahawan memiliki beberapa usaha di dalam dan luar negri. Kesibukannya membuat suamiku selalu jarang berada di rumah. Bila suamiku berada di rumah hanya untuk istirahat dan tidur sedang pagi-pagi sekali dia sudah kembali leyap dalam pandangan mataku. Hari-hariku sebelum anakku yang bungsu menyusul kakaknya yang sudah lebih dulu menuntut ilmu di luar negeri terasa menyenangkan karena ada saja yang dapat kukerjakan, entah itu untuk mengantarkannya ke sekolah ataupun membantunya dalam pelajaran. Namun semenjak tiga bulan setelah anakku berada di luar negeri hari-hariku terasa sepi dan membosankan. Terlebih lagi bila suamiku sedang pergi dengan urusan bisnisnya yang berada di luar negeri, bisa meninggalkan aku sampai 2 mingguan lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah ikut campur urusan bisnisnya itu sehingga hari-hariku kuisi dengan jalan-jalan ke mall ataupun pergi ke salon dan terkadang melakukan senam. Sampai suatu hari kesepianku berubah total karena supirku. Suatu hari setibanya di rumah dari tempatku senam supirku tanpa kuduga memperkosaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya begitu aku tiba di dalam rumah, aku langsung membuka pintu mobil dan langsung masuk ke dalam rumah dan melangkahkan kakiku menaiki anak tangga yang melingkar menuju lantai dua dimana kamar utama berada. Begitu kubuka pintu kamar, aku langsung melemparkan tasku ke bangku yang ada di dekat pintu masuk dan aku langsung melepas pakaian senamku yang berwarna hitam hingga tinggal BH dan celana dalam saja yang masih melekat pada tubuhku. Saat aku berjalan hendak memasuki ruang kamar mandi aku melewati tempat rias kaca milikku. Sesaat aku melihat tubuhku ke cermin dan melihat tubuhku sendiri, kulihat betisku yang masih kencang dan berbentuk mirip perut padi, lalu mataku mulai beralih melihat pinggulku yang besar seperti bentuk gitar dengan pinggang yang kecil kemudian aku menyampingkan tubuhku hingga pantatku terlihat masih menonjol dengan kencangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kuperhatikan bagian atas tubuhku, buah dadaku yang masih diselimuti BH terlihat jelas lipatan bagian tengah, terlihat cukup padat berisi serta, “Ouh.. ngapain kamu di sini!” sedikit terkejut ketika aku sedang asyik-asyiknya memandangi kemolekan tubuhku sendiri tiba-tiba saja kulihat dari cermin ada kepalanya supirku yang rupanya sedang berdiri di bibir pintu kamarku yang tadi lupa kututup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan ngeliatin.. sana cepet keluar!” bentakku dengan marah sambil menutupi bagian tubuhku yang terbuka.&lt;br /&gt;Tetapi supirku bukannya mematuhi perintahku malah kakinya melangkah maju satu demi satu masuk kedalam kamar tidurku.&lt;br /&gt;“Aris.. Saya sudah bilang cepat keluar!” bentakku lagi dengan mata melotot.&lt;br /&gt;“silakan ibu teriak sekuatnya, hujan di luar akan melenyapkan suara ibu!” ucapnya dengan matanya menatap tajam padaku.&lt;br /&gt;Sepintas kulihat celah jendela yang berada di sampingku dan ternyata memang hujan sedang turun dengan lebat, memang ruang kamar tidurku cukup rapat jendela-jendelanya hingga hujan turun pun takkan terdengar hanya saja di luar sana kulihat dedaunan dan ranting pohon bergoyang tertiup angin kesana kemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik demi detik tubuh supirku semakin dekat dan terus melangkah menghampiriku. Terasa jantungku semakin berdetak kencang dan tubuhku semakin menggigil karenanya. Aku pun mulai mundur teratur selangkah demi selangkah, aku tidak tahu harus berbuat apa saat itu sampai akhirnya kakiku terpojok oleh bibir ranjang tidurku.&lt;br /&gt;“Mas.. jangan!” kataku dengan suara gemetar.&lt;br /&gt;“Hua.. ha.. ha.. ha..!” suara tawa supirku saat melihatku mulai kepepet.&lt;br /&gt;“Jangan..!” jeritku, begitu supirku yang sudah berjarak satu meteran dariku menerjang tubuhku hingga tubuhku langsung terpental jatuh di atas ranjang dan dalam beberapa detik kemudian tubuh supirku langsung menyusul jatuh menindih tubuhku yang telentang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus berusaha meronta saat supirku mulai menggerayangi tubuhku dalam himpitannya. Perlawananku yang terus-menerus dengan menggunakan kedua tangan dan kedua kakiku untuk menendang-nendangnya terus membuat supirku juga kewalahan hingga sulit untuk berusaha menciumi aku sampai aku berhasil lepas dari himpitan tubuhnya yang besar dan kekar itu. Begitu aku mendapat kesempatan untuk mundur dan menjauh dengan membalikkan tubuhku dan berusaha merangkak namun aku masih kalah cepat dengannya, supirku berhasil menangkap celana dalamku sambil menariknya hingga tubuhku pun jatuh terseret ke pinggir ranjang kembali dan celana dalam putihku tertarik hingga bongkahan pantatku terbuka. Namun aku terus berusaha kembali merangkak ke tengah ranjang untuk menjauhinya. Lagi-lagi aku kalah cepat dengan supirku, dia berhasil menangkap tubuhku kembali namun belum sempat aku bangkit dan berusaha merangkak lagi, tiba-tiba saja pinggulku terasa kejatuhan benda berat hingga tidak dapat bergerak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aris.. Jangan.. jangan.. mas..” kataku berulang-ulang sambil terisak nangis.&lt;br /&gt;Rupanya supirku sudah kesurupan dan lupa siapa yang sedang ditindihnya. Setelah melihat tubuhku yang sudah mulai kecapaian dan kehabisan tenaga lalu supirku dengan sigapnya menggenggam lengan kananku dan menelikungnya kebelakan tubuhku begitu pula lengan kiriku yang kemudian dia mengikat kedua tanganku kuat-kuat, entah dengan apa dia mengikatnya. Setelah itu tubuhnya yang masih berada di atas tubuhku berputar menghadap kakiku. Kurasakan betis kananku digenggamnya kuat-kuat lalu ditariknya hingga menekuk. Lalu kurasakan pergelangan kaki kananku dililitnya dengan tali. Setelah itu kaki kiriku yang mendapat giliran diikatkannya bersama dengan kaki kananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya ingin mencicipi ibu..” bisiknya dekat telingaku.&lt;br /&gt;“Sejak pertama kali saya melamar jadi supir ibu, saya sudah menginginkan mendapatkan kesempatan seperti sekarang ini.” katanya lagi dengan suara nafas yang sudah memburu.&lt;br /&gt;“Tapi saya majikan kamu Ris..” kataku mencoba mengingatkan.&lt;br /&gt;“Memang betul bu.. tapi itu waktu jam kerja, sekarang sudah pukul 7 malam berarti saya sudah bebas tugas..” balasnya sambil melepas ikatan tali BH yang kukenakan.&lt;br /&gt;“Hhh mm uuhh,” desah nafasnya memenuhi telingaku.&lt;br /&gt;“Tapi malam ini Bu Winie harus mau melayani saya,” katanya sambil terus mendengus-denguskan hidungnya di seputar telingaku hingga tubuhku merinding dan geli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah supirku melepas pakaiannya sendiri lalu tubuhku dibaliknya hingga telentang. Aku dapat melihat tubuh polosnya itu. Tidak lama kemudian supirku menarik kakiku sampai pahaku melekat pada perutku lalu mengikatkan tali lagi pada perutku. Tubuhku kemudian digendongnya dan dibawanya ke pojok bagian kepala ranjang lalu dipangkunya di atas kedua kaki yang diselonjorkan, mirip anak perempuan yang tubuhnya sedang dipeluk ayahnya. Tangan kirinya menahan pundakku sehingga kepalaku bersandar pada dadanya yang bidang dan terlihat otot dadanya berbentuk dan kencang sedangkan tangan kanannya meremasi kulit pinggul, pahaku dan pantatku yang kencang dan putih bersih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aris.. jangan Ris.. jangan!” ucapku berulang-ulang dengan nada terbata-bata mencoba mengingatkan pikirannya.&lt;br /&gt;Namun Aris, supirku tidak memperdulikan perkataanku sebaliknya dengan senyum penuh nafsu terus saja meraba-raba pahaku.&lt;br /&gt;“Ouh.. zzt.. Euh..” desisku panjang dengan tubuh menegang menahan geli serta seperti terkena setrum saat kurasakan tangannya melintasi belahan kedua pahaku.&lt;br /&gt;Apalagi telapak dan jemari tangannya berhenti tepat di tengah-tengah lipatan pahaku.&lt;br /&gt;“Mass.. Eee” rintihku lebih panjang lagi dengan bergetar sambil memejapkan mata ketika kurasakan jemarinya mulai mengusap-usap belahan bibir vaginaku. Tangan Mas Aris terus menyentuh dan bergerak dari bawah ke atas lalu kembali turun lagi dan kembali ke atas lagi dengan perlahan sampai beberapa kali. Lalu mulai sedikit menekan hingga ujung telunjuknya tenggelam dalam lipatan bibir vaginaku yang mulai terasa berdenyut-denyut, gatal dan geli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannya yang terus meraba dan menggelitik-gelitik bagian dalam bibir vaginaku membuat birahiku jadi naik dengan cepatnya, apalagi sudah cukup lama tubuhku tidak pernah mendapatkan kehangatan lagi dari suamiku yang selalu sibuk dan sibuk. Entah siapa yang memulai duluan saat pikiranku sedang melayang kurasakan bibirku sudah beradu dengan bibirnya saling berpagut mesra, menjilat, mengecup, menghisap liur yang keluar dari dalam mulut masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ouh.. Winie.. wajahmu cukup merangsang sekali Winie..!” ucapnya dengan nafasnya yang semakin memburu itu.&lt;br /&gt;Setelah berkata begitu tubuhku ditarik hingga buah dadaku yang menantang itu tepat pada mukanya dan kemudian, “Ouh.. mas..” rintihku panjang dengan kepala menengadah kebelakan menahan geli bercampur nikmat yang tiada henti setelah mulutnya dengan langsung memagut buah dadaku yang ranum itu. Kurasakan mulutnya menyedot, memagut, bahkan menggigit-gigit kecil punting susuku sambil sekali-kali menarik-narik dengan giginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa perasaanku saat itu seperti takut, ngeri bahkan sebal bercampur aduk di dalam hati, namun ada perasaan nikmat yang luar biasa sekali seakan-akan ada sesuatu yang pernah lama hilang kini kembali datang merasuki tubuhku yang sedang dalam keadaan tidak berdaya dan pasrah. “Bruk..” tiba-tiba tangan Mas Aris melepaskan tubuhku yang sedang asyik-asyiknya aku menikmati sedalam-dalamnya tubuhku yang sedang melambung dan melayang-layang itu hingga tubuhku terjatuh di atas ranjang tidurku. Tidak berapa lama kemudian kurasakan bagian bibir vaginaku dilumat dengan buas seperti orang yang kelaparan. Mendapat serangan seperti itu tubuhku langsung menggelinjang-gelinjang dan rintihan serta erangan suaraku semakin meninggi menahan geli bercampur nikmat sampai-sampai kepalaku bergerak menggeleng ke kanan dan ke kiri berulang-ulang. Cukup lama mulutnya mencumbu dan melumati bibir vaginaku terlebih-lebih pada bagian atas lubang vaginaku yang paling sensitif itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aris.. sudah.. sudah.. ouh.. ampun Aar.. riss..” rintihku panjang dengan tubuh yang mengejang-ngejang menahan geli yang menggelitik bercampur nikmat yang luar biasa rasanya saat itu. Lalu kurasakan tangannya pun mulai rebutan dengan bibirnya. Kurasakan jarinya dicelup ke dalam lorong kecil kemaluanku dan mengorek-ngorek isi dalamnya.&lt;br /&gt;“Ouh.. Ris..” desisku menikmati alur permainannya yang terus terang belum pernah kudapatkan bahkan dengan suamiku sendiri.&lt;br /&gt;“Sabar Win.., saya suka sekali dengan lendirmu sayang!” suara supirku yang setengah bergumam sambil terus menjilat dan menghisap-hisap tanpa hentinya sampai beberapa menit lagi lamanya.&lt;br /&gt;Setelah puas mulutnya bermain dan berkenalan dengan bibir kemaluanku yang montok itu si Aris lalu mendekati wajahku sambil meremas-remas buah dadaku yang ranum dan kenyal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bu Winie.., saya entot sekarang ya.. sayang..” bisiknya lebih pelan lagi dengan nafas yang sudah mendesah-desah. “Eee..” pekikku begitu kurasakan di belahan pangkal pahaku ada benda yang cukup keras dan besar mendesak-desak setengah memaksa masuk belahan bibir vaginaku.&lt;br /&gt;“Tenang sayang.. tenang.. dikit lagi.. dikit lagi..”&lt;br /&gt;“Aah.. sak.. kiit..!” jeritku keras-keras menahan ngilu yang amat sangat sampai-sampai terasa duburku berdenyut-denyut menahan ngilunya. Akhirnya batang penis supirku tenggelam hingga dalam dibalut oleh lorong kemaluanku dan terhimpit oleh bibir vaginaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat lamanya, supirku dengan sengaja, penisnya hanya didiamkan saja tidak bergerak lalu beberapa saat lagi mulai terasa di dalam liang vaginaku penisnya ditarik keluar perlahan-lahan dan setelah itu didorong masuk lagi, juga dengan perlahan-lahan sekali seakan-akan ingin menikmati gesekan-gesekan pada dinding-dinding lorong yang rapat dan terasa bergerenjal-gerenjal itu. Makin lama gerakannya semakin cepat dan cepat sehingga tubuhku semakin berguncang dengan hebatnya sampai, “Ouhh..”&lt;br /&gt;Tiba-tiba suara supirku dan suaraku sama-sama beradu nyaring sekali dan panjang lengkingannya dengan diikuti tubuhku yang kaku dan langsung lemas bagaikan tanpa tulang rasanya. Begitu pula dengan tubuh supirku yang langsung terhempas kesamping tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sialan kamu Ris!” ucapku memecah kesunyian dengan nada geram.&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama aku melepas lelah dan nafasku sudah mulai tenang dan teratur kembali.&lt;br /&gt;“Kamu gila Ris, kamu telah memperkosa istri majikanmu sendiri, tau!” ucapku lagi sambil memandang tubuhnya yang masih terkulai di samping sisiku.&lt;br /&gt;“Bagaimana kalau aku hamil nanti?” ucapku lagi dengan nada kesal.&lt;br /&gt;“Tenang Bu Winie.., saya masih punya pil anti hamil, Bu Winie.” ucapnya dengan tenang.&lt;br /&gt;“Iya.. tapi kan udah telat!” balasku dengan sinis dan ketus.&lt;br /&gt;“Tenang bu.. tenang.. setiap pagi ibu kan selalu minum air putih dan selama dua hari sebelumnya saya selalu mencampurkan dengan obatnya jadi Bu Winie enggak usah khawatir bakalan hamil bu,” ucapnya malah lebih tenang lagi.&lt;br /&gt;“Ouh.. jadi kamu sudah merencanakannya, sialan kamu Ris..” ucapku dengan terkejut, ternyata diam-diam supirku sudah lama merencanakannya.&lt;br /&gt;“Bagaimana Bu Winie..?”&lt;br /&gt;“Bagaimana apanya? Sekarang kamu lepasin saya Ris..” kataku masih dengan nada kesal dan gemas.&lt;br /&gt;“Maksudnya, tadi waktu di Entotin enak kan?” tanyanya lagi sambil membelai rambutku.&lt;br /&gt;Wajahku langsung merah padam mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh supirku, namun dalam hati kecilku tidak dapat kupungkiri walaupun tadi dia sudah memperkosa dan menjatuhkan derajatku sebagai majikannya, namun aku sendiri turut menikmatinya bahkan aku sendiri merasakan organsime dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok ngak dijawab sich!” tanya supirku lagi.&lt;br /&gt;“Iya..iya, tapi sekarang lepasin talinya dong Aris!” kataku dengan menggerutu karena tanganku sudah pegal dan kaku.&lt;br /&gt;“Nanti saja yach! Sekarang kita mandi dulu!” ucapnya sambil langsung menggendong tubuhku dan membawa ke kamar mandi yang berada di samping tempat ranjangku. Tubuhku yang masih lemah lunglai dengan kedua tangan dan kakiku yang masih terikat itu diletakkan di atas lantai keramik berwarna krem muda yang dingin tepat di bawah pancuran shower yang tergantung di dinding. Setelah itu supirku menyalakan lampu kamar mandiku dan menyalakan kran air hingga tubuhku basah oleh guyuran air dingin yang turun dari atas pancuran shower itu. Melihat tubuhku yang sudah basah dan terlihat mengkilat oleh pantulan lampu kamar mandi lalu Aris supirku berjongkok dekatku dan kemudian duduk di sampingku hingga tubuhnya pun turut basah oleh air yang turun dari atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata supirku yang memandangiku seperti terlihat lain dari biasanya, dia mulai mengusap rambutku yang basah ke belakang dengan penuh sayang seperti sedang menyayang seorang anak kecil. Lalu diambilnya sabun Lux cair yang ada di dalam botol dan menumpahkan pada tubuhku lalu dia mulai menggosok-gosok tubuhku dengan telapak tangannya. Pinggulku, perutku lalu naik ke atas lagi ke buah dadaku kiri dan kemudian ke buah dadaku yang kanan. Tangannya yang terasa kasar itu terus menggosok dan menggosok sambil bergerak berputar seperti sedang memoles mobil dengan cairan kits. Sesekali dia meremas dengan lembut buah dada dan punting susuku hingga aku merasa geli dibuatnya, lalu naik lagi di atas buah dadaku, pundakku, leherku lalu ke bahuku, kemudian turun lagi ke lenganku.&lt;br /&gt;“Ah.. mas..” pekikku ketika tangannya kembali turun dan turun lagi hingga telapak tangannya menutup bibir vaginaku.&lt;br /&gt;Kurasakan telapak tangannya menggosok-gosok bibir vaginaku naik turun dan kemudian membelah bibir vaginaku dengan jemari tangannya yang lincah dan cekatan dan kembali menggosok-gosokkannya hingga sabun Lux cair itu menjadi semakin berbusa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memandikan tubuhku lalu dia pun membasuh tubuhnya sendiri sambil membiarkan tubuhku tetap bersandar di bawah pancuran shower. Usai membersihkan badan, supirku lalu menggendongku keluar kamar mandi dan menghempaskan tubuhku yang masih basah itu ke atas kasur tanpa melap tubuhku terlebih dahulu.&lt;br /&gt;“Saya akan bawakan makanan ke sini yach!” ucapnya sambil supirku melilit handuk yang biasa kupakai kepinggangnya lalu ngeloyor ke luar kamarku tanpa sempat untuk aku berbicara. Sudah tiga tahun lebih aku tidak pernah merasakan kehangatan yang demikian memuncak, karena keegoisan suamiku yang selalu sibuk dengan pekerjaan. Memang dalam hal keuangan aku tidak pernah kekurangan. Apapun yang aku mau pasti kudapatkan, namun untuk urusan kewajiban suami terhadap istrinya sudah lama tidak kudapatkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa perasaanku saat ini seperti ada rasa sedang, gembira atau.. entah apalah namanya. Yang pasti hatiku yang selama ini terasa berat dan bosan hilang begitu saja walaupun dalam hati kecilku juga merasa malu, benci, sebal dan kesal. Supirku cukup lama meninggalkan diriku sendirian, namun waktu kembali rupanya dia membawakan masakan nasi goreng dengan telor yang masih hangat serta segelas minuman kesukaanku. Lalu tubuhku disandarkan pada teralis ranjang.&lt;br /&gt;“Biar saya yang suapin Bu Winie yach!” ucapnya sambil menyodorkan sesendok nasi goreng yang dibuatnya.&lt;br /&gt;“Kamu yang masak Ris!” tanyaku ingin tahu.&lt;br /&gt;“Iya, lalu siapa lagi yang masak kalau bukan saya, kan di rumah cuma tinggal kita berdua, si Wati kan udah saya suruh pulang duluan sebelum hujan tadi turun!” kata supirku.&lt;br /&gt;“Ayo dicicipi!” katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya aku ragu untuk mencicipi nasi goreng buatannya, namun perutku yang memang sudah terasa lapar, akhirnya kumakan juga sesendok demi sesendok. Tidak kusangka nasi goreng buatannya cukup lumanyan juga rupanya. Tanpa terasa nasi goreng di piring dapat kuhabisi juga.&lt;br /&gt;“Bolehkan saya memanggil Bu Winie dengan sebutan mbak?” tanyanya sambil membasuh mulutku dengan tissue.&lt;br /&gt;“Boleh saja, memang kenapa?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Engga apa-apa, biar enak aja kedengaran di kupingnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya boleh manggil Mbak Winie, berarti Bu Winie eh.. salah maksudnya Mbak Winie, panggil saya Bang aja yach!” celetuknya meminta.&lt;br /&gt;“Terserah kamu saja ” kataku.&lt;br /&gt;“Sudah nggak capai lagi kan Mbak Winie!” sahut supirku.&lt;br /&gt;“Memang kenapa!?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Masih kuatkan?” tanyanya lagi dengan senyum binal sambil mulai meraba-raba tubuhku kembali.&lt;br /&gt;Aku tidak memberi jawaban lagi, hanya menunduk malu, tadi saja aku diperkosanya malah membuatku puas disetubuhinya apalagi untuk babak yang kedua kataku dalam hati. Sejujurnya aku tidak rela tubuhku diperkosanya namun aku tidak mampu untuk menolak permintaannya yang membuat tubuhku dapat melayang-layang di udara seperti dulu saat aku pertama kali menikah dengan suamiku.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6056219646150275037-4885869535798923894?l=ceritadewasaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/4885869535798923894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/diperkosa-ternyata-nikmat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/4885869535798923894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/4885869535798923894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/diperkosa-ternyata-nikmat.html' title='Diperkosa ternyata Nikmat'/><author><name>Cerita Dewasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10503353024309120878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6056219646150275037.post-1105136116143350068</id><published>2011-12-26T18:41:00.001-08:00</published><updated>2011-12-26T18:41:56.140-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><title type='text'>nge sex pertama dengan puput temen smp</title><content type='html'>&lt;b&gt;Hai brother n para anggota Kikil'ers,salam kenal...&lt;br /&gt;Ane mau mceritakan pengalaman pribadi ane dlm bhubungan sex. Cerita ini sebelumnya pernah ane pos di forum tetangga pake ID temen ane. Tp sama Admin n Momod'y di hapus coz ane pake ID temen ane. Pengalaman dr mulai jaman skolah sampe selesai kuliah,&amp;amp; sampe yg masih ane alami skrg. Untuk pngalaman pertama ane mulai dari yg wkt jaman skolah di junior high school a.k.a SMP kelas 3. Ane beri judul "ngeSEX pertama dgn Puput temen SMP-ku (dari yg tdk sngaja menjadi kwajiban &amp;amp; akupun jd budak SEXnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja namaku Mat,tinggiku wkt di skolah kelas 3 SMP sekitar 162cm, yg aku paling suka dari cwek adlh payudaranya semakin besar dan montok,semakin aku suka. Apalagi kalo wajahnya juga cantik,makin bikin aku horni(mungkin karena aku sering baca majalah &amp;amp; nonton film porno sehingga membuat aku jd sperti itu).&lt;br /&gt;Di skolah aku selalu berprestasi &amp;amp; masuk 5 besar. Sehingga aku slalu masuk kelas pilihan atau unggulan (kelas untuk orang2 pinter..itu katanya guru2 aku wktu itu).&lt;br /&gt;Aku terkadang usil,tp pintar hampir disemua mata pelajaran,terutama sejarah,geografi,biologi,&amp;amp; matematika(MTK). Di kelas aku cenderung gaul dgn tmen2 cwek coz mereka mau menerima aku apa adanya,dibandingkan temen cwok. Di skolahku aku mempunyai temen sekelas yg di panggil Puput. Aku sekelas &amp;amp; kenal dgnnya sejak kelas 2. Dia orangnya putih, rambut panjang(sering dikuncir),bibir mungil tipis,cantik(menurut pendapatku), senyum manis berlesung pipit,bodi langsing &amp;amp; lebih tinggi sedikit dariku(coz tinggi aku hanya sekupingnya),ramah, ukuran payudara 34B(itu aku tau wkt ngSEX dgnnya), dan gila sex(ini aku tau stelah kualami sendiri dgnnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari aku dapat tugas atau PR Matematika yg lumayan rumit &amp;amp; memiliki wkt deadline yg cepat. Aku sih sudah terbiasa dgn soal2 itu,tp lain halnya dgn Puput. Ia nampaknya bingung &amp;amp;masih blom mengerti dgn PR yg diberikan. Puput pun menyapa aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hai,Mat..." tegurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hai jg Put..ada apa?" tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"begini Mat,PR MTK(Matematika) nanti kita kerjain bareng ya?"&lt;br /&gt;"Sekalian ajarin gw, krn catatan gw gak lengkap en gw jg blom ngerti?" pintanya.&lt;br /&gt;"Mmm...gimana ya?" "Gw sih mau aja,tp ngrjainnya kpan?" "Dimana?" "dan sama siapa aja?" jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bagaimana klo dirumah gw aja?" "Kebetulan rmh gw lg sepi,BoNyok(Bokap n Nyokap) pergi keluar kota." "Kita kerjainnya abis pulang skolah nanti."&lt;br /&gt;"Tenang aja ntar gw jamu en sediain makanan kecil jg mimuman deh."&lt;br /&gt;"Ntar jg gw ajak anak2 cwek yg lain" katanya lg sambil pergi utk mengajak anak2 cwek yg lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tampaknya mereka smua sudah ada janji &amp;amp; ga bisa ikut. Selain itu adapula yg mau les,dll. Tak berapa lama Puput datang kembali menghampiriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mat, kayaknya cuma kita berdua aja nih yg blajar bareng, anak-anak cwek yg lain pada gak mau." jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yaudah,gak apa-apa." "Tapi ntar sbelum ke rumah kamu,anterin gw ke wartel ya?" "gw tlp ortu gw dlu skalian minta ijin." pintaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya,tenang aja." jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di rumah Puput,aku langsung dipersilahkan duduk di ruang tamunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mat,tnggu en duduk dulu aja disini di sofa ya?" "Gw mau ganti baju dlu,skalian ambil minuman." "Oh,iya.mau minum apa, Mat?" "Dingin atau panas?" tanyanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa aja Put,asal jgn racun.." candaku.&lt;br /&gt;Puput pun tersenyum dgn manisnya,sehingga lesung pipitnya terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu Puput, aku memandangi sekeliling ruang tamu di rumah itu. Rumah yg dari luar terlihat sederhana,namun luas didalamnya dgn 3 buah kamar. Terdapat pula foto2 Puput &amp;amp; orang tuanya. Tak berapa lama muncullah Puput tanpa aku sadari dari belakang sambil menegur aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ehemm..ehemm..ngapain Mat?" "serius amat liat fotonya." katanya smbil meletakkan minuman di meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun menjawab tp masih dlm posisi membelakangi Puput.&lt;br /&gt;"gak ngapa-ngapain,cuma lg liat-liat foto kamu &amp;amp; skeluarga aja" jawabku.&lt;br /&gt;Saat aku memalingkan wajah ke arah Puput. Aku agak tertegun melihat Puput dgn pakaian celana pendek abu-abu muda yg pendeknya 20cm diatas lututnya. Serta mengenakan kaos putih yg agak longgar atau mungkin jg kebesaran utk dirinya. Aku bisa melihat dr kerah bajunya yg longgar serta terlihat tali BHnya yg berwarna pink dan kerah kaosnya sring ditarik kebelakang karena takut terlihat belahan dadanya. Serta lengan kaos yg digulung sedikit. Aku sempat lama memandanginya,apalagi kulitnya yg putih smakin terlihat jelas &amp;amp; seksi. Membuat aku merasa ada sesuatu yg bergejolak didadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"woi..Mat.kok diam aja?" "ngelamun ya?" "ngelamunin apaan?" katanya memecahkan kekagumanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" ah...gak. gw cuma heran aja ini rumah sepi amat.&lt;br /&gt;(sambil aku ambil posisi duduk dilantai ruang tamunya yg beralaskan karpet bulu)&lt;br /&gt;"Memangnya cuma kamu &amp;amp; ortu kamu aja yg tinggal disini ya?" tanyaku basa basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gak jg.ada sih satu lg orang yg tinggal disini yaitu om gw."&lt;br /&gt;"Om gw tinggal disini kalo lg pas ditugasin kerja beberapa hari aja ke jakarta sama bosnya." "skrang dia lg dirumahnya di daerah bandung sana." jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"berarti kamu slalu sndirian dong kalo ortu kamu kerja?" tanyaku lg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya,begitulah." jawabnya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"knp gak pake pembantu aja, biar gak kesepian?" kataku lg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ortu gw gak mau gw jd anak manja meskipun gw anak satu-satunya, jd gw dilatih buat jd mandiri...btw diminum dlu dong minumannya, pasti udh haus kan dari tadi?"&lt;br /&gt;"Oh,iya tnggu sbentar ya,gw mau ambil kue-kue &amp;amp; makanan ringan dulu." pintanya sambil menuju dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama ia datang. Saat aku hendak minum, Puput menuju meja tamu utk meletakkan makanan kecil. Puput tersandung pinggiran karpet ruang tamunya.&lt;br /&gt;Sehingga ia jatuh menimpa dan mengenai aku yg kbetulan sedang memegang gelas minuman dingin berisi sirup orange.Seluruh baju &amp;amp; celana seragam sekolahku yg masih kukenakan basah, sedangkan Puput hanya terkena sdikit basah pada tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aduh..maaf ya Mat, gara2 gw kesandung." "Gelas minuman lo tumpah ke seluruh seragam lo." katanya sambil meraih tisu yg ada dimeja &amp;amp; secara spontan segera mengelap seragamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"oh...gak apa2 kok. Lagipula kan kamu gak sengaja." jawabku sambil membantunya mengelap tumpahan sirup di bajuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perasaan dag dig dug tak menentu yg kurasakan. Apalagi saat tangannya yg putih &amp;amp; halus mengelap celanaku yg basah. Ingin rasanya berlama-lama tangannya mengusap-usap ya ada jg dibalik celanaku. Aku jg tak melewatkan kesempatan utk melihat belahan dadanya yg ditutupi dgn BHnya yg berwarna pink melalui kerah baju atau kaosnya. Karena aku takut ketahuan &amp;amp; si Konti dibalik celana mulai mau bangun, aku berkata padanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Put, udah biar gw lap en bersihin aja sndiri."&lt;br /&gt;"Lagian hal sepele kayak begini mah wajar aja kali."&lt;br /&gt;"toh, kan kamu gak sengaja." kataku memecah keadaan.&lt;br /&gt;(padahal aku takut ketahuan kalo konti aku mulai bangun karena ia mengusap-usap &amp;amp; mengelap celanaku yg basah....he5x).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aduh..Mat..lo emang baik banget, gak salah gw punya temen kyak lo."&lt;br /&gt;"Udah baik, pemaaf, pinter lagi." katanya karena merasa bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah..kamu Put, jd bikin gw GR aja.. jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"oh,iya Mat..mendingan lo ganti en buka aja dulu seragam lo."&lt;br /&gt;"Biar dicuci di mesin cuci n sembari tunggu kering, lo pake aja dulu kaos n celana Om gw."(sambil berjalan menuju dan masuk ke kamar Omnya).&lt;br /&gt;"Kebetulan ada yg cocok en kyaknya pas sama lo."&lt;br /&gt;"nih handuknya,lo ganti dikamar mandi yg ada di kamar Om gw aja, nih td gw cari n dpat dr lemari Om gw. Kayaknya pakaian ini cocok buat lo." katanya sambil memberikan handuk dan kaos coklat yg ada ditangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku di kamar mandi aku tutup pintu kamar mandinya. Namun mungkin karena aku kurang atau lupa mengunci pintunya. Pintu jadi terbuka sedikit &amp;amp; aku baru menyadari klo Puput sepertinya memandang kearahku. Tapi Aku sengaja membiarkannya saja. Aku mengguyur badanku dgn air, sambil menyabuni badanku yg sixpack, tdk lupa kontiku yg berukuran 14 cm kusabuni. Begitu slesai aku melihat Puput sedang berpura2 membaca majalah, sambil duduk di pinggir tempat tidur(masih dikamar Omnya loh..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hei..Put !" kataku pura2 menegur dan pura2 gak tau akan yg sudah ia lakukan saat aku mandi tadi.&lt;br /&gt;"hei...gimana Mat,seger mandinya?"&lt;br /&gt;"kyaknya udah pas kaos n celana pendek boxernya sama lo." katanya smbil meletakkan majalah yg dibacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ayo Put kita langsung belajar aja" ajakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tunggu dulu Mat,mendingan kita nonton filn dulu aja." "Gimana?" pintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wah..,boleh jg tuh.tapi film apaan?" tanyaku lg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nih film ini (sambil menunjukkan dr balik kaosnya film porno dgn sdikit ragu2 ia menunjukkan)." ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"astaga.. Puput,dapat dr mana film bgituan?" kataku pura2 kaget, padahal aku udah sering jg nonton film2 porno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"oh..ini gw dapat dr lemari Om gw, sewaktu gw cari baju buat lo tadi."&lt;br /&gt;"gw sbenernya udh pernah en hampir sering nonton film porno bareng Ratna temen kita,klo lg pulang sekolah." (Ratna adah salah satu cwek temen sekelasku jg, yg nanti aku ceritakan pengalaman SEXku dgnnya).&lt;br /&gt;"gw jg sring baca2 n liat2 majalah porno punya Om gw." tambahnya lg.&lt;br /&gt;"jadi...lo mau ga?" "pasti lo blom pernah nonton kan?" "apalagi orang pinter kyak lo pasti kerjanya belajar melulu kan?"&lt;br /&gt;"skali2 kan gak apa2 Mat." "nanti lo juga pengen lg...he5x." ujarnya sambil merayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tapi..." jawabku pura2 mikir padahal dalam hati senang dan gembira, kapan lagi bisa nonton film porno bareng sama cwek secantik Puput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"udah gak usah mikir2, Mat." timpalnya lg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun mengangguk stuju. Kami berduapun menonton,dgn duduk ditempat tidur. Karena TV dan DVD Playernya terdapat di depan tempat tidur.&lt;br /&gt;Saat adegan sepasang pria &amp;amp; wanita saling bercumbu. Perlahan-lahan tangan kanan Puput mulai memegang dan meremas bantal yg dipeluknya, sedangkan tangan kirinya meremas2 dadanya sendiri. Sepertinya ia mulai terangsang. Aku pura2 tak memperhatikan. Perlahan-lahan aku terangsang jg,dan mulai berani mengusap-usap paha mulusnya. Sampai akhirnya ia mulai tak tahan, dan melempar bantal yg dipeluknya. Kemudian tangan kanannya menarik kepalaku ke tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan iapun berkata, "ayo Mat ciumin payudara gw,biarin mulut en lidah lo menari-nari diatasnya." pintanya dlm keadaan sange atau terangsang yg amat sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak menyia-nyiakan lampu hijau tsb. Langsung kulepaskan kaosnya,shingga tampaklah bukit kembarnya yg seksi dan indah yg trtutup BH pink yg ia sendiri secara spontan membuka kancing pengait tali BHnya. Kucium dari dari leher hingga payudaranya dan kuisap-isap serta jilat puting merah mudanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cup...cuip..shruupp...shrupp..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puput hanya bisa memejamkan mata kenikmatan dan menggigit bibir bawahnya.&lt;br /&gt;Tak puas hanya disekitar payudara,mulutku kuarahkan ke mulutnya. Kuciumi bibir tipisnya dgn bgtu liarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cuupp...ciuuppp...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumasukkan lidahku ke mulutnya dan ia mengisap-isap memainkan lidahku dimulutnya seperti permen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ssrrruupp...srruupp...3x.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tanganku membuka kancing dan retsleting celana pendeknya. Dan iapun jg melakukan hal yg sama melucuti pakaianku hingga kami masing2 dlm keadaan bugil tanpa sehelai benangpun. Puput pun mengangkang sambil duduk dipinggir ranjang.Aku agak sdikit jongkok utk melakukan oral pada vaginanya yg indah ditumbuhi sdikit bulu halus. Tangannya membenamkan kepalaku kebagian me**knya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ayo Mat..jilat,cium,puasin gw Mat." erangnya.&lt;br /&gt;"emmhh...aahhggaah..hh..sssttt....uaachh..." desahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali-kali aku memasukkan jari tengahku ke lubang me**knya utk mencari klitorisnya. Tak berapa lama, Puput mencapai orgasme pertama. Keluar cairan hangat dan aku meminumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"srluupp...srruuppp..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas melakukan oral padanya. Aku menuntunnya melakukan gaya 69, posisi aku dibawah telentang &amp;amp; dia diatas melakukan BJ dgn mahirnya. Sedangkan aku memainkan jariku keluar masuk pada lubang me**knya smbil skali-kali menciuminya. Puput sepertinya sudah tdk tahan, maka ia sgera melakukan WOT(Woman On the Top) smbil menghadapku. Tangannya membimbing kontiku yg sudah menegang dr tadi. Mulanya sulit,lama-lama secara perlahan masuk jg. Tanganku meremas-remas kedua payudaranya. Tak berapa lama Puput mencapai Orgasme lg, ada sdikit darah yg keluar dari lubang me**knya berarti dia masih perawan,ia merebahkan tubunya diatasku. Sedangkan aku masih belum. Masih dlm keadaan WOT,kontiku yg masih di dlm me**knya. Aku posisi duduk dipinggir ranjang,sdangkan Puput duduk diatas pangkuanku menghadapku sambil menggoyang. Dan aku dgn leluasa menghisap,meremas,dan menciumi payudaranya. Setelah puas dgn WOT,aku ganti dgn gaya Doggy Style. Puput membelakangiku agak sedikit membungkuk di pinggir ranjang. Tak ragu2 lagi kuhujamkan kontiku ke lubang me**knya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"oh yes,oh no,..yes,oh no." "terus Mat, ent*t gw terus jgn ragu2." "uuhh..yes&lt;br /&gt;...oohh..." kata2 yg keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas dgn posisi DS(Doggie Style), aku ganti dgn posisi MOT(Man On the Top). Kali ini aku merenggangkan &amp;amp; membuka kedua pahanya. Agar dapat leluasa kontiku masuk ke me**knya. Kupacu perlahan-lahan kontiku,lama kelamaan spertinya aku mau orgasme &amp;amp; Puput pun demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Put,gw mau keluar nih." kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sama..gw juga Mat. Kita keluarin bareng2 ya, Mat ?" pintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gak apa2 nih gw keluarin di dlm?" tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gak apa2 kok." jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun mengalami orgasme bersamaan. Aku merasa lelah yg tak terkira, tapi puas walaupun keperjakaanku hilang, Puput pun begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"thanks ya Mat, udh bkin gw puas banget en gak nyesel lepas keperawanan gw." "kapan2 kita lakukan lagi ya?" pintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya gw jg puas bnget Put." "tp gw gak bisa en gak berani ngelakuin lg, takut bikin kamu hamil" jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jgn takut Mat, gw udh minum pil KB nyokap gw." "jadi lo tenang aja deh." katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tapi Put..." kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ah..gak usah pake kata2 tapi deh Mat."&lt;br /&gt;"pkoknya kalo gw lg sange atau horni, lo hrus mau ent*t gw ya en layanin gw?"&lt;br /&gt;"kalo lo gak mau, ntar gw bilang ke orang2, kalo lo udah perkosa gw." ancamnya.&lt;br /&gt;"oh iya,satu lagi Mat. ini rahasia kita berdua aja ya !" "jgn bilang siapa2" pesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal itu, aku agak kaget dan sedikit menyesal sudah termakan jebakannya,untuk menjadi budak SEXnya. Tapi sedikit senang jg terbesit dipikiranku,aku jd ada jaminan tempat pelampiasan nafsu SEXku jika sewaktu-waktu muncul. Setelah selesai kami ke kamar mandi bersama-sama sambil melakukan lg walau hanya sebentar. Setelah itu kami melanjutkan mengerjakan PR MTK yg tertunda tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kisah pengalaman SEXku pertama kalinya. Aku menjadi budak SEX Puput sampai SMA,sbab kami masuk SMA yg sama. Kami melakukan selalu di rumahnya,karena selalu sepi. Sampai-sampai aku dikira pacarnya oleh teman2ku maupun orangtuanya. Ia hanya bilang kalo aku sahabat karibnya &amp;amp; tempat curhat, bila ada yg mempertanyakan ttg hubungan kami berdua.Aku berhenti jadi budak SEXnya sampai lulusan SMA,sbab dia dilamar oleh pria pilihan orangtuanya.&lt;br /&gt;Saat pernikahannya aku tak bisa datang karena aku berada di kampung. Setelah menikah, ia diboyong suaminya keluar kota karena suaminya dinas diluar.&lt;br /&gt;Ada perasaan lega dlm hatiku saat aku tak lg dpt ancaman darinya. Tapi hatiku jg terkadang rindu utk melakukan hubungan SEX dgnnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu Cerita Pengalaman SEX-ku selanjutnya.    &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6056219646150275037-1105136116143350068?l=ceritadewasaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/feeds/1105136116143350068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/nge-sex-pertama-dengan-puput-temen-smp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/1105136116143350068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6056219646150275037/posts/default/1105136116143350068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadewasaonline.blogspot.com/2011/12/nge-sex-pertama-dengan-puput-temen-smp.html' title='nge sex pertama dengan puput temen smp'/><author><name>Cerita Dewasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10503353024309120878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
